alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Harga Bahan Pokok Masih Fluktuatif, Ada yang Naik, Ada yang Turun

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sejumlah bahan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo mulai turun harga. Salah satu harga yang turun adalah cabai yang turun hingga Rp 10 ribu. Padahal dalam beberapa bulan lalu, cabai sempat tembus Rp 70 ribu perkilo gram. Harga tersebut ada di kalangan petani setempat.

Namun, pada akhir bulan ini, harga cabai rawit di kalangan petani mengalami penurunan yang sangat signifikan. “Desember 2021 itu harga masih Rp 70 ribu per kilonya. Namun tadi pagi (Senin 24/1) punya saya ditawar Rp 10 ribu per kilonya. Harganya turun jauh,” kata Husnul Khotimah, salah satu petani asal Desa Kertosono, Kecamatan Gading.

Selain cabai rawit, harga telur ayam di pasar juga mengalami penurunan. Sepekan lalu, harga ada pada Rp 23 ribu per kilo. Namun saat ini harga ada pada Rp 20 ribu per kilo.

Tetapi ada sejumlah komoditi di pasaran juga mengalami kenaikan. Seperti harga gula pasir. Sepekan lalu harga gula pasir Rp 12 ribu, saat ini harga hampir mencapai Rp 14 ribu. “Gula saat ini ada yang Rp 13.500 ada yang Rp 14 ribu per kilonya,” ujarnya.

Sama seperti gula pasir, harga tomat mengalami kenaikan cukup signifikan. Sepekan lalu harga Rp 5.000 per kilo. Namun saat ini Rp 16 ribu per kilonya.

“Ya biasa ada yang naik atau yang turun. Seperti cabai kan turun, harga tomat naik sekarang,” ujarnya.

Karimullah, petani lain mengatakan, adanya ketidakstabilan harga pada sejumlah komoditi tersebut lantaran faktor cuaca yang terjadi saat ini. Seperti harga cabai maupun tomat. “Seperti cabai kan sebelum ini naik harganya. Ini karena musim hujan. Banyak yang rusak. Sementara seperti tomat, saat ini petani tidak ada yang tanam. Takut rusak, jadi barangnya tidak ada,” terang Karimullah.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sejumlah bahan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo mulai turun harga. Salah satu harga yang turun adalah cabai yang turun hingga Rp 10 ribu. Padahal dalam beberapa bulan lalu, cabai sempat tembus Rp 70 ribu perkilo gram. Harga tersebut ada di kalangan petani setempat.

Namun, pada akhir bulan ini, harga cabai rawit di kalangan petani mengalami penurunan yang sangat signifikan. “Desember 2021 itu harga masih Rp 70 ribu per kilonya. Namun tadi pagi (Senin 24/1) punya saya ditawar Rp 10 ribu per kilonya. Harganya turun jauh,” kata Husnul Khotimah, salah satu petani asal Desa Kertosono, Kecamatan Gading.

Selain cabai rawit, harga telur ayam di pasar juga mengalami penurunan. Sepekan lalu, harga ada pada Rp 23 ribu per kilo. Namun saat ini harga ada pada Rp 20 ribu per kilo.

Tetapi ada sejumlah komoditi di pasaran juga mengalami kenaikan. Seperti harga gula pasir. Sepekan lalu harga gula pasir Rp 12 ribu, saat ini harga hampir mencapai Rp 14 ribu. “Gula saat ini ada yang Rp 13.500 ada yang Rp 14 ribu per kilonya,” ujarnya.

Sama seperti gula pasir, harga tomat mengalami kenaikan cukup signifikan. Sepekan lalu harga Rp 5.000 per kilo. Namun saat ini Rp 16 ribu per kilonya.

“Ya biasa ada yang naik atau yang turun. Seperti cabai kan turun, harga tomat naik sekarang,” ujarnya.

Karimullah, petani lain mengatakan, adanya ketidakstabilan harga pada sejumlah komoditi tersebut lantaran faktor cuaca yang terjadi saat ini. Seperti harga cabai maupun tomat. “Seperti cabai kan sebelum ini naik harganya. Ini karena musim hujan. Banyak yang rusak. Sementara seperti tomat, saat ini petani tidak ada yang tanam. Takut rusak, jadi barangnya tidak ada,” terang Karimullah.

MOST READ

BERITA TERBARU

/