28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Harga Beras di Kab Probolinggo Lampaui Eceran Tertinggi Karena Ini

KRAKSAAN, Radar Bromo – Harga ecer tertinggi (HET) beras di Kabupaten Probolinggo sejatinya Rp 9.500. Namun rata-rata di pasaran dijual Rp 11.000-11.500. Hal ini terjadi lantaran siklus pertanian yang masuk pada masa tanam.

Kepala bidang perdagangan dinas koperasi usaha mikro perdagangan dan perindustri (DKUPP) Mahdinsareza membenarkan, penjualan beras eceran melampaui dari HET yang ada. Faktor utama yang menyebabkan para pedagang mengambil harga di atas HET lantaran adanya siklus pertanian.

Dia bilang, saat ini memasuki masa tanam. Dengan begitu, lahan pertanian yang melakukan panen terbilang sedikit. Sehingga mempengaruhi harga komoditi itu sendiri.

“Selain harga beras, harga gabah juga mengalami kenaikan,” ujarnya, Jumat (20/1).

Baca Juga:  Merdeka Bertransaksi melalui BNI Agen46

Dengan hal tersebut, pihaknya berupaya menekan harga beras tersebut. Pemanfaatan sistem resi gudang (SRG) yang ada di Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan akan terus dilakukan.

Namun begitu, sejauh ini stok beras di SRG mengalami kekosongan. Padahal pada pertengahan Desember lalu, pihaknya masih menyimpan gabah sebanyak seribu ton dan beras 200 ton. Hal itu terjadi setelah stok didistribusikan ke sejumlah pasar untuk menekan harga.

“Sekarang di SRG sudah kosong, kami distribusikan semua karena memang harga beras cukup tinggi,”ujarnya. Dengan pendistribusian tersebut, terdapat sejumlah pasar yang harganya mulai normal, namun masih ada juga harganya yang masih melebihi HET. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Harga ecer tertinggi (HET) beras di Kabupaten Probolinggo sejatinya Rp 9.500. Namun rata-rata di pasaran dijual Rp 11.000-11.500. Hal ini terjadi lantaran siklus pertanian yang masuk pada masa tanam.

Kepala bidang perdagangan dinas koperasi usaha mikro perdagangan dan perindustri (DKUPP) Mahdinsareza membenarkan, penjualan beras eceran melampaui dari HET yang ada. Faktor utama yang menyebabkan para pedagang mengambil harga di atas HET lantaran adanya siklus pertanian.

Dia bilang, saat ini memasuki masa tanam. Dengan begitu, lahan pertanian yang melakukan panen terbilang sedikit. Sehingga mempengaruhi harga komoditi itu sendiri.

“Selain harga beras, harga gabah juga mengalami kenaikan,” ujarnya, Jumat (20/1).

Baca Juga:  Gelontor 7.200 Kilogram Minyak Curah saat Operasi Pasar

Dengan hal tersebut, pihaknya berupaya menekan harga beras tersebut. Pemanfaatan sistem resi gudang (SRG) yang ada di Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan akan terus dilakukan.

Namun begitu, sejauh ini stok beras di SRG mengalami kekosongan. Padahal pada pertengahan Desember lalu, pihaknya masih menyimpan gabah sebanyak seribu ton dan beras 200 ton. Hal itu terjadi setelah stok didistribusikan ke sejumlah pasar untuk menekan harga.

“Sekarang di SRG sudah kosong, kami distribusikan semua karena memang harga beras cukup tinggi,”ujarnya. Dengan pendistribusian tersebut, terdapat sejumlah pasar yang harganya mulai normal, namun masih ada juga harganya yang masih melebihi HET. (mu/fun)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru