alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

PAD Kab Pasuruan Turun Rp 28 Miliar

BANGIL, Radar Bromo – Kabupaten Pasuruan menghadapi masa-masa prihatin. Di tengah kebutuhan anggaran yang tinggi selama pandemi Covid-19, pendapatan asli daerah (PAD) diproyeksikan justru turun. Begitu pula total pendapatan dalam APBD 2022.

Menurut Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri, proyeksi penurunan pendapatan pada 2022 itu disampaikan dalam paparan eksekutif kepada legislatif Senin (19/7).

Eksekutif menyebutkan, pendapatan daerah pada 2022 diproyeksikan turun menjadi Rp 3,24 triliun. Padahal, target pendapatan dalam APBD 2021 sudah Rp 3,27 triliun. Penurunan tersebut dipengaruhi anjloknya beberapa pendapatan pemkab. Salah satunya, sektor PAD. Pemkab Pasuruan memproyeksikan perolehan PAD pada 2022 senilai Rp 696 miliar. Padahal, dalam APBD 2021, target PAD digadang-gadang mencapai Rp 724 miliar. Turun sekitar Rp 28 miliar.

Salah satunya dipengaruhi perolehan retribusi daerah. Proyeksinya hanya memperoleh pendapatan hingga Rp 32 miliar. Padahal, pada 2021 ini, target pendapatan seharusnya bisa mencapai Rp 36 miliar. Bukannya bertambah, retribusi justru turun Rp 4 miliar.

Dampak penurunan pendapatan ini pun berpengaruh pada belanja. Menurut Saifullah, Pemkab Pasuruan memproyeksikan bisa melakukan pembelanjaan hingga Rp 3,3 triliun. Di antaranya, Rp 1,2 triliun untuk belanja gaji, tunjangan pegawai. Selebihnya, untuk hibah, bansos, belanja modal, dan kebutuhan belanja lainnya.

Gus Saiful, sapaannya, menambahkan, anjloknya pendapatan tersebut dipengaruhi pandemi yang tak kunjung berakhir. Dampaknya terasa sekali ke sektor ekonomi. Sehingga, memengaruhi perolehan pendapatan daerah.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Pasuruan Akhmad Khasani mengakui, ada proyeksi penurunan pendapatan pada 2022. Terutama, sektor PAD untuk retribusi daerah. Dia tak memungkiri, pandemi Covid-19 menjadi faktor penyebab penurunan tersebut. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Kabupaten Pasuruan menghadapi masa-masa prihatin. Di tengah kebutuhan anggaran yang tinggi selama pandemi Covid-19, pendapatan asli daerah (PAD) diproyeksikan justru turun. Begitu pula total pendapatan dalam APBD 2022.

Menurut Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri, proyeksi penurunan pendapatan pada 2022 itu disampaikan dalam paparan eksekutif kepada legislatif Senin (19/7).

Eksekutif menyebutkan, pendapatan daerah pada 2022 diproyeksikan turun menjadi Rp 3,24 triliun. Padahal, target pendapatan dalam APBD 2021 sudah Rp 3,27 triliun. Penurunan tersebut dipengaruhi anjloknya beberapa pendapatan pemkab. Salah satunya, sektor PAD. Pemkab Pasuruan memproyeksikan perolehan PAD pada 2022 senilai Rp 696 miliar. Padahal, dalam APBD 2021, target PAD digadang-gadang mencapai Rp 724 miliar. Turun sekitar Rp 28 miliar.

Salah satunya dipengaruhi perolehan retribusi daerah. Proyeksinya hanya memperoleh pendapatan hingga Rp 32 miliar. Padahal, pada 2021 ini, target pendapatan seharusnya bisa mencapai Rp 36 miliar. Bukannya bertambah, retribusi justru turun Rp 4 miliar.

Dampak penurunan pendapatan ini pun berpengaruh pada belanja. Menurut Saifullah, Pemkab Pasuruan memproyeksikan bisa melakukan pembelanjaan hingga Rp 3,3 triliun. Di antaranya, Rp 1,2 triliun untuk belanja gaji, tunjangan pegawai. Selebihnya, untuk hibah, bansos, belanja modal, dan kebutuhan belanja lainnya.

Gus Saiful, sapaannya, menambahkan, anjloknya pendapatan tersebut dipengaruhi pandemi yang tak kunjung berakhir. Dampaknya terasa sekali ke sektor ekonomi. Sehingga, memengaruhi perolehan pendapatan daerah.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Pasuruan Akhmad Khasani mengakui, ada proyeksi penurunan pendapatan pada 2022. Terutama, sektor PAD untuk retribusi daerah. Dia tak memungkiri, pandemi Covid-19 menjadi faktor penyebab penurunan tersebut. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU