alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Pemkab Probolinggo Pesimistis Target PAD Wisata Tercapai

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Sektor wisata di Kabupaten Probolinggo masih terpuruk lantaran terdampak pandemi Covid-19. Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, mengajukan target PAD sektor wisata diturunkan saat Perubahan APBD 2021. Karena, hingga saat ini realisasi pendapatan asli daerah (PAD) sektor wisata di Kabupaten baru sekitar Rp 250 juta.

Realisasi itu jauh dari target yang ditetapkan saat penetapan APBD 2021. Yaitu sekitar Rp 2,6 miliar. Sehingga, dapat dipastikan target awal PAD sektor pariwisata itu tidak bakal tercapai dengan kondisi pandemi Covid-19.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto melalui Kasi Destinasi Wisata, Musa mengatakan, realisasi retribusi tempat wisata masih sangat rendah. Kondisi itu, semakin parah dengan adanya kebijakan penerapan PPKM Darurat. Selama PPKM Darurat, pemerintah pusat putuskan untuk tutup semua tepat wisata.

”Kalau target rertribusi wisata menjadi PAD di awal itu sekitar Rp 2,6 miliar. Tapi karena masih pandemi dan adanya PPKM Darurat, realisasi retribusinya masih rendah,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Musa mengaku, pihaknya akan mengajukan penurunan target retribusi tempat wisata menjadi PAD. Pihaknya masih mengkaji dan menghitung, perkiraan kemampuan realisasi PAD wisata hingga akhir tahun. Tidak hanya melihat realisasi retribusi wisata yang diperoleh saat ini. Tapi juga mempertimbangkan penerapan PPKM Darurat, yang belum dapat dipastikan waktu berakhir.

”Kami pasti ajukan penurunan target mas. Tapi untuk diajukan turun berapa, masih dikaji mas,” ujarnya.

Kondisi pandemi, dikatakan Musa, membuat sektor pariwisata terpuruk. Penerapan PPKM Darurat, mengharuskan semua tempat wisata ditutup sementara. Bahkan, penutupan diperpanjang hingga 25 Juli. Meskipun wisata dibuka kembali pasca penerapan PPKM Darurat, diperkirakan tidak dapat memulihkan kembali sektor pariwisata.

”Nanti tanggal 26 Juli setelah PPKM Darurat, tempat wisata dibuka atau tutup masih belum pasti mas. Meskipun dibuka, belum bisa langsung pulih seperti biasa normal kondisinya,” terangnya. (mas/fun)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Sektor wisata di Kabupaten Probolinggo masih terpuruk lantaran terdampak pandemi Covid-19. Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, mengajukan target PAD sektor wisata diturunkan saat Perubahan APBD 2021. Karena, hingga saat ini realisasi pendapatan asli daerah (PAD) sektor wisata di Kabupaten baru sekitar Rp 250 juta.

Realisasi itu jauh dari target yang ditetapkan saat penetapan APBD 2021. Yaitu sekitar Rp 2,6 miliar. Sehingga, dapat dipastikan target awal PAD sektor pariwisata itu tidak bakal tercapai dengan kondisi pandemi Covid-19.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto melalui Kasi Destinasi Wisata, Musa mengatakan, realisasi retribusi tempat wisata masih sangat rendah. Kondisi itu, semakin parah dengan adanya kebijakan penerapan PPKM Darurat. Selama PPKM Darurat, pemerintah pusat putuskan untuk tutup semua tepat wisata.

”Kalau target rertribusi wisata menjadi PAD di awal itu sekitar Rp 2,6 miliar. Tapi karena masih pandemi dan adanya PPKM Darurat, realisasi retribusinya masih rendah,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Musa mengaku, pihaknya akan mengajukan penurunan target retribusi tempat wisata menjadi PAD. Pihaknya masih mengkaji dan menghitung, perkiraan kemampuan realisasi PAD wisata hingga akhir tahun. Tidak hanya melihat realisasi retribusi wisata yang diperoleh saat ini. Tapi juga mempertimbangkan penerapan PPKM Darurat, yang belum dapat dipastikan waktu berakhir.

”Kami pasti ajukan penurunan target mas. Tapi untuk diajukan turun berapa, masih dikaji mas,” ujarnya.

Kondisi pandemi, dikatakan Musa, membuat sektor pariwisata terpuruk. Penerapan PPKM Darurat, mengharuskan semua tempat wisata ditutup sementara. Bahkan, penutupan diperpanjang hingga 25 Juli. Meskipun wisata dibuka kembali pasca penerapan PPKM Darurat, diperkirakan tidak dapat memulihkan kembali sektor pariwisata.

”Nanti tanggal 26 Juli setelah PPKM Darurat, tempat wisata dibuka atau tutup masih belum pasti mas. Meskipun dibuka, belum bisa langsung pulih seperti biasa normal kondisinya,” terangnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU