Begini Rindunya Siswa di Probolinggo saat Terlalu Lama Belajar di Rumah, Menangis Minta ke Sekolah

KANGEN: Birgitta Selma Alexa Yuda (tengah) ditemani Ibunya Ulul Azmi (kiri), 29, saat bersilaturahmi ke rumah Kepala Sekolah TKIT Permata Yayasan Ishlahul Ummah Kraksaan Anita Supristiwaningsih, Sabtu (2/5). (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Libur sekolah menjadi saat yang selalu ditunggu pelajar. Mereka selalu memanfaatkan libur untuk bermain sepuasnya. Namun, belajar di rumah karena pandemi virus korona (Covid-19) adalah pengalaman yang sama sekali berbeda. Hanya mengerjakan tugas dan dilarang keluar rumah, membuat banyak pelajar kangen sekolah.

——————

Rabu (29/4) malam itu, Birgitta Selma Alexa Yuda, 5, tidak bersikap seperti biasanya. Murid TK IT Permata Kelas A Yayasan Ishlahul Ummah Kraksaan itu lebih banyak diam. Kalau biasanya bersikap ceria, malam itu Selma panggilannya, duduk sendirian dengan wajah sayu di ruang tamu rumah.

Ayahnya Prayuda Rudy, 31, awalnya hanya memperhatikan. Namun, lama-lama dia pun mendekati anak tunggalnya itu. Prayuda pun bertanya pelan. “Adik kenapa?”

Dengan polos, Selma pun menjawab pelan. “Kangen sekolah. Pingin sekolah,” katanya. Lelaki yang berprofesi sebagai pengacara itu pun memberikan pemahaman, bahwa sekolah masih libur. Murid dan ustadah saat ini belajar di rumah.

Namun, rupanya jawaban itu tidak membuat gadis kecil itu puas. Terlalu lama belajar di rumah, membuat Selma kangen suasana sekolah. Kangen dengan teman-temannya, juga kangen dengan para ustadah. Dan rasa kangen itu, membuncah di dadanya. Membuat Selma sedih.

Bahkan, malam itu dia memaksa ke sekolah. Ibunya, Ulul Azmi, 29, pun berusaha membujuknya. Menjelaskan bahwa sekolah belum masuk. Namun, bukannya tenang, Selma bersikeras ingin sekolah.

Tangisnya pun pecah karena keinginannya ke sekolah tidak terpenuhi. Meski kedua orang tuanya berusaha terus menghibur, Selma tetap merengek meminta sekolah.

Memahami kerinduan anaknya, Prayuda dan Ulul pun mengantar Selma ke sekolahnya malam itu juga. Meskipun, sebenarnya hari sudah malam, jam menunjukkan hampir pukul 21.00.

Demi mengobati kerinduan Selma pada sekolahnya, mereka pun menuruti kemauan gadis polos itu. Dari rumah mereka di Perumahan SL Park, Sumberlele, mereka mengantar Selma ke TK IT Permata di Perum Jatiasri 2 blok DD Nomor 10 Kebonagung.

Tepat pukul 21.00, mereka bertiga sampai di depan sekolah. Tentu saja, suasana sekolah gelap dan sepi. Gedung pun terkunci karena tidak ada aktivitas. Mereka bertiga hanya berdiri di depan sekolah.

Selma yang akhirnya sampai di depan sekolahnya, bukannya senang. Gadis kecil itu memeluk ibunya. “Kenapa, Adik,” tanya ibunya. Dan lagi-lagi, Selma menjawab polos, “Kangen sekolah.”

Sebentar di depan sekolah, mereka pun pulang. Dengan janji, mengantarkan Selma menemui ustadahnya. Dan Sabtu (2/5), Ulul pun menepati janji. Dia mengantar Selma menemui ustadahnya, Anita Supristiwaningsih di rumahnya, sekitar pukul 13.30.

Datang dengan memakai seragam sekolah, Selma pun memeluk ustadahnya. “Kangen dengan ustadah. Kangen bermain sama teman,” ucap pelan Selma, kemarin.

“Memang kami rencanakan untuk bertemu dengan ustadah agat terobati rasa kangennya pada sekolah. Baru hari ini (Sabtu) sempat datang ke rumah ustadah,” tutur Ulul.

Untuk mengalihkan rasa kangen, tak jarang ayah Selma memberikan makanan yang disukai. Hal ini dilakukannya untuk mengalihkan perhatian agar Selma tidak terus berpikir tentang sekolahnya. “Baginya, bersekolah hal yang sangat diinginkan saat ini. Hampir tiap hari dia ingin sekolah,” tuturnya.

Hal serupa dirasakan Karine Nadira Basuki, 6, kakak kelas Selma di sekolah yang sama. Karine pun kerap minta pada orang tuanya untuk diantar ke sekolah.

“Kangen dan pingin ke sekolah. Ketemu dan bermain bersama teman-teman,” katanya.

Namun ibunya, Dian Rahma, memberikan pemahaman bahwa saat ini sekolah sedang libur karena adanya pandemi korona. Sembari menjelaskan virus korona itu apa. Usia yang lebih tua dibandingkan Selma, membuat Karine lebih paham.

Meski demikian, Karine sering mengaku rindu ustadah dan teman-temannya. Jika sudah demikian, Dian pun melakukan video call dengan ustadah dan teman-temannya.

“Jika ada waktu senggang, untuk melepas kangen bisanya main ke rumah temannya. Namun, kalau tidak sempat, video call dengan teman dan ustadah. Biar rasa kangen pada sekolah tidak berlebihan, saya berikan kegiatan juga,” tutur Dian.

Kepala TK IT Permata Yayasan Ishlahul Ummah Kraksaan Anita Supristiwaningsih mengatakan, keadaan seperti itu lumrah. Kerinduan pada sekolah dapat terjadi jika kedekatan anak dengan tenaga pendidik terjadi.

“Hal itu lumrah terjadi, memang harus bisa mengatur emosi anak. Juga memberikan pemahaman saat liburan pandemi sangat penting. Semoga pandemi bisa segera usai dan aktivitas segera normal kembali,” pungkasnya. (ar/hn/fun)