alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Ida Irawati, Pengusaha Kopi asal Tutur Beromzet Puluhan Juta Rupiah/ Bulan

Ida Irawati, 50, hanyalah satu dari sekian banyak petani kopi yang sukses. Yang patut dicontoh dari Ida yaitu, semangatnya berjuang dari nol. Mulai jadi menjual kopi bubuk olahan biasa, sampai meraup omzet puluhan juta rupiah per bulan.

 

MUKHAMAD ROSYIDI, Tutur, Radar Bromo

Kabupaten Pasuruan merupakan daerah penghasil kopi. Berdasarkan data yang ada pada website resmi Pemkab Pasuruan, pasuruankab.go.id, luas perkebunan kopi di Kabupaten Pasuruan pada 2018 mencapai 4.365 hektare.

Dengan lahan seluas itu, petani kopi mampu memproduksi 1.176,9 ton biji kopi kering (OC) atau 557.13 kg OC per hektare yang dikemas dalam bentuk bubuk kopi dan kemasan sangrai (roasted bean).

Dari sekian banyak petani kopi di Kabupaten Pasuruan, Ida Irawati, 50, adalah yang tergolong sukses. Bersama suaminya Winarso, warga Desa Gunungsari, Kecamatan Tutur, itu berhasil menciptakan kopi premium yang dijual hingga luar kota.

Bukan kopi premium biasa. Dia memproduksi kopi organik. Baik dari jenis Robusta, juga Arabika.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras berdua. Sekarang semuanya saya yang nangani,” katanya saat ditemui beberapa waktu lalu di rumahnya di Desa Gunungsari.

Meski sudah separo baya, Ida masih energik. Sambil bermain dengan cucunya, dia banyak membagikan perjuangannya di ruang depan rumahnya. Di sana, beberapa jenis produk kopi dipajang.

Ida Irawati, 50, hanyalah satu dari sekian banyak petani kopi yang sukses. Yang patut dicontoh dari Ida yaitu, semangatnya berjuang dari nol. Mulai jadi menjual kopi bubuk olahan biasa, sampai meraup omzet puluhan juta rupiah per bulan.

 

MUKHAMAD ROSYIDI, Tutur, Radar Bromo

Kabupaten Pasuruan merupakan daerah penghasil kopi. Berdasarkan data yang ada pada website resmi Pemkab Pasuruan, pasuruankab.go.id, luas perkebunan kopi di Kabupaten Pasuruan pada 2018 mencapai 4.365 hektare.

Dengan lahan seluas itu, petani kopi mampu memproduksi 1.176,9 ton biji kopi kering (OC) atau 557.13 kg OC per hektare yang dikemas dalam bentuk bubuk kopi dan kemasan sangrai (roasted bean).

Dari sekian banyak petani kopi di Kabupaten Pasuruan, Ida Irawati, 50, adalah yang tergolong sukses. Bersama suaminya Winarso, warga Desa Gunungsari, Kecamatan Tutur, itu berhasil menciptakan kopi premium yang dijual hingga luar kota.

Bukan kopi premium biasa. Dia memproduksi kopi organik. Baik dari jenis Robusta, juga Arabika.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras berdua. Sekarang semuanya saya yang nangani,” katanya saat ditemui beberapa waktu lalu di rumahnya di Desa Gunungsari.

Meski sudah separo baya, Ida masih energik. Sambil bermain dengan cucunya, dia banyak membagikan perjuangannya di ruang depan rumahnya. Di sana, beberapa jenis produk kopi dipajang.

MOST READ

BERITA TERBARU

/