alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Enam Bulan Pendapatan dari Tera Ulang Belum Separo dari Target

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo masih berupaya keras mencapai target retribusi pelayanan tera dan tera ulang yang telah dibebankan. Pada pekan ketiga bulan Juni, pendapatan masih belum mencapai separo target.

Kepala UPT Metrologi Legal Disperindag Kabupaten Probolinggo Diyah Setyo Rini menuturkan jika tahun ini pihaknya ditarget sebesar Rp 155 juta. Dimana capaian retribusi akan diperolah dari pelayanan tera dan tera ulang alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP). Semuanya dilaksanakan di Kantor UPT Metrologi Legal dan luar kantor.

“Sampai pekan lalu capaian masih sekitar 43 persen atau Rp 67 juta. Masih kami upayakan terus terkejar. Untuk pelayanan diluar kantor akan dilakukan di pasar, SPBU hingga perusahaan,” katanya.

Lanjut Diyah, pada prinsipnya pelayanan tera dan tera ulang bukan hanya untuk memperoleh dan mencapai retribusi. Akan tetapi juga untuk melindungi konsumen dari pedagang nakal yang bermain-main dengan alat UTTP. Sehingga ukuran yang harus diterima oleh konsumen harus sesuai. Termasuk lebih menjamin serta memberikan kepuasan pada konsumen.

“Tujuan utama melindungi konsumen dari alat UTTP pedagang pasar maupun perusahaan yang tidak sesuai. Jika alat yang dipakai sudah sesuai maka konsumen akan puas dan tidak dirugikan,” ungkapnya.

Berkaitan dengan penentuan besaran tarif yang dikenakan pada alat UTTP dalam pelayanan tera dan tera ulang, Diyah menyebutkan, jika semua telah ditetapkan pada Peraturan Daerah (Perda). Yakni Perda Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Umum dan Peraturan Bupati (Perbup) Probolinggo Nomor 44 Tahun 2020 Tentang Penyesuaian Tarif Tera Ulang.

“Pembebanan tarif sudah diatur, jadi apa yang dilaksanakan sudah sejalan dengan regulasi yang jelas. Pengenaan tarif tentunya sudah dipertimbangkan agar tidak memberatkan,” tuturnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo masih berupaya keras mencapai target retribusi pelayanan tera dan tera ulang yang telah dibebankan. Pada pekan ketiga bulan Juni, pendapatan masih belum mencapai separo target.

Kepala UPT Metrologi Legal Disperindag Kabupaten Probolinggo Diyah Setyo Rini menuturkan jika tahun ini pihaknya ditarget sebesar Rp 155 juta. Dimana capaian retribusi akan diperolah dari pelayanan tera dan tera ulang alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP). Semuanya dilaksanakan di Kantor UPT Metrologi Legal dan luar kantor.

“Sampai pekan lalu capaian masih sekitar 43 persen atau Rp 67 juta. Masih kami upayakan terus terkejar. Untuk pelayanan diluar kantor akan dilakukan di pasar, SPBU hingga perusahaan,” katanya.

Lanjut Diyah, pada prinsipnya pelayanan tera dan tera ulang bukan hanya untuk memperoleh dan mencapai retribusi. Akan tetapi juga untuk melindungi konsumen dari pedagang nakal yang bermain-main dengan alat UTTP. Sehingga ukuran yang harus diterima oleh konsumen harus sesuai. Termasuk lebih menjamin serta memberikan kepuasan pada konsumen.

“Tujuan utama melindungi konsumen dari alat UTTP pedagang pasar maupun perusahaan yang tidak sesuai. Jika alat yang dipakai sudah sesuai maka konsumen akan puas dan tidak dirugikan,” ungkapnya.

Berkaitan dengan penentuan besaran tarif yang dikenakan pada alat UTTP dalam pelayanan tera dan tera ulang, Diyah menyebutkan, jika semua telah ditetapkan pada Peraturan Daerah (Perda). Yakni Perda Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Umum dan Peraturan Bupati (Perbup) Probolinggo Nomor 44 Tahun 2020 Tentang Penyesuaian Tarif Tera Ulang.

“Pembebanan tarif sudah diatur, jadi apa yang dilaksanakan sudah sejalan dengan regulasi yang jelas. Pengenaan tarif tentunya sudah dipertimbangkan agar tidak memberatkan,” tuturnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/