Usaha Industri Petis di Desa Kedungringin Sudah Merambah Arab Saudi

Industri pembuatan petis di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji sudah ada bertahun-tahun silam. Pembuatan petis inipun menjadi mata pencaharian puluhan warga. Pasarnya, menjanjikan. Tak hanya laris di dalam negeri tetapi juga menjadi buah tangan warga saat ke Arab Saudi.

IWAN ANDRIK, Beji

LELAKI 38 tahun itu tampak sibuk di dapur rumahnya. Dengan seksama ia mengaduk wajan yang berisi adonan kupang. Butuh waktu sekitar 1 jam 30 menit untuk menyelesaikan adonan.

Selanjutnya, tinggal mengangin-anginkan, agar adonan tersebut dingin. Tinggal selanjutnya pengepakan dan petis buatannya pun siap untuk dipasarkan.

Pemandangan itu, nyaris dilakukan setiap hari oleh Selamet Riyadi, 38, warga Gersikan, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Maklum, Selamet memang seorang pembuat petis. Bukan hanya dia seorang, ada puluhan orang lainnya yang berprofesi sama.

Selamet mengaku, industri petis di kampungnya memang sudah berjalan puluhan tahun. Bahkan, industri petis sudah menjadi warisan nenek moyang di desanya. Tak heran jika ada banyak pembuat petis yang beropersi di kampungnya hingga sekarang.

“Pembuatan petis ini memang kerajinan turun temurun. Sudah ada sejak puluhan tahun,” akunya.

Pasar dari kerajinan pembuatan petis masih terbilang luas. Hal tersebut tak lepas dari banyaknya usaha gorengan, rujak dan pedagang lainnya yangmembutuhkan petis sebagai pendamping makanan yang dijajakan.

Hal inilah yang membuat pasar petis tersebut menggeliat. Tak hanya laris di Kabupaten Pasuruan. Karena permintaan juga bermunculan dari luar kota seperti Mojokerto. Bahkan, juga merambah ke Arab Saudi.

“Biasanya dibawa oleh TKI yang bekerja ke Arab Saudi untuk oleh-oleh teman-temannya di sana,” imbuhnya.

Kepala Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Vicky Ariyanto menuturkan, industri petis memang bertahan hingga sekarang. Pasarnya tak surut, karena banyaknya permintaan. Tak hanya pasar di wilayah Beji, Bangil ataupun wilayah lain di Kabupaten Pasuruan.

Karena petis kreasi warganya, mampu menembus luar negeri. Seperti Arab Saudi. Ia menambahkan, pembuatan petis sudah menjadi kerajinan turun temurun. “Kerajinan pembuatan petis ini, merupakan warisan. Banyak warga kami yang menggelutinya,” urianya.

Keberadaan industri petis, menjadi penopang ekonomi sebagian warganya. Sebab, pembuatan petis tak sekedar usaha sampingan. Bahkan, ada yang menjadikan usaha pembuatan petis ini, mata pencaharian utama. (fun)