alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Mengunjungi Taman Bunga A’DN Firdaus yang Sedang Viral di Pandaan

Awalnya, lahan seluas 4 hektare itu berupa lahan persawahan padi. Namun, dua bulan terakhir lahan itu dikembangkan menjadi taman bunga dengan aneka tanaman hias. Walaupun masih dirintis, taman ini sudah ramai dikunjungi mereka yang penasaran.

RIZAL FAHMI SYATORI, Pandaan, Radar Bromo

Beberapa pekan terakhir, viral video di YouTube tentang seorang lelaki yang berada di sebuah taman bunga. Lelaki ini bertingkah riang, memaki topi dan berkacamata. Video berdurasi 1 menit 46 detik ini berlatar belakang pemandangan gunung Penanggungan, Welirang, dan Arjuno.

Taman dalam video itu tampak indah. Karena itu, banyak yang penasaran. Itulah Taman Bunga A’DN Firdaus yang berada di Dusun Kedondong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan.

Lokasinya memang tidak terlalu mudah dijangkau. Saat ini taman itu hanya dapat diakses dengan jalan kaki dan naik motor. Pengunjung bisa mengakses dari dua lokasi. Bisa dari Dusun Kedondong, Desa Sumbergedang di sebelah selatan atau dari sisi utara, bisa dijangkat dari Dusun Pateguhan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan.

Saat Radar Bromo sampai di lokasi, sudah banyak pengunjung yang datang. Bahkan, mereka berdatangan sejak pagi. Mereka yang datang pun, rata-rata karena penasaran dengan video di YouTube yang sedang viral.

Namun, pengunjung tak hanya bisa menikmati taman bunga. Mereka juga bisa melihat pemandangan Gunung Penanggungan, Welirang, dan Arjuno yang terlihat sangat indah dari tempat itu.

Tidak hanya itu. di sana juga ada saluran air untuk irigasi peninggalan jaman belanda. Kondisinya masih bagus dan terawat dengan baik. Lokasinya di sebelah timur Taman Bunga A’DN Firdaus.

Pengunjung yang datang berasal dari berbagai daerah. Ada yang dari sekitaran Pasuruan. Ada juga yang dari luar daerah seperti Jombang, Surabaya, dan Sidoarjo. Mereka yang datang kebanyakan berswafoto setelah puas melihat taman dari dekat.

Rokhmah, 27, misalnya kemarin jauh-jauh datang dari Jombang. Dia datang bersama keluarganya dengan berboncengan naik motor. Rokhmah mengaku datang karena penasaran mendapat kiriman video yang sedang viral dari temannya.

“Agar tidak penasaran, saya bersama keluarga sengaja ke sini. Sempat tanya-tanya ke warga karena tidak ada papan penunjuk lokasi. Begitu sampai, ternyata bagus taman bunganya. Apalagi di sekelilingnya ada pemandangan gunung,” tuturnya.

Udin, salah satu pengelola taman bunga ini menyebut, sebenarnya taman belum dibuka untuk umum. Pihak pengelola masih dalam proses merintis.

“Taman bunga ini baru dirintis dan berjalan sekitar dua bulan terakhir. Ini adalah tempat budi daya aneka tanaman hias. Namun, juga untuk wisata alam serta edukasi,” ucapnya.

Lahan yang ada cukup luas, sekitar 4 hektare. Namun, saat ini dimanfaatkan untuk budi daya tanaman hiasnya hanya 8.000 meter persegi. Terdiri atas bunga elusia, sepatu, matahari, cendana, cengger ayam, dan lain-lain.

“Untuk saat ini pengunjung hanya bisa melihat taman hiasnya saja. Sekadar jalan-jalan dan foto-foto,” tuturnya.

Sementara lahan sisa lainnya, masih kosong. Lahan-lahan itu sebelumnya berupa sawah. “Lahannya kami sewa dari warga. Warga juga ikut dalam pengelolaan taman ini. Warga terlibat karena ke depan, tempat ini akan kami jadikan tempat wisata alam alternatif di Kabupaten Pasuruan. Khususnya di Pandaan,” ujar Zainuri, pengelola lainnya.

Saat ini pihaknya tengah membangun sarana dan prasana pendukung. Zain -panggilannya- memperkirakan, butuh waktu 1-2 tahun untuk merampungkan semua sarana dan prasarana yang dibutuhkan. (hn)

Awalnya, lahan seluas 4 hektare itu berupa lahan persawahan padi. Namun, dua bulan terakhir lahan itu dikembangkan menjadi taman bunga dengan aneka tanaman hias. Walaupun masih dirintis, taman ini sudah ramai dikunjungi mereka yang penasaran.

RIZAL FAHMI SYATORI, Pandaan, Radar Bromo

Beberapa pekan terakhir, viral video di YouTube tentang seorang lelaki yang berada di sebuah taman bunga. Lelaki ini bertingkah riang, memaki topi dan berkacamata. Video berdurasi 1 menit 46 detik ini berlatar belakang pemandangan gunung Penanggungan, Welirang, dan Arjuno.

Taman dalam video itu tampak indah. Karena itu, banyak yang penasaran. Itulah Taman Bunga A’DN Firdaus yang berada di Dusun Kedondong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan.

Lokasinya memang tidak terlalu mudah dijangkau. Saat ini taman itu hanya dapat diakses dengan jalan kaki dan naik motor. Pengunjung bisa mengakses dari dua lokasi. Bisa dari Dusun Kedondong, Desa Sumbergedang di sebelah selatan atau dari sisi utara, bisa dijangkat dari Dusun Pateguhan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan.

Saat Radar Bromo sampai di lokasi, sudah banyak pengunjung yang datang. Bahkan, mereka berdatangan sejak pagi. Mereka yang datang pun, rata-rata karena penasaran dengan video di YouTube yang sedang viral.

Namun, pengunjung tak hanya bisa menikmati taman bunga. Mereka juga bisa melihat pemandangan Gunung Penanggungan, Welirang, dan Arjuno yang terlihat sangat indah dari tempat itu.

Tidak hanya itu. di sana juga ada saluran air untuk irigasi peninggalan jaman belanda. Kondisinya masih bagus dan terawat dengan baik. Lokasinya di sebelah timur Taman Bunga A’DN Firdaus.

Pengunjung yang datang berasal dari berbagai daerah. Ada yang dari sekitaran Pasuruan. Ada juga yang dari luar daerah seperti Jombang, Surabaya, dan Sidoarjo. Mereka yang datang kebanyakan berswafoto setelah puas melihat taman dari dekat.

Rokhmah, 27, misalnya kemarin jauh-jauh datang dari Jombang. Dia datang bersama keluarganya dengan berboncengan naik motor. Rokhmah mengaku datang karena penasaran mendapat kiriman video yang sedang viral dari temannya.

“Agar tidak penasaran, saya bersama keluarga sengaja ke sini. Sempat tanya-tanya ke warga karena tidak ada papan penunjuk lokasi. Begitu sampai, ternyata bagus taman bunganya. Apalagi di sekelilingnya ada pemandangan gunung,” tuturnya.

Udin, salah satu pengelola taman bunga ini menyebut, sebenarnya taman belum dibuka untuk umum. Pihak pengelola masih dalam proses merintis.

“Taman bunga ini baru dirintis dan berjalan sekitar dua bulan terakhir. Ini adalah tempat budi daya aneka tanaman hias. Namun, juga untuk wisata alam serta edukasi,” ucapnya.

Lahan yang ada cukup luas, sekitar 4 hektare. Namun, saat ini dimanfaatkan untuk budi daya tanaman hiasnya hanya 8.000 meter persegi. Terdiri atas bunga elusia, sepatu, matahari, cendana, cengger ayam, dan lain-lain.

“Untuk saat ini pengunjung hanya bisa melihat taman hiasnya saja. Sekadar jalan-jalan dan foto-foto,” tuturnya.

Sementara lahan sisa lainnya, masih kosong. Lahan-lahan itu sebelumnya berupa sawah. “Lahannya kami sewa dari warga. Warga juga ikut dalam pengelolaan taman ini. Warga terlibat karena ke depan, tempat ini akan kami jadikan tempat wisata alam alternatif di Kabupaten Pasuruan. Khususnya di Pandaan,” ujar Zainuri, pengelola lainnya.

Saat ini pihaknya tengah membangun sarana dan prasana pendukung. Zain -panggilannya- memperkirakan, butuh waktu 1-2 tahun untuk merampungkan semua sarana dan prasarana yang dibutuhkan. (hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/