alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Begini Cerita Pengalaman Mereka yang Sudah Divaksin Covid-19

Sejumlah pejabat publik, tokoh agama, dan masyarakat di Kota Pasuruan telah mengikuti vaksinasi Covid-19. Kini giliran tenaga kesehatan yang disuntik vaksin. Reaksi setelah vaksinasi, cukup beragam. Ada yang biasa saja. Ada yang merasakan nyeri beberapa saat setelah disuntik.

———————–

VAKSINASI di Kota Pasuruan resmi dimulai pada 28 Januari 2021. Setelah pencanangan vaksinasi oleh 10 pejabat publik dan beberapa tokoh, vaksinasi dilanjutkan kepada tenaga kesehatan. Ada 1.544 tenaga kesehatan yang divaksin dengan penyuntikan vaksin dua kali atau dua dosis.

Kepala Puskesmas Kandangsapi dr Ahmad Shohib menjadi salah satu tenaga kesehatan yang divaksin. Dia mengaku tak merasakan efek samping apapun setelah disuntik vaksin. “Tidak ada gejala apa-apa yang saya rasakan. Sampai sekarang aman,” ungkap dia.

Dia berharap masyarakat tak ragu untuk divaksin. Sebab, vaksin sudah diuji klinis. Dari sisi kesehatan, vaksin sudah dinyatakan aman bagi tubuh. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengeluarkan fatwa yang menyatakan vaksin tersebut halal dan suci.

“Jadi, masyarakat tidak perlu takut divaksin. Karena ini bagian dari upaya penanggulangan Covid-19,” ujarnya.

Koordinator Promosi Kesehatan di RSUD dr R Soedarsono Kinanty Putri Sarweni juga divaksin Jumat (29/1). Sehari setelah pencanangan vaksinasi kepada pejabat publik dan beberapa tokoh. Sebelum disuntik vaksin, ia lebih dulu menjalani screening kesehatan.

Ketika itu, tekanan darahnya normal, yakni 110/80. Setelah lolos screening, ia pun menuju meja ketiga. Yakni tempat penyuntikan vaksin. Proses penyuntikan pun berlangsung begitu cepat. Kinan –sapaannya- mengaku tak merasakan sakit ketika disuntik.

Hanya saja, beberapa saat setelah vaksinasi ada reaksi ringan yang dirasakan. Yakni, ada rasa nyeri di bahu yang disuntik. Namun tak lama kemudian, rasa nyeri itu hilang dengan sendirinya.

LALUI TAHAPAN: Sebelum divaksin, mereka harus mengikuti screening terlebih dahulu. (Foto: Dok. Radar Bromo)

“Rasa nyeri seperti itu normal ketika ada sesuatu yang dimasukkan ke tubuh. Tapi setelah itu biasa saja. Nggak ada efek sampai sekarang,” urai Kinan.

Sementara itu, Vita Yuni, seorang perawat di rumah sakit milik pemerintah itu justru tak mengalami reaksi apapun. Baik setelah disuntik, hingga tiga hari kemudian. Perempuan yang menjabat sebagai Komite Pengendalian Pencegahan Infeksi RSUD dr R Soedarsono itu bahkan tak merasakan sakit sedikit pun ketika vaksin disuntikkan di bahunya.

“Karena yang digunakan memang jarum khusus ya. Kecil, jadi nggak terasa sakit ketika disuntik,” kata Vita.

Menurutnya, lebih terasa suntikan vaksin Hepatitis ketimbang vaksin Covid-19. “Kalau dulu ada vaksin Hepatitis juga kan di lengan. Itu lebih terasa. Tapi vaksin Covid-19 kemarin nggak terasa sama sekali,” tambahnya.

Setelah divaksin, Vita pun kembali beraktivitas seperti biasa. Menurut Vita, juga tidak ada pantangan dalam mengonsumsi makanan setelah divaksin. Hanya saja, ia tetap menjaga pola makan dan istirahat teratur.

Ia juga berusaha memberikan pengertian kepada orang-orang terdekatnya bahwa vaksin Covid-19 benar-benar aman. Memang bagi masyarakat yang awam soal dunia medis, cenderung berpikir dua kali mendengar vaksin Covid-19 saat ini.

Puluhan Nakes di Kab Probolinggo Alami Ini usai Divaksin

“Memang harus pelan-pelan dalam memberikan edukasi, terutama kepada orang awam. Tapi yang terpenting, ini demi kesehatan bersama,” ujarnya.

Pengalaman serupa dituturkan Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail Marzuki Hasan. Dia termasuk yang pertama divaksin bersama beberapa pejabat publik dan tokoh. Mulanya, Ismail mengaku sempat khawatir tak lolos screening. “Karena malam sebelum divaksin, saya tidur terlalu larut. Ya sempat khawatir,” katanya.

Namun hasil screening-nya dalam kondisi siap divaksin. Setelahnya, dia pun tidak mengalami efek samping. Dia kembali beraktivitas di gedung parlemen seperti sebelumnya. Juga tetap meluangkan waktu berolahraga sepeda.

“Mungkin beda-beda ya reaksi orang setelah divaksin. Tapi saya sendiri, tidak ada apa-apa. Malah badan ini serasa lebih enak, tidur juga lelap,” bebernya.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat agar mengikuti program vaksinasi yang disediakan pemerintah. Dengan begitu, pandemi Covid-19 bisa segera teratasi. (tom/fun)

Sejumlah pejabat publik, tokoh agama, dan masyarakat di Kota Pasuruan telah mengikuti vaksinasi Covid-19. Kini giliran tenaga kesehatan yang disuntik vaksin. Reaksi setelah vaksinasi, cukup beragam. Ada yang biasa saja. Ada yang merasakan nyeri beberapa saat setelah disuntik.

———————–

VAKSINASI di Kota Pasuruan resmi dimulai pada 28 Januari 2021. Setelah pencanangan vaksinasi oleh 10 pejabat publik dan beberapa tokoh, vaksinasi dilanjutkan kepada tenaga kesehatan. Ada 1.544 tenaga kesehatan yang divaksin dengan penyuntikan vaksin dua kali atau dua dosis.

Kepala Puskesmas Kandangsapi dr Ahmad Shohib menjadi salah satu tenaga kesehatan yang divaksin. Dia mengaku tak merasakan efek samping apapun setelah disuntik vaksin. “Tidak ada gejala apa-apa yang saya rasakan. Sampai sekarang aman,” ungkap dia.

Dia berharap masyarakat tak ragu untuk divaksin. Sebab, vaksin sudah diuji klinis. Dari sisi kesehatan, vaksin sudah dinyatakan aman bagi tubuh. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengeluarkan fatwa yang menyatakan vaksin tersebut halal dan suci.

“Jadi, masyarakat tidak perlu takut divaksin. Karena ini bagian dari upaya penanggulangan Covid-19,” ujarnya.

Koordinator Promosi Kesehatan di RSUD dr R Soedarsono Kinanty Putri Sarweni juga divaksin Jumat (29/1). Sehari setelah pencanangan vaksinasi kepada pejabat publik dan beberapa tokoh. Sebelum disuntik vaksin, ia lebih dulu menjalani screening kesehatan.

Ketika itu, tekanan darahnya normal, yakni 110/80. Setelah lolos screening, ia pun menuju meja ketiga. Yakni tempat penyuntikan vaksin. Proses penyuntikan pun berlangsung begitu cepat. Kinan –sapaannya- mengaku tak merasakan sakit ketika disuntik.

Hanya saja, beberapa saat setelah vaksinasi ada reaksi ringan yang dirasakan. Yakni, ada rasa nyeri di bahu yang disuntik. Namun tak lama kemudian, rasa nyeri itu hilang dengan sendirinya.

LALUI TAHAPAN: Sebelum divaksin, mereka harus mengikuti screening terlebih dahulu. (Foto: Dok. Radar Bromo)

“Rasa nyeri seperti itu normal ketika ada sesuatu yang dimasukkan ke tubuh. Tapi setelah itu biasa saja. Nggak ada efek sampai sekarang,” urai Kinan.

Sementara itu, Vita Yuni, seorang perawat di rumah sakit milik pemerintah itu justru tak mengalami reaksi apapun. Baik setelah disuntik, hingga tiga hari kemudian. Perempuan yang menjabat sebagai Komite Pengendalian Pencegahan Infeksi RSUD dr R Soedarsono itu bahkan tak merasakan sakit sedikit pun ketika vaksin disuntikkan di bahunya.

“Karena yang digunakan memang jarum khusus ya. Kecil, jadi nggak terasa sakit ketika disuntik,” kata Vita.

Menurutnya, lebih terasa suntikan vaksin Hepatitis ketimbang vaksin Covid-19. “Kalau dulu ada vaksin Hepatitis juga kan di lengan. Itu lebih terasa. Tapi vaksin Covid-19 kemarin nggak terasa sama sekali,” tambahnya.

Setelah divaksin, Vita pun kembali beraktivitas seperti biasa. Menurut Vita, juga tidak ada pantangan dalam mengonsumsi makanan setelah divaksin. Hanya saja, ia tetap menjaga pola makan dan istirahat teratur.

Ia juga berusaha memberikan pengertian kepada orang-orang terdekatnya bahwa vaksin Covid-19 benar-benar aman. Memang bagi masyarakat yang awam soal dunia medis, cenderung berpikir dua kali mendengar vaksin Covid-19 saat ini.

Puluhan Nakes di Kab Probolinggo Alami Ini usai Divaksin

“Memang harus pelan-pelan dalam memberikan edukasi, terutama kepada orang awam. Tapi yang terpenting, ini demi kesehatan bersama,” ujarnya.

Pengalaman serupa dituturkan Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail Marzuki Hasan. Dia termasuk yang pertama divaksin bersama beberapa pejabat publik dan tokoh. Mulanya, Ismail mengaku sempat khawatir tak lolos screening. “Karena malam sebelum divaksin, saya tidur terlalu larut. Ya sempat khawatir,” katanya.

Namun hasil screening-nya dalam kondisi siap divaksin. Setelahnya, dia pun tidak mengalami efek samping. Dia kembali beraktivitas di gedung parlemen seperti sebelumnya. Juga tetap meluangkan waktu berolahraga sepeda.

“Mungkin beda-beda ya reaksi orang setelah divaksin. Tapi saya sendiri, tidak ada apa-apa. Malah badan ini serasa lebih enak, tidur juga lelap,” bebernya.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat agar mengikuti program vaksinasi yang disediakan pemerintah. Dengan begitu, pandemi Covid-19 bisa segera teratasi. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/