alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Bisnis Rental Mobil Tiarap akibat Aturan Larangan Mudik

KRAKSAAN, Radar Bromo– Bukan hanya perusahaan otobus (PO) yang harus kecewa dengan adanya peraturan larangan mudik di Lebaran kali ini. Kebijakan yang tahun lalu juga sudah ada tersebut, ikut mempengaruhi penyewaan rental mobil.

Padahal biasanya momen Ramadan hingga Lebaran, para pelaku usaha rental bisa mendulang rupiah. Sebab unit mobil mereka laris manis disewa. Utamanya dipakai untuk melakukan perjalanan ke luar daerah.

Adanya larangan mudik tersebut salah satunya dikeluhkan Ratno Hendra Sasongko, salah satu pengusaha rental mobil asal Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan. Ia menuturkan bahwa sejak awal bulan puasa usahanya harus tiarap.

“Sudah sekitar 15 hari lebih usaha saya tidak berjalan. Hal itu lantaran adanya larangan mudik dari pemerintah. Selain itu mungkin pandemi Covid-19 masih diwaspadai oleh masyarakat,” ujarnya, Rabu (28/4).

Ia meyakini bahwa adanya larangan mudik membuat beberapa masyarakat yang hendak memakai jasa rental mobilnya, mengurungkan niat. Mengingat menurutnya, larangan mudik tersebut juga diikuti dengan kebijakan penyekatan di beberapa daerah.

“Mungkin dari sana yang hendak memakai jasa rental saya ya takut. Sehingga mengurungkan niatnya,” ujarnya.

Ratno tak menampik saat Ramadan usaha rental mobil lagi ramai-ramainya. Penyewa biasanya menggunakan jasa rental mobil untuk mudik ke luar kota.

“Nah pertengahan Ramadan biasanya sudah banyak orang yang yang pesan di awal. Umumnya membayar 50 persen dari tarif. Tarif sendiri per harinya saya patok Rp 250.000. Unit saya ada 5 mobil. Nah saat Ramadan ini tidak ada yang menyewa,” ujarnya.

Berbeda sebelum Ramadan ia menuturkan usaha rental mobilnya berjalan lancar. Tiap harinya 5 mobil yang disediakan pasti disewa oleh orang.  “Biasanya mobil datang ada yang nyewa lagi seperti itu. Nah Ramadan ini memang tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Untuk tetap mendapatkan pemasukan keuangan, Ratno menyebutkan dirinya mencoba untuk usaha ternak bebek. Dimana dalam merintis usaha barunya tersebut iya mengeluarkan modal tabungannya.  “Ya agar tetap bisa ada pemasukan kayaknya saya coba-coba untuk berternak bebek,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Syafi’i, pemilik rental mobil asal Besuk. Setali tiga uang, mobil milik Syafi’i saat ini tidak ada yang keluar. Kalaupun ada, biasanya penyewa hanya memakai mobil rentalnya untuk kepentingan di dalam daerah.

“Misal seperti pernikahan, dan kegiatan lain kekeluargaan masih ada yang menyewa tapi dalam daerah. Ini untuk minibus. Untuk mobil pribadi sendiri masih belum ada yang menyewa. Total ada ada 3 mobil yang digunakan untuk usaha rental,” ujarnya. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo– Bukan hanya perusahaan otobus (PO) yang harus kecewa dengan adanya peraturan larangan mudik di Lebaran kali ini. Kebijakan yang tahun lalu juga sudah ada tersebut, ikut mempengaruhi penyewaan rental mobil.

Padahal biasanya momen Ramadan hingga Lebaran, para pelaku usaha rental bisa mendulang rupiah. Sebab unit mobil mereka laris manis disewa. Utamanya dipakai untuk melakukan perjalanan ke luar daerah.

Adanya larangan mudik tersebut salah satunya dikeluhkan Ratno Hendra Sasongko, salah satu pengusaha rental mobil asal Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan. Ia menuturkan bahwa sejak awal bulan puasa usahanya harus tiarap.

“Sudah sekitar 15 hari lebih usaha saya tidak berjalan. Hal itu lantaran adanya larangan mudik dari pemerintah. Selain itu mungkin pandemi Covid-19 masih diwaspadai oleh masyarakat,” ujarnya, Rabu (28/4).

Ia meyakini bahwa adanya larangan mudik membuat beberapa masyarakat yang hendak memakai jasa rental mobilnya, mengurungkan niat. Mengingat menurutnya, larangan mudik tersebut juga diikuti dengan kebijakan penyekatan di beberapa daerah.

“Mungkin dari sana yang hendak memakai jasa rental saya ya takut. Sehingga mengurungkan niatnya,” ujarnya.

Ratno tak menampik saat Ramadan usaha rental mobil lagi ramai-ramainya. Penyewa biasanya menggunakan jasa rental mobil untuk mudik ke luar kota.

“Nah pertengahan Ramadan biasanya sudah banyak orang yang yang pesan di awal. Umumnya membayar 50 persen dari tarif. Tarif sendiri per harinya saya patok Rp 250.000. Unit saya ada 5 mobil. Nah saat Ramadan ini tidak ada yang menyewa,” ujarnya.

Berbeda sebelum Ramadan ia menuturkan usaha rental mobilnya berjalan lancar. Tiap harinya 5 mobil yang disediakan pasti disewa oleh orang.  “Biasanya mobil datang ada yang nyewa lagi seperti itu. Nah Ramadan ini memang tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Untuk tetap mendapatkan pemasukan keuangan, Ratno menyebutkan dirinya mencoba untuk usaha ternak bebek. Dimana dalam merintis usaha barunya tersebut iya mengeluarkan modal tabungannya.  “Ya agar tetap bisa ada pemasukan kayaknya saya coba-coba untuk berternak bebek,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Syafi’i, pemilik rental mobil asal Besuk. Setali tiga uang, mobil milik Syafi’i saat ini tidak ada yang keluar. Kalaupun ada, biasanya penyewa hanya memakai mobil rentalnya untuk kepentingan di dalam daerah.

“Misal seperti pernikahan, dan kegiatan lain kekeluargaan masih ada yang menyewa tapi dalam daerah. Ini untuk minibus. Untuk mobil pribadi sendiri masih belum ada yang menyewa. Total ada ada 3 mobil yang digunakan untuk usaha rental,” ujarnya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/