alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Pedagang Hewan Kurban Masih Tunggu Tasyrik Berakhir

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, telah usai. Namun, para penjual ternak yang siap dikurbankan masih banyak di sepanjang Jalur Pantura Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Mereka masih berharap keberuntungan. Menunggu hari tasyrik berakhir.

Hari tasyrik berlangsung tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha. Terhitung mulai Rabu-Jumat (21-23/7). Selama itu, masih disunahkan menyembelih hewan kurban. Inilah yang menjadi peruntungan para penjual hewan kurban.

“Lihat perkembangan pembeli dulu. Jika sampai besok (Kamis) masih belum ada pembeli, secara berangsur ternak akan dibawa pulang,” ujar Karman, salah satu pedagang ternak yang menjajakan kambing di jalur pantura, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan.

Warga Desa Condong, Kecamatan Gading, ini mengaku berjualan sejak H-3 Idul Adha. Dari belasan kambing, sampai kemarin terjual 7 ekor. “Saya bawa 18 ekor. Beberapa ada yang diternak sendiri,” ujarnya.

Pedagang lainnya, Qudsianto, juga belum pulang dari pinggir jalur pantura. Ia masih setia menunggu pembeli sapinya. Sebelum Idul Adha, ia membawa belasan ekor sapi, kemarin tersisa 6 ekor.

“PPKM Darurat sangat berpengaruh. Tahun sebelumnya, saya bisa jual 15 ekor sapi. Saat ini tidak laku semua. Dari 12 ekor, separonya yang terjual. Itu pun kebanyakan bukan dari orang yang lewat. Dari kenalan saya sendiri,” ujarnya.

Jika sapi yang dijualnya tidak cepat laku, Qudsianto mengaku akan memeliharanya dulu. Kemudian, akan dijual ke pasar. “Paling tidak selesai hari tasyrik, kalau tidak laku terpaksa saya bawa pulang. Akan dijual ke pasar. Saat ini memang mengadu peruntungan, namanya orang jualan,” ujarnya. (mu/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, telah usai. Namun, para penjual ternak yang siap dikurbankan masih banyak di sepanjang Jalur Pantura Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Mereka masih berharap keberuntungan. Menunggu hari tasyrik berakhir.

Hari tasyrik berlangsung tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha. Terhitung mulai Rabu-Jumat (21-23/7). Selama itu, masih disunahkan menyembelih hewan kurban. Inilah yang menjadi peruntungan para penjual hewan kurban.

“Lihat perkembangan pembeli dulu. Jika sampai besok (Kamis) masih belum ada pembeli, secara berangsur ternak akan dibawa pulang,” ujar Karman, salah satu pedagang ternak yang menjajakan kambing di jalur pantura, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan.

Warga Desa Condong, Kecamatan Gading, ini mengaku berjualan sejak H-3 Idul Adha. Dari belasan kambing, sampai kemarin terjual 7 ekor. “Saya bawa 18 ekor. Beberapa ada yang diternak sendiri,” ujarnya.

Pedagang lainnya, Qudsianto, juga belum pulang dari pinggir jalur pantura. Ia masih setia menunggu pembeli sapinya. Sebelum Idul Adha, ia membawa belasan ekor sapi, kemarin tersisa 6 ekor.

“PPKM Darurat sangat berpengaruh. Tahun sebelumnya, saya bisa jual 15 ekor sapi. Saat ini tidak laku semua. Dari 12 ekor, separonya yang terjual. Itu pun kebanyakan bukan dari orang yang lewat. Dari kenalan saya sendiri,” ujarnya.

Jika sapi yang dijualnya tidak cepat laku, Qudsianto mengaku akan memeliharanya dulu. Kemudian, akan dijual ke pasar. “Paling tidak selesai hari tasyrik, kalau tidak laku terpaksa saya bawa pulang. Akan dijual ke pasar. Saat ini memang mengadu peruntungan, namanya orang jualan,” ujarnya. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU