alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Besaran Iuran Ditetapkan Kembali, Lalu Apa Kata Mereka?

PASURUAN, Radar Bromo – Sudah sepekan pemerintah secara resmi menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 yang mengatur tentang penyesuaian besaran iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Beragam respons bermunculan hingga cuitan “BPJS” sempat mengisi tren teratas di jagad Twitter Indonesia pada 13 Mei 2020 lalu.

Meskipun banyak tone yang sifatnya negatif, namun tak jarang dukungan mengalir atas penyesuaian iuran bulan Juli nanti. Yuliastutik misalnya. Wanita berusia 28 tahun ini justru mendukung kebijakan pemerintah dalam melakukan penyesuaian iuran kembali. Baginya, hal ini sangatlah lumrah lantaran biaya pengobatan yang ia tahu terus mengalami peningkatan.

Dirinya juga melihat kepedulian pemerintah yang terus memberikan subsidi kepada peserta kelas III untuk segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP).“Jadi kan memang ada orang yang (ekonomi) menengah ke atas maupun ke bawah. Kalau yang menengah ke atas ini mungkin tidak jadi masalah ya. Tapi saya memaklumi untuk orang-orang yang selain mereka dengan naiknya iuran nanti. Apalagi sehat ini mahal. Jadi, kalau berobat tanpa BPJS ini rasanya berat, apalagi kalau sudah sakit sampai operasi. Terpenting, BPJS ini terus ada karena kalau tidak kuat bayar bisa turun kelas dan di kelas III, saya tahu ada bantuannya dari pemerintah,” ungkapnya saat sedang mengurus kepesertaan di Kantor Layanan Operasional Kabupaten Probolinggo.

Tutik, sapaan akrabnya, memang sudah lama menjadi peserta JKN-KIS. Meskipun belum pernah merasakan manfaatnya secara langsung, namun ia tahu persis bagaimana sang kakek terbantu dengan adanya program JKN-KIS. Diceritakannya, sang kakek pernah mengidap kanker prostat yang mengharuskannya dirawat di RSUD dr. Moh. Saleh, Kota Probolinggo selama sepekan. Tak hanya itu, orang tua Tutik juga pernah merasakan manfaat yang sama saat menjalani perawatan akibat penyakit lambung.

“Kalau merasakan, Alhamdulillah tidak pernah ya. Saya bersyukur dikasih sehat terus sama Allah. Tapi, dulu kakek pernah sampai ke rumah sakit karena sakit kanker prostat. Terus orang tua saya juga pakai BPJS waktu pengobatan sakit lambungnya. Bermanfaat sekali ya karena kalau gak ada BPJS, pasti bingung keluarga saya. Jadi yang penting iurannya dibayar terus biar (kepesertaan) aktif terus karena kalau menunggak kita sendiri yang susah pas sakit tiba-tiba,” tuturnya.

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan Barito, 64, salah seorang peserta JKN-KIS yang juga masih berjuang melawan gula darahnya. Ia turut berkomentar dengan kabar penyesuaian iuran baru-baru ini. Ditemui usai mengurus kepesertaan di Kantor Layanan Operasional Kabupaten Pasuruan, dirinya sempat terkejut dengan kebijakan yang kembali dikeluarkan oleh pemerintah. Namun, saat banyak melihat pemberitaan di media televisi, ia memilih berdamai dengan keadaan sembari bersyukur lantaran pengobatannya masih lancar dengan menggunakan BPJS Kesehatan.

“Kaget soalnya baru turun kok sudah naik lagi. Tapi pas tahu kalau ada subsidinya, saya lega. Kalau memang untuk kebaikan dan pelayanannya juga ditingkatkan, saya mendukung. Kalau saya yang penting itu dulu. Masalah kelas memang saya ambil yang kelas III karena terjangku dan yang penting saya bisa berobat terus pakai BPJS. Jadi, kalau untuk kebaikan bersama saya menerima, yang penting BPJS ini ada karena orang-orang memang membutuhkan,” pungkas bapak yang berprofesi sebagai kusir ini. (ar/vn/adv)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Tak Kenal Maka Tak Kebal Bukan Sekadar Jargon

Vaksin menciptakan sistem kekebalan tubuh secara spesifik atau khusus untuk dapat melawan penyakit tertentu.

Kembang Kempis Kerajinan Perak di Gajahbendo, Kecamatan Beji

Kerajinan perak sempat menjadi primadona di Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Bahkan, puluhan warga setempat menggantungkan hidupnya dari industri perak. Namun, kondisinya saat ini berubah.

Bawaslu Limpahkan Laporan Skor Debat ke Polres

Bawaslu Kota Pasuruan, menyatakan laporan dugaan pelanggaran pilkada terkait adanya skor debat kedua Pilwali Pasuruan 2020, memenuhi syarat formil dan materil.

Curanmor Marak, Polresta Probolinggo Evaluasi Pelayanan

Dalam bulan ini, tercatat telah terjadi lima kali curanmor dan pelakunya belum tertangkap.

Pakai Huruf Pegon, Kiai Nawawi Tulis Maklumat Dukung Gus Ipul

Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri K.H. Nawawi Abdul Djalil mengeluarkan maklumat terkait Pilwali Pasuruan 2020.