alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Kenaikan Tarif Cukai Bisa Picu PHK

SUKOREJO, Radar Bromo – Menjelang pergantian tahun, kenaikan tarif cukai rokok sigaret kretek tangan (SKT) belum jelas. Masih menunggu keputusan Kementerian Keuangan RI. Namun, sejumlah pengusaha dan serikat pekerja di Kabupaten Pasuruan berharap tidak naik.

“Kabar tarif cukai rokok SKT untuk tahun depan tengah kami nantikan. Mudah-mudahan tetap atau tidak naik,” ujar Direktur KUD Sumberejo Nurul Huda.

KUD Sumberejo merupakan salah satu unit usaha yang memproduksi rokok SKT. Menurut Nurul Huda, para pengusaha dan pabrik rokok SKT berharap tidak ada kenaikan tarif cukai rokok SKT.

Karena, selama pandemi Covid-19, pemasaran hasil produksinya cukup berat. Serta, sangat berpengaruh terhadap proses dan biaya produksi. “Apabila naik, maka efisiensi atau PHK (pemutusan hubungan kerja) karyawan tidak bisa dihindari. Tentunya tidak dalam jumlah sedikit. Ini jangan sampai terjadi,” ujarnya.

Hal senanda diutarakan Ketua PC FSP RTMM SPSI Kabupaten Pasuruan Suherman. Katanya, sejumlah perwakilan pengurus serikat pekerja, baik di tingkat daerah hingga provinsi, telah bertemu. Mereka telah menyampaikan aspirasinya ke Jakarta.

“Ditemui utusan dari Setneg. Tarif cukai rokok SKT saat ini sudah cukup besar. Bersamaan adanya pandemi, belum saatnya naik. Tetap saja seperti sekarang sudah berat, apalagi naik,” ujarnya.

SUKOREJO, Radar Bromo – Menjelang pergantian tahun, kenaikan tarif cukai rokok sigaret kretek tangan (SKT) belum jelas. Masih menunggu keputusan Kementerian Keuangan RI. Namun, sejumlah pengusaha dan serikat pekerja di Kabupaten Pasuruan berharap tidak naik.

“Kabar tarif cukai rokok SKT untuk tahun depan tengah kami nantikan. Mudah-mudahan tetap atau tidak naik,” ujar Direktur KUD Sumberejo Nurul Huda.

KUD Sumberejo merupakan salah satu unit usaha yang memproduksi rokok SKT. Menurut Nurul Huda, para pengusaha dan pabrik rokok SKT berharap tidak ada kenaikan tarif cukai rokok SKT.

Karena, selama pandemi Covid-19, pemasaran hasil produksinya cukup berat. Serta, sangat berpengaruh terhadap proses dan biaya produksi. “Apabila naik, maka efisiensi atau PHK (pemutusan hubungan kerja) karyawan tidak bisa dihindari. Tentunya tidak dalam jumlah sedikit. Ini jangan sampai terjadi,” ujarnya.

Hal senanda diutarakan Ketua PC FSP RTMM SPSI Kabupaten Pasuruan Suherman. Katanya, sejumlah perwakilan pengurus serikat pekerja, baik di tingkat daerah hingga provinsi, telah bertemu. Mereka telah menyampaikan aspirasinya ke Jakarta.

“Ditemui utusan dari Setneg. Tarif cukai rokok SKT saat ini sudah cukup besar. Bersamaan adanya pandemi, belum saatnya naik. Tetap saja seperti sekarang sudah berat, apalagi naik,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/