alexametrics
26.7 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Mengenal Inventory Management System dan Pentingnya bagi Perusahaan

Radar Bromo-Dalam sebuah bisnis, pastinya terdapat barang-barang yang disimpan dalam gudang untuk nantinya digunakan dalam menjalankan bisnis tersebut.

Persediaan barang tersebut, umumnya disebut juga dengan inventaris. Inventaris atau persediaan nantinya akan digunakan oleh pelaku bisnis untuk berbagai macam keperluan seperti, dijual kembali, untuk produksi, bahkan digunakan oleh perusahaan.

Karena sifatnya yang begitu penting bagi sebuah bisnis, maka perlu dikelola secara tepat dan hati-hati. Salah satu terobosan yang saat ini sudah banyak digunakan perusahaan yaitu dengan menerapkan inventory management system atau sistem inventory.

Khusus dalam pembahasan ini, Jurnal by Mekari akan menjabarkan poin-poin penting dalam menerapkan inventory management system bagi perusahaan. Simak selengkapnya di sini!

 

Pahami Definisi dari Inventory Management System

Seperti yang sudah disinggung di atas, inventory sendiri merupakan sebuah persediaan yang dimiliki perusahaan. Inventory management system artinya sebuah sistem yang berguna untuk membantu Anda dalam mengatur persediaan atau stok barang yang berkaitan dengan kegiatan logistik perusahaan. Persediaan atau stok barang tersebut bisa berupa bahan baku, barang setengah jadi, maupun barang jadi.

Secara sederhana, penerapan inventory management system akan memudahkan Anda dalam melacak persediaan barang yang perusahaan miliki dari semua rantai pasokan barang yang ada, mulai dari pembelian, produksi, hingga penjualan akhir.

 

Jenis-jenis Inventory

Inventory di dalam sebuah bisnis atau perusahaan, memiliki berbagai macam jenis. Berikut jenis-jenis yang ada:

  1. Bahan Baku atau Mentah

Seperti namanya, bahan baku atau mentah merujuk pada barang-barang yang dibutuhkan dalam memproduksi sesuatu. Tanpa adanya bahan baku, maka proses produksi tidak dapat dilakukan, sehingga barang tidak akan jadi, tanpa adanya bahan baku atau mentah tersebut.

Bahan baku ini sendiri bisa berasal dari sumber daya alam, diperoleh melalui supplier, atau bahkan dibuat sendiri oleh perusahaan.

Contoh bahan baku yaitu seperti kayu yang digunakan perusahaan untuk membuat perabotan dari kayu. Tepung dan telur, yang digunakan oleh bisnis bakery dalam membuat kue atau roti. Bahan baku atau mentah sendiri, banyak ditemukan pada industri manufaktur, yang kegiatan bisnisnya menghasilkan atau memproduksi sesuatu.

  1. Barang Setengah Jadi

Barang dalam proses atau barang setengah jadi merujuk pada barang yang proses produksinya belum selesai sepenuhnya. Sehingga, biasanya barang setengah jadi membutuhkan proses lebih lanjut, agar menjadi barang jadi dan dapat digunakan konsumen.

Contoh barang dalam proses setengah jadi yaitu kursi yang belum dirakit, minyak yang belum dikemas, sepatu yang belum diwarnai, dan sejenisnya.

  1. Barang Jadi

Barang jadi merujuk pada barang yang telah melewati berbagai macam proses produksi atau pengolahan yang ada. Barang jadi merupakan barang yang sudah siap untuk dijual, dipasarkan, dan digunakan oleh konsumen.

Proses produksi yang dimaksud yaitu berawal dari bahan baku atau mentah, lalu diolah menjadi barang setengah jadi, dan kemudian diolah kembali menjadi barang jadi.

Contoh barang jadi yaitu furniture siap pakai, baju yang sudah siap pakai, makanan yang sudah dikemas, dan sejenisnya.

  1. Barang MRO

MRO atau Maintenance Repairing and Operating Supplies merupakan sebuah persediaan yang berfungsi untuk melakukan proses perawatan, perbaikan, pemeliharaan mesin, perkakas, dan alat-alat lain yang berguna dalam proses produksi.

Tanpa adanya barang MRO, maka alat-alat yang digunakan dalam proses produksi barang dapat terganggu kestabilan dan ketahanannya, karena tidak adanya perawatan rutin yang dilakukan. Selain itu, mesin pun akan cepat rusak dan tidak mampu untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Contoh barang MRO yaitu sarung tangan, pelumas, obeng, mur, baut, sekrup, tang, dan sejenisnya.

  1. Stok Pengaman

Stok pengaman merujuk pada persediaan barang tambahan yang berfungsi untuk mengatasi lonjakan permintaan yang sifatnya fluktuatif atau tidak terduga.

Dengan adanya stok pengaman, maka perusahaan atau bisnis dapat tetap memenuhi permintaan konsumen, meskipun di dalam keadaan yang sulit sekalipun.

 

Radar Bromo-Dalam sebuah bisnis, pastinya terdapat barang-barang yang disimpan dalam gudang untuk nantinya digunakan dalam menjalankan bisnis tersebut.

Persediaan barang tersebut, umumnya disebut juga dengan inventaris. Inventaris atau persediaan nantinya akan digunakan oleh pelaku bisnis untuk berbagai macam keperluan seperti, dijual kembali, untuk produksi, bahkan digunakan oleh perusahaan.

Karena sifatnya yang begitu penting bagi sebuah bisnis, maka perlu dikelola secara tepat dan hati-hati. Salah satu terobosan yang saat ini sudah banyak digunakan perusahaan yaitu dengan menerapkan inventory management system atau sistem inventory.

Khusus dalam pembahasan ini, Jurnal by Mekari akan menjabarkan poin-poin penting dalam menerapkan inventory management system bagi perusahaan. Simak selengkapnya di sini!

 

Pahami Definisi dari Inventory Management System

Seperti yang sudah disinggung di atas, inventory sendiri merupakan sebuah persediaan yang dimiliki perusahaan. Inventory management system artinya sebuah sistem yang berguna untuk membantu Anda dalam mengatur persediaan atau stok barang yang berkaitan dengan kegiatan logistik perusahaan. Persediaan atau stok barang tersebut bisa berupa bahan baku, barang setengah jadi, maupun barang jadi.

Secara sederhana, penerapan inventory management system akan memudahkan Anda dalam melacak persediaan barang yang perusahaan miliki dari semua rantai pasokan barang yang ada, mulai dari pembelian, produksi, hingga penjualan akhir.

 

Jenis-jenis Inventory

Inventory di dalam sebuah bisnis atau perusahaan, memiliki berbagai macam jenis. Berikut jenis-jenis yang ada:

  1. Bahan Baku atau Mentah

Seperti namanya, bahan baku atau mentah merujuk pada barang-barang yang dibutuhkan dalam memproduksi sesuatu. Tanpa adanya bahan baku, maka proses produksi tidak dapat dilakukan, sehingga barang tidak akan jadi, tanpa adanya bahan baku atau mentah tersebut.

Bahan baku ini sendiri bisa berasal dari sumber daya alam, diperoleh melalui supplier, atau bahkan dibuat sendiri oleh perusahaan.

Contoh bahan baku yaitu seperti kayu yang digunakan perusahaan untuk membuat perabotan dari kayu. Tepung dan telur, yang digunakan oleh bisnis bakery dalam membuat kue atau roti. Bahan baku atau mentah sendiri, banyak ditemukan pada industri manufaktur, yang kegiatan bisnisnya menghasilkan atau memproduksi sesuatu.

  1. Barang Setengah Jadi

Barang dalam proses atau barang setengah jadi merujuk pada barang yang proses produksinya belum selesai sepenuhnya. Sehingga, biasanya barang setengah jadi membutuhkan proses lebih lanjut, agar menjadi barang jadi dan dapat digunakan konsumen.

Contoh barang dalam proses setengah jadi yaitu kursi yang belum dirakit, minyak yang belum dikemas, sepatu yang belum diwarnai, dan sejenisnya.

  1. Barang Jadi

Barang jadi merujuk pada barang yang telah melewati berbagai macam proses produksi atau pengolahan yang ada. Barang jadi merupakan barang yang sudah siap untuk dijual, dipasarkan, dan digunakan oleh konsumen.

Proses produksi yang dimaksud yaitu berawal dari bahan baku atau mentah, lalu diolah menjadi barang setengah jadi, dan kemudian diolah kembali menjadi barang jadi.

Contoh barang jadi yaitu furniture siap pakai, baju yang sudah siap pakai, makanan yang sudah dikemas, dan sejenisnya.

  1. Barang MRO

MRO atau Maintenance Repairing and Operating Supplies merupakan sebuah persediaan yang berfungsi untuk melakukan proses perawatan, perbaikan, pemeliharaan mesin, perkakas, dan alat-alat lain yang berguna dalam proses produksi.

Tanpa adanya barang MRO, maka alat-alat yang digunakan dalam proses produksi barang dapat terganggu kestabilan dan ketahanannya, karena tidak adanya perawatan rutin yang dilakukan. Selain itu, mesin pun akan cepat rusak dan tidak mampu untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Contoh barang MRO yaitu sarung tangan, pelumas, obeng, mur, baut, sekrup, tang, dan sejenisnya.

  1. Stok Pengaman

Stok pengaman merujuk pada persediaan barang tambahan yang berfungsi untuk mengatasi lonjakan permintaan yang sifatnya fluktuatif atau tidak terduga.

Dengan adanya stok pengaman, maka perusahaan atau bisnis dapat tetap memenuhi permintaan konsumen, meskipun di dalam keadaan yang sulit sekalipun.

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/