alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Siswa-siswi MAN 1 Pasuruan Raih Juara Lomba Robot Nasional di ITS

Nama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pasuruan di Bangil kembali bersinar. Menyusul raihan juara pertama dan kedua, dalam Lomba Robotik Nasional (Baronas) di ITS Surabaya pada 17–20 Maret 2022. Tim MAN 1 Pasuruan berhasil memborong medali, meski mereka nyaris dikalahkan pesaingnya.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

REDA Khoirullah, 17, tampak antusias. Dengan seksama ia menceritakan kisahnya mengikuti kompetisi robot nasional dalam ajang Baronas di ITS Surabaya.

Timnya ‘Rampas Doa Ibu,’ memang kalah di final. Ia dan dua rekannya, Putra Maula Yufen, 17 serta Dalila Baharmus, 17, hanya nangkring di peringkat dua. Meraih perak. Namun, tak tampak kecewa yang amat sangat dalam benak mereka.

Bahkan, mereka masih tampak bahagia. Gelak tawa mereka tunjukkan ketika bercerita pengalamannya. Semua itu bukannya tanpa alasan. Maklum, mereka kalah dengan tim satu sekolah. Yakni, tim Rampas Star War yang digawangi Muhammad Rif’an, 17; Jeffry Raihan Bahir, 15; dan Bilqis Fahima Azizah, 16.

KOMPAK: Pelajar peraih juara Lomba Robot Nasional (Baronas) saat berkumpul di ruang Kepala MAN 1 Pasuruan di Bangil, Nasrudin. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

“Tim kami hampir saja memenangi lomba. Tapi semua gagal, karena teman saya (Yufen, Red) menjatuhkan botol di area lomba. Dua kali yang membuat poin kami dikurangi,” ungkap Reda.

Lomba robot tingkat nasional itu digelar 17–20 Maret 2022. Sebelum kompetisi itu digelar, timnya sudah menyiapkan diri mengikuti lomba sejak Desember 2021.

Nama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pasuruan di Bangil kembali bersinar. Menyusul raihan juara pertama dan kedua, dalam Lomba Robotik Nasional (Baronas) di ITS Surabaya pada 17–20 Maret 2022. Tim MAN 1 Pasuruan berhasil memborong medali, meski mereka nyaris dikalahkan pesaingnya.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

REDA Khoirullah, 17, tampak antusias. Dengan seksama ia menceritakan kisahnya mengikuti kompetisi robot nasional dalam ajang Baronas di ITS Surabaya.

Timnya ‘Rampas Doa Ibu,’ memang kalah di final. Ia dan dua rekannya, Putra Maula Yufen, 17 serta Dalila Baharmus, 17, hanya nangkring di peringkat dua. Meraih perak. Namun, tak tampak kecewa yang amat sangat dalam benak mereka.

Bahkan, mereka masih tampak bahagia. Gelak tawa mereka tunjukkan ketika bercerita pengalamannya. Semua itu bukannya tanpa alasan. Maklum, mereka kalah dengan tim satu sekolah. Yakni, tim Rampas Star War yang digawangi Muhammad Rif’an, 17; Jeffry Raihan Bahir, 15; dan Bilqis Fahima Azizah, 16.

KOMPAK: Pelajar peraih juara Lomba Robot Nasional (Baronas) saat berkumpul di ruang Kepala MAN 1 Pasuruan di Bangil, Nasrudin. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

“Tim kami hampir saja memenangi lomba. Tapi semua gagal, karena teman saya (Yufen, Red) menjatuhkan botol di area lomba. Dua kali yang membuat poin kami dikurangi,” ungkap Reda.

Lomba robot tingkat nasional itu digelar 17–20 Maret 2022. Sebelum kompetisi itu digelar, timnya sudah menyiapkan diri mengikuti lomba sejak Desember 2021.

MOST READ

BERITA TERBARU

/