alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Pasar Murah di Kota Pasuruan Hanya Bisa Dinikmati Kalangan Tertentu

PASURUAN, Radar Bromo- Saban tahun, Pemkot Pasuruan, menggelar Pasar Murah. Biasanya di gelar pada pertengahan Ramadan. Tujuannya, sebagai upaya pengendalian harga bahan pokok mendekati Hari Raya Idul Fitri. Sehingga, daya beli masyarakat diharapkan tetap stabil. Namun, hanya warga tertentu yang bisa menikmatinya.

Pasar Murah di Kota Pasuruan, tidak lagi digelar secara konvensional. Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Edy Trisulo Yudo mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi pertimbangan utama. Karenanya, Pasar Murah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Untuk mengantisipasi kerumunan di masa pandemi, pendistribusian paket sembako murah diubah. “Kami kerja sama dengan ojek online untuk mendistribusikan. Ada 26 petugas yang mengantarkan paket sembako,” katanya.

Dia menyebutkan, ada 1.500 paket sembako yang disediakan Pemkot. Seluruhnya diperuntukkan bagi warga kurang mampu. Setiap paket sembako dibandrol dengan harga senilai Rp 30 ribu. Berisi 3 kilogram beras, 1 kilogram gula, 1 liter minyak goreng, dan mi instan. “Harga normalnya sekitar Rp 71 ribu. Tetapi yang dijual sekarang Rp 30 ribu,” tambah Kasi Pengembangan Perdagangan, Dhita Ariyanti Pratiwi.

Menurut Dhita, harga paket sembako itu dibuat lebih murah dibanding harga normal. Harapannya, idak ada lonjakan harga yang melambung. Khususnya, menjelang Lebaran.

“Paket sembako yang disiapkan ada 1.500 paket, itu yang dijual ke masyarakat dengan separo harga. Hasilnya nanti dibelikan lagi dengan sistem revolving hingga total keseluruhan 2.517 paket,” bebernya.

Warga yang berhak membeli paket sembako murah sangat terbatas. Dhita menyebutkan, Pemkot memang menyeleksinya. “Pendataannya dilakukan melalui kelurahan. Memang harus sangat selektif agar tepat sasaran bagi yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya. (tom/rud)

PASURUAN, Radar Bromo- Saban tahun, Pemkot Pasuruan, menggelar Pasar Murah. Biasanya di gelar pada pertengahan Ramadan. Tujuannya, sebagai upaya pengendalian harga bahan pokok mendekati Hari Raya Idul Fitri. Sehingga, daya beli masyarakat diharapkan tetap stabil. Namun, hanya warga tertentu yang bisa menikmatinya.

Pasar Murah di Kota Pasuruan, tidak lagi digelar secara konvensional. Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Edy Trisulo Yudo mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi pertimbangan utama. Karenanya, Pasar Murah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Untuk mengantisipasi kerumunan di masa pandemi, pendistribusian paket sembako murah diubah. “Kami kerja sama dengan ojek online untuk mendistribusikan. Ada 26 petugas yang mengantarkan paket sembako,” katanya.

Dia menyebutkan, ada 1.500 paket sembako yang disediakan Pemkot. Seluruhnya diperuntukkan bagi warga kurang mampu. Setiap paket sembako dibandrol dengan harga senilai Rp 30 ribu. Berisi 3 kilogram beras, 1 kilogram gula, 1 liter minyak goreng, dan mi instan. “Harga normalnya sekitar Rp 71 ribu. Tetapi yang dijual sekarang Rp 30 ribu,” tambah Kasi Pengembangan Perdagangan, Dhita Ariyanti Pratiwi.

Menurut Dhita, harga paket sembako itu dibuat lebih murah dibanding harga normal. Harapannya, idak ada lonjakan harga yang melambung. Khususnya, menjelang Lebaran.

“Paket sembako yang disiapkan ada 1.500 paket, itu yang dijual ke masyarakat dengan separo harga. Hasilnya nanti dibelikan lagi dengan sistem revolving hingga total keseluruhan 2.517 paket,” bebernya.

Warga yang berhak membeli paket sembako murah sangat terbatas. Dhita menyebutkan, Pemkot memang menyeleksinya. “Pendataannya dilakukan melalui kelurahan. Memang harus sangat selektif agar tepat sasaran bagi yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya. (tom/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/