alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Sudah Mulai Masa Tanam, Harga Tembakau Masih Belum Ditentukan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Petani di Kabupaten Probolinggo sudah mulai mempersiapkan lahannya untuk ditanami tembakau. Hingga menjelang musim tembakau, harga tembakau masih belum ditemukan. Hal tersebut tidak terlepas dari belum terselenggaranya rapat koordinasi antara pemilik kepentingan.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Endang Rustiningsih mengatakan, pihaknya masih belum melaksanakan duduk bersama. Antara pabrik dan pihak-pihak seperti petani perihal tembakau.

“Masalah harga ini tidak serta merta Disperindag yang menentukan. Jadi masih ada dari pihak gudang juga. Sehingga kami belum bisa memastikan harga tembakau hingga saat ini. Duduk bersama juga masih belum dilakukan dengan beberapa pihak lain,” ujarnya, Senin (24/5).

Ia menuturkan, dalam penentuan harga maupun kebutuhan tembakau dari pihak gudang biasanya diutarakan langsung oleh pihak gudang. Misalnya seperti tahun lalu, pihaknya diundang oleh salah satu gudang dan memberitahukan berapa kebutuhan dan yang dapat diserap oleh gudang terhadap tembakau dari petani.

“Tahun kemarin gudang mengundang kami dan mengutarakan berapa kemampuan gudang dalam menyerap tembakau petani,” ujarnya.

Meski begitu, ia menuturkan bahwa, pihaknya juga masih belum bisa menentukan berapa kebutuhan gudang akan tembakau tahun ini. Yang jelas menurutnya, saat ini produksi rokok menurun. Dari luar juga ada kebijakan untuk menurunkan produksi rokok.

“Kaitannya dengan kebijakan kesehatan misal WHO untuk penurunan produksi rokok. Untuk harga kami belum bisa memastikan. Yang jelas adanya kebijakan dari luar itu akan mempengaruhi kapasitas kebutuhan gudang,” ujarnya.

Ia menuturkan rapat koordinasi (Rakor) pada seluruh pemilik kepentingan tembakau biasanya dilakukan jika sudah ada laporan atau keluhan dari masyarakat. Hingga saat ini menurutnya, baik dari masyarakat sendiri maupun dari pihak gudang masih belum ada keluhan.

“Tahun lalu DPRD mengumpulkan kami, baik Disperidag, DKPP dan pihak gudang,” ujarnya.

Sementara itu Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Probolinggo sendiri menargetkan 10.774 hektare lahan tanam tembakau. Dimana diprediksi produksi pada tahun ini tidak lebih dari 12 Ribu ton. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Petani di Kabupaten Probolinggo sudah mulai mempersiapkan lahannya untuk ditanami tembakau. Hingga menjelang musim tembakau, harga tembakau masih belum ditemukan. Hal tersebut tidak terlepas dari belum terselenggaranya rapat koordinasi antara pemilik kepentingan.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Endang Rustiningsih mengatakan, pihaknya masih belum melaksanakan duduk bersama. Antara pabrik dan pihak-pihak seperti petani perihal tembakau.

“Masalah harga ini tidak serta merta Disperindag yang menentukan. Jadi masih ada dari pihak gudang juga. Sehingga kami belum bisa memastikan harga tembakau hingga saat ini. Duduk bersama juga masih belum dilakukan dengan beberapa pihak lain,” ujarnya, Senin (24/5).

Ia menuturkan, dalam penentuan harga maupun kebutuhan tembakau dari pihak gudang biasanya diutarakan langsung oleh pihak gudang. Misalnya seperti tahun lalu, pihaknya diundang oleh salah satu gudang dan memberitahukan berapa kebutuhan dan yang dapat diserap oleh gudang terhadap tembakau dari petani.

“Tahun kemarin gudang mengundang kami dan mengutarakan berapa kemampuan gudang dalam menyerap tembakau petani,” ujarnya.

Meski begitu, ia menuturkan bahwa, pihaknya juga masih belum bisa menentukan berapa kebutuhan gudang akan tembakau tahun ini. Yang jelas menurutnya, saat ini produksi rokok menurun. Dari luar juga ada kebijakan untuk menurunkan produksi rokok.

“Kaitannya dengan kebijakan kesehatan misal WHO untuk penurunan produksi rokok. Untuk harga kami belum bisa memastikan. Yang jelas adanya kebijakan dari luar itu akan mempengaruhi kapasitas kebutuhan gudang,” ujarnya.

Ia menuturkan rapat koordinasi (Rakor) pada seluruh pemilik kepentingan tembakau biasanya dilakukan jika sudah ada laporan atau keluhan dari masyarakat. Hingga saat ini menurutnya, baik dari masyarakat sendiri maupun dari pihak gudang masih belum ada keluhan.

“Tahun lalu DPRD mengumpulkan kami, baik Disperidag, DKPP dan pihak gudang,” ujarnya.

Sementara itu Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Probolinggo sendiri menargetkan 10.774 hektare lahan tanam tembakau. Dimana diprediksi produksi pada tahun ini tidak lebih dari 12 Ribu ton. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/