alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Tambah Tiga Tapping Box di Restoran dan Rumah Makan

PURWOREJO, Radar Bromo- Pendapatan dari sektor pajak daerah di Kota Pasuruan, terus digenjot. Pemasangan tapping box menjadi salah satu jurus andalan agar penerimaan daerah optimal. Belum lama ini, Pemkot menambah tiga tapping box. Sasarannya, restoran atau rumah makan yang menjadi wajib pungut pajak.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pasuruan Siti Zuniati menyatakan, pemasangan tapping box itu bukan yang pertama. Sebelumnya, Pemkot telah memasang alat perekam itu di sembilan wajib pajak. Seluruhnya berada di rumah makan. Alat itu sudah berfungsi sejak 2019.

“Sekarang ada penambahan tapping box untuk tiga resto yang menjadi wajib pungut. Jadi, totalnya ada 12 tapping box yang sudah terpasang,” katanya.

Zuniati yakin, adanya alat ini akan berdampak baik terhadap penerimaan pajak daerah. Fungsinya merekam transaksi yang dilakukan melalui mesin kasir. Setiap transaksi, akan terhitung pajak yang mesti dikeluarkan konsumen. Pada akhir bulan, alat itu akan mengalkulasi besaran pajak yang harus dibayar kepada pemerintah.

“Aplikasinya tidak hanya bisa diakses wajib pungut. Tetapi, KPK, Bapenda, dan pihak bank bisa mengetahui. Dengan begini, monitoring-nya lebih maksimal,” ujar Zuniati.

Ia mengatakan, tiga tapping box yang baru terpasang itu masih dalam taraf uji coba. Namun, dipastikan sudah bisa difungsikan. Rencananya, akan dioperasikan mulai awal bulan depan. “Semoga ke depan akan lebih optimal dalam perhitungan pajaknya,” bebernya.

Diketahui, pajak restoran memang menjadi salah satu penyumbang dalam pendapatan asli daerah (PAD). Meski nilainya bukan yang paling dominan. Dari Rp 30 miliar target penerimaan tahun ini, pajak restoran ditarget bisa menyentuh Rp 2 miliar. Dalam tiga bulan pertama, penerimaan pajak restoran yang sudah terealisasi Rp 388 juta. Pajak daerah lainnya bersumber dari pajak hotel, hiburan, reklame, penerangan jalan dan beberapa sektor lagi. (tom/fun)

 

PURWOREJO, Radar Bromo- Pendapatan dari sektor pajak daerah di Kota Pasuruan, terus digenjot. Pemasangan tapping box menjadi salah satu jurus andalan agar penerimaan daerah optimal. Belum lama ini, Pemkot menambah tiga tapping box. Sasarannya, restoran atau rumah makan yang menjadi wajib pungut pajak.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pasuruan Siti Zuniati menyatakan, pemasangan tapping box itu bukan yang pertama. Sebelumnya, Pemkot telah memasang alat perekam itu di sembilan wajib pajak. Seluruhnya berada di rumah makan. Alat itu sudah berfungsi sejak 2019.

“Sekarang ada penambahan tapping box untuk tiga resto yang menjadi wajib pungut. Jadi, totalnya ada 12 tapping box yang sudah terpasang,” katanya.

Zuniati yakin, adanya alat ini akan berdampak baik terhadap penerimaan pajak daerah. Fungsinya merekam transaksi yang dilakukan melalui mesin kasir. Setiap transaksi, akan terhitung pajak yang mesti dikeluarkan konsumen. Pada akhir bulan, alat itu akan mengalkulasi besaran pajak yang harus dibayar kepada pemerintah.

“Aplikasinya tidak hanya bisa diakses wajib pungut. Tetapi, KPK, Bapenda, dan pihak bank bisa mengetahui. Dengan begini, monitoring-nya lebih maksimal,” ujar Zuniati.

Ia mengatakan, tiga tapping box yang baru terpasang itu masih dalam taraf uji coba. Namun, dipastikan sudah bisa difungsikan. Rencananya, akan dioperasikan mulai awal bulan depan. “Semoga ke depan akan lebih optimal dalam perhitungan pajaknya,” bebernya.

Diketahui, pajak restoran memang menjadi salah satu penyumbang dalam pendapatan asli daerah (PAD). Meski nilainya bukan yang paling dominan. Dari Rp 30 miliar target penerimaan tahun ini, pajak restoran ditarget bisa menyentuh Rp 2 miliar. Dalam tiga bulan pertama, penerimaan pajak restoran yang sudah terealisasi Rp 388 juta. Pajak daerah lainnya bersumber dari pajak hotel, hiburan, reklame, penerangan jalan dan beberapa sektor lagi. (tom/fun)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/