alexametrics
27C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kuota Asuransi Ternak 2.500, Baru Terealisasi 394

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PASURUAN, Radar Bromo – Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pasuruan menargetkan kuota 2.500 untuk asuransi ternak. Hingga triwulan pertama, realisasi baru 394 ternak.

Data DPKP menyebutkan, jumlah kuota asuransi ternak pada 2021 meningkat dibandingkan sebelumnya. Pada 2020, dinas mendapatkan kuota 2.000 ternak. Realisasinya mencapai 2.046. Tahun ini kuota ditambah menjadi 2.500 dan baru terealisasi 394.

Kepala DPKP Kabupaten Pasuruan Diana Lukita Rahayu menyatakan, yakin kuota tersebut akan tercapai. Menurut dia, banyak peternak yang mengasuransikan hewan ternaknya. “Melihat pada 2020 melampaui kuota, tahun ini kami optimistis,” katanya.

Jumlah capaian 394 tersebut bakal terus bertambah. Saat ini memang data yang masuk masih sedikit. Namun lanjut Diana, jumlah pastinya baru bisa dilihat pada akhir 2021. ”Ya dilihat progres tahun sebelumnya bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Diana menjelaskan, dalam program asuransi ternak ini, premi tidak dibayar seratus persen oleh peternak. Ada subsidi dari pemerintah. Premi per tahun per ekor hewan sekitar Rp 200 ribu.

“Komposisi pembayaran 80 persen disubsidi pemerintah. Jika diangkakan, itu sekitar Rp 160 ribu per tahun,” tandas Diana. Jadi, peternak hanya bayar Rp 40 ribu per tahun. Cuma 20 persen dari seluruh biaya premi. “Peternak tidak akan rugi. Karena lebih besar premi yang dibayar dari subsidi,” terangnya. (sid/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, Radar Bromo – Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pasuruan menargetkan kuota 2.500 untuk asuransi ternak. Hingga triwulan pertama, realisasi baru 394 ternak.

Data DPKP menyebutkan, jumlah kuota asuransi ternak pada 2021 meningkat dibandingkan sebelumnya. Pada 2020, dinas mendapatkan kuota 2.000 ternak. Realisasinya mencapai 2.046. Tahun ini kuota ditambah menjadi 2.500 dan baru terealisasi 394.

Kepala DPKP Kabupaten Pasuruan Diana Lukita Rahayu menyatakan, yakin kuota tersebut akan tercapai. Menurut dia, banyak peternak yang mengasuransikan hewan ternaknya. “Melihat pada 2020 melampaui kuota, tahun ini kami optimistis,” katanya.

Mobile_AP_Half Page

Jumlah capaian 394 tersebut bakal terus bertambah. Saat ini memang data yang masuk masih sedikit. Namun lanjut Diana, jumlah pastinya baru bisa dilihat pada akhir 2021. ”Ya dilihat progres tahun sebelumnya bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Diana menjelaskan, dalam program asuransi ternak ini, premi tidak dibayar seratus persen oleh peternak. Ada subsidi dari pemerintah. Premi per tahun per ekor hewan sekitar Rp 200 ribu.

“Komposisi pembayaran 80 persen disubsidi pemerintah. Jika diangkakan, itu sekitar Rp 160 ribu per tahun,” tandas Diana. Jadi, peternak hanya bayar Rp 40 ribu per tahun. Cuma 20 persen dari seluruh biaya premi. “Peternak tidak akan rugi. Karena lebih besar premi yang dibayar dari subsidi,” terangnya. (sid/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2