alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Proyek Pasar Baru Probolinggo Belum Tertera di LPSE

MAYANGAN, Radar Bromo – Rencana kelanjutan proyek Pasar Baru hingga kini belum jelas. Sebab sampai sekarang, lanjutan proyek ini masih belum tertera di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Padahal ditargetkan pada bulan ini sudah masuk tahapan lelang.

Kepala Dinas PUPR Perkim Kota Probolinggo Agus Hartadi menegaskan bahwa untuk proyek pasar baru tetap akan dilakungsungkan tanpa menunggu LO (legal opinion) dari kejaksaan. Bahkan dalam waktu dekat akan dilakukan lelang. Hanya saja, hingga saat ini prosesnya masih dalam tahap pengkajian ulang.

“Beberapa waktu lalu dikaji ulang di bagian UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa),” katanya, Senin (24/5) pagi. Untuk proses tahapan lelang dimungkinkan akan berlangsung bulan Mei–Juni.

Menurutnya tahun ini, proyek tersebut akan dikerjakan dengan anggaran Rp 4 miliar. Lalu, tahun depan pembangunannya akan dilanjutkan lagi dengan anggaran Rp 2 Miliar.

Sebelumnya Agus Hartadi menjelaskan, pihaknya tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan Pasar Baru. “Sudah siap anggaran Rp 4 miliar untuk melanjutkan pembangunan Pasar Baru. Namun, kami masih menunggu LO (legal opinion) dari kejaksaan. Ini demi keamanan bagi petugas kami juga,” ujarnya.

LO ini bertujuan meminta pandangan hukum dari Kejari tentang penggunaan anggaran Rp 2 miliar dan Rp 4 miliar yang bersumber dari anggaran multiyears 2020-2021. Apakah boleh menggunakan dua anggaran itu di tahun yang sama, yaitu tahun 2021. Pengajuan LO ini telah dilakukan sejak Januari. Namun, sampai April tidak ada jawaban. (rpd/fun)

MAYANGAN, Radar Bromo – Rencana kelanjutan proyek Pasar Baru hingga kini belum jelas. Sebab sampai sekarang, lanjutan proyek ini masih belum tertera di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Padahal ditargetkan pada bulan ini sudah masuk tahapan lelang.

Kepala Dinas PUPR Perkim Kota Probolinggo Agus Hartadi menegaskan bahwa untuk proyek pasar baru tetap akan dilakungsungkan tanpa menunggu LO (legal opinion) dari kejaksaan. Bahkan dalam waktu dekat akan dilakukan lelang. Hanya saja, hingga saat ini prosesnya masih dalam tahap pengkajian ulang.

“Beberapa waktu lalu dikaji ulang di bagian UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa),” katanya, Senin (24/5) pagi. Untuk proses tahapan lelang dimungkinkan akan berlangsung bulan Mei–Juni.

Menurutnya tahun ini, proyek tersebut akan dikerjakan dengan anggaran Rp 4 miliar. Lalu, tahun depan pembangunannya akan dilanjutkan lagi dengan anggaran Rp 2 Miliar.

Sebelumnya Agus Hartadi menjelaskan, pihaknya tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan Pasar Baru. “Sudah siap anggaran Rp 4 miliar untuk melanjutkan pembangunan Pasar Baru. Namun, kami masih menunggu LO (legal opinion) dari kejaksaan. Ini demi keamanan bagi petugas kami juga,” ujarnya.

LO ini bertujuan meminta pandangan hukum dari Kejari tentang penggunaan anggaran Rp 2 miliar dan Rp 4 miliar yang bersumber dari anggaran multiyears 2020-2021. Apakah boleh menggunakan dua anggaran itu di tahun yang sama, yaitu tahun 2021. Pengajuan LO ini telah dilakukan sejak Januari. Namun, sampai April tidak ada jawaban. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/