31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Peran Strategis Indonesia Kunci Selesaikan Masalah Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di sela-sela pertemuan G20 Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TII-MM) di Nusa Dua Bali, Kamis (22/9), melakukan pertemuan bilateral dengan U.S Trade Representative, Ambassador Katherine Tai. Dia mewakili Pemerintah AS dalam pertemuan tingkat Menteri Perdagangan, Investasi, dan Industri sebagai rangkaian pertemuan Presidensi G20 Tahun 2022.

Dalam pertemuan tersebut disepakati untuk terus mendorong upaya peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Indonesia-Amerika Serikat. Juga komitmen untuk terus mendorong peningkatan kerja sama pada tataran Indo-Pacific melalui Indo-Pacific Economic Framework (IPEF).

Kerangka kerja sama IPEF dinilai dapat menjadi respons yang tepat dalam meng-address kondisi dan dinamika global saat ini. Di mana semua negara harus mengedepankan kerja sama yang lebih erat di dalam menciptakan keseimbangan, kemakmuran, dan pembangunan yang berkeadilan, terutama di kawasan Indo-Pacific.

“Menindaklanjuti apa yang sudah disepakati pada IPEF Ministerial Meeting di Los Angeles beberapa waktu lalu, Pemerintah Indonesia menyampaikan kesiapan dan menegaskan komitmennya untuk mengikuti seluruh Pilar IPEF,” ujar Menko Airlangga.

Pernyataan Airlangga disambut sangat positif oleh Ambassador Tai. Dia menyampaikan terima kasih serta apresiasi yang tinggi atas engagement dan keterlibatan Indonesia yang serius dan terbuka guna mendorong hasil konkret dari kerja sama di IPEF.

Dengan kerangka kerja sama ini, harapannya seluruh negara di Kawasan Indo-Pacific bisa tumbuh bersama dan menjadi lebih kuat. Ke depannya, IPEF akan mengedepankan konektivitas dan integrasi ekonomi berbasis luas yang tangguh di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam kesempatan itu, juga dibahas peluang kerja sama Indonesia-Amerika Serikat di sektor industri. Khususnya yang terkait dengan industri semikonduktor dan perkembangan penyelesaian beberapa isu sengketa perdagangan Indonesia-Amerika Serikat di WTO (DS 478).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di sela-sela pertemuan G20 Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TII-MM) di Nusa Dua Bali, Kamis (22/9), melakukan pertemuan bilateral dengan U.S Trade Representative, Ambassador Katherine Tai. Dia mewakili Pemerintah AS dalam pertemuan tingkat Menteri Perdagangan, Investasi, dan Industri sebagai rangkaian pertemuan Presidensi G20 Tahun 2022.

Dalam pertemuan tersebut disepakati untuk terus mendorong upaya peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Indonesia-Amerika Serikat. Juga komitmen untuk terus mendorong peningkatan kerja sama pada tataran Indo-Pacific melalui Indo-Pacific Economic Framework (IPEF).

Kerangka kerja sama IPEF dinilai dapat menjadi respons yang tepat dalam meng-address kondisi dan dinamika global saat ini. Di mana semua negara harus mengedepankan kerja sama yang lebih erat di dalam menciptakan keseimbangan, kemakmuran, dan pembangunan yang berkeadilan, terutama di kawasan Indo-Pacific.

“Menindaklanjuti apa yang sudah disepakati pada IPEF Ministerial Meeting di Los Angeles beberapa waktu lalu, Pemerintah Indonesia menyampaikan kesiapan dan menegaskan komitmennya untuk mengikuti seluruh Pilar IPEF,” ujar Menko Airlangga.

Pernyataan Airlangga disambut sangat positif oleh Ambassador Tai. Dia menyampaikan terima kasih serta apresiasi yang tinggi atas engagement dan keterlibatan Indonesia yang serius dan terbuka guna mendorong hasil konkret dari kerja sama di IPEF.

Dengan kerangka kerja sama ini, harapannya seluruh negara di Kawasan Indo-Pacific bisa tumbuh bersama dan menjadi lebih kuat. Ke depannya, IPEF akan mengedepankan konektivitas dan integrasi ekonomi berbasis luas yang tangguh di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam kesempatan itu, juga dibahas peluang kerja sama Indonesia-Amerika Serikat di sektor industri. Khususnya yang terkait dengan industri semikonduktor dan perkembangan penyelesaian beberapa isu sengketa perdagangan Indonesia-Amerika Serikat di WTO (DS 478).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/