alexametrics
24 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Hujan Turun, Produksi Garam di Kab Probolinggo Kembali Terganggu

DRINGU, Radar Bromo – Produksi garam di Kabupaten Probolinggo sempat menggeliat. Namun, kini kembali tersendat. Produksinya kembali merosot lantaran sudah mulai hujan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, sampai Agustus, terjadi penambahan produksi garam cukup signifikan. Karena, wilayah produksi garam mulai menggenjot produksinya. Hasilnya mampu mengurangi beban target yang harus dicapai tahun ini.

“Pada Agustus, ada penambahan 2.250 ton. Cukup banyak dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Sementara total target yang sudah dicapai adalah 3.006,7 ton,” ujarnya.

Kendati dirasa sudah cukup baik, Hari mengatakan, target yang harus dicapai tahun ini cukup berat. Pihaknya harus mampu memproduksi 22.000 ton garam. Sementara, sejauh ini baru mencapai 14 persen.

Di Kabupaten Probolinggo, ada sejumlah kecamatan penghasil garam. Di antaranya, Kecamatan Gending, Pajarakan, Kraksaan, dan Paiton. Namun, proses produksi itu sangat tergantung terhadap cuaca.

“Musim kemarau merupakan musim yang sangat ditunggu petambak garam. Cuaca yang panas dan terik sangat memengaruhi produktivitas dan kualitas garam,” jelasnya.

Memasuki September, hujan kembali terjadi di beberapa wilayah penghasil garam. Menyebabkan produksi garam kembali terganggu. Dalam proses kristalisasi, cuaca harus panas. Jika dalam prosesnya kemudian hujan, kristalisasi butiran garam pun gagal.

“Cuaca tidak menentu tidak bisa diprediksi tren kenaikannya. Produksi garam yang harus dicapai cukup berat,” ujarnya. (ar/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Produksi garam di Kabupaten Probolinggo sempat menggeliat. Namun, kini kembali tersendat. Produksinya kembali merosot lantaran sudah mulai hujan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, sampai Agustus, terjadi penambahan produksi garam cukup signifikan. Karena, wilayah produksi garam mulai menggenjot produksinya. Hasilnya mampu mengurangi beban target yang harus dicapai tahun ini.

“Pada Agustus, ada penambahan 2.250 ton. Cukup banyak dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Sementara total target yang sudah dicapai adalah 3.006,7 ton,” ujarnya.

Kendati dirasa sudah cukup baik, Hari mengatakan, target yang harus dicapai tahun ini cukup berat. Pihaknya harus mampu memproduksi 22.000 ton garam. Sementara, sejauh ini baru mencapai 14 persen.

Di Kabupaten Probolinggo, ada sejumlah kecamatan penghasil garam. Di antaranya, Kecamatan Gending, Pajarakan, Kraksaan, dan Paiton. Namun, proses produksi itu sangat tergantung terhadap cuaca.

“Musim kemarau merupakan musim yang sangat ditunggu petambak garam. Cuaca yang panas dan terik sangat memengaruhi produktivitas dan kualitas garam,” jelasnya.

Memasuki September, hujan kembali terjadi di beberapa wilayah penghasil garam. Menyebabkan produksi garam kembali terganggu. Dalam proses kristalisasi, cuaca harus panas. Jika dalam prosesnya kemudian hujan, kristalisasi butiran garam pun gagal.

“Cuaca tidak menentu tidak bisa diprediksi tren kenaikannya. Produksi garam yang harus dicapai cukup berat,” ujarnya. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/