Geliat Budidaya Ikan di Gempol, Manfaatkan Lahan Nonproduktif

INOVATIF: Warga Desa Gempol saat memeriksa kolam budidaya ikan air tawar yang memanfaatkan tanah kas desa. Sebelumnya, tanah tersebut tidak digunakan karena tidak produktif. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Inovasi yang dilakukan Pemerintah Desa/Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan ini tidak bisa dibilang sederhana. Tak hanya memanfaatkan lahan nonproduktif untuk budidaya ikan, pemdes juga berencana menjadikan lahan sekitarnya menjadi wisata kolam pancing sekaligus kuliner berbasis ikan.

RIZAL FAHMI SYATORI, Gempol

Pemdes Gempol tengah semangat-semangatnya menggarap lahan tidak produktif yang berstatus Tanah Kas Desa (TKD). Pasalnya, tanah itu selama ini bisa dibilang tak ada manfaatnya. Hingga kemudian, empat tahun lalu muncul usulan menjadikan lahan itu untuk kolam budidaya ikan air tawar.

Pemdes Gempol yang melihat peluang bagus dalam usulan itu, langsung bergerak. Tanah kosong di di Dusun Gempol Joyo itu lantas disulap untuk kolam budidaya ikan air tawar. “Mulanya kami pesimis. Ternyata setelah dikelola dengan serius, sangat menghasilkan,” kata Kades Gempol M. Chamdi.

Ikan yang dibudidaya dalam kolam tersebut tidak hanya satu jenis. Di antaranya nila, patin, dan bandeng. Ikan ini ditempatkan di kolam terpisah sesuai jenisnya. Untuk satu jenis kolam, ada beberapa kolam dibuat untuk benih, pengembangbiakan, hingga yang siap panen.

“Kami lupa sudah berapa kali panen. Bayangkan saja sudah empat tahun,” katanya sembari tersenyum. Selain dijual, ikan-ikan di kolam itu juga dibagikan ke warga saat ada momen tertentu, agar bisa menjadi santapan bersama. Tentu saja, hal ini menarik minat pemuda desa. Peran para pemuda juga besar dalam pengelolaan kolam.

“Pengelolaannya memang melibatkan para pemuda desa yang tergabung dalam karya muda. Kami di pemdes mendukung dari belakang. Sudah saatnya yang muda memiliki peran. Tapi, kami tetap memberi arahan agar hasilnya maksimal,” ungkapnya.

Karena sudah berjalan dengan baik, pemdes ingin ada perkembangan dari kolam budidaya itu. Rencananya, pemdes akan membuat kolam pancing. Konsepnya yakni sebagai wisata pancing. Tak hanya wisata pancing, agar lebih lengkap, juga akan dibuat kuliner khusus berbahan dasar ikan.

“Kami kembali mengupayakan bantuan bibit ikan air tawar ke instansi terkait di lingkungan Pemkab Pasuruan. Soal wisata pancing dan kuliner ikan, misalnya ikan asapan, konsepnya sedang kami susun,” tuturnya. (rf)