31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Harga Telur Mulai Dipengaruhi Pakan dan Kenaikan BBM

WONOREJO, Radar Bromo – Harga telur ayam di Pasuruan terus naik. Minggu (18/9), harga telur mencapai 27 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini terus diantisipasi, karena dikhawatirkan terjadi inflasi. Terlebih setelah naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano Vella Fery mengatakan, sebagaimana instruksi presiden, Bupati Pasuruan telah merapatkan tim pengendali inflasi daerah untuk mengantisipasi inflasi. Khususnya pascakenaikan harga BBM subsidi.

“Pemda akan melaksanakan operasi pasar dan berupaya intervensi, selain menggelontor dana buat golongan masyarakat tertentu dalam menaikkan daya beli juga proses subsidi,” ujarnya.

Diano mengaku juga aktif meningkatkan kerja sama antardaerah. Saling barter barang atau jasa tanpa perantaraan uang bila ada komoditas yang surplus atau jumlah penerimaan lebih besar dari pengeluaran. Demikian juga sebaliknya.

Faktor lainnya adalah lantaran hukum ekonomi. Yakni, keseimbangan antara permintaan dan stok barang. “Kami tetap pantau ketersediaan barang dan memastikan harga terjangkau,” ujarnya.

Di sisi lain, tingginya harga telur disambut gembira oleh peternak ayam petelur. Seperti yang disampaikan peternak asal Dusun Sambisirah, Desa/Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Irfa’u Asro.

WONOREJO, Radar Bromo – Harga telur ayam di Pasuruan terus naik. Minggu (18/9), harga telur mencapai 27 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini terus diantisipasi, karena dikhawatirkan terjadi inflasi. Terlebih setelah naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano Vella Fery mengatakan, sebagaimana instruksi presiden, Bupati Pasuruan telah merapatkan tim pengendali inflasi daerah untuk mengantisipasi inflasi. Khususnya pascakenaikan harga BBM subsidi.

“Pemda akan melaksanakan operasi pasar dan berupaya intervensi, selain menggelontor dana buat golongan masyarakat tertentu dalam menaikkan daya beli juga proses subsidi,” ujarnya.

Diano mengaku juga aktif meningkatkan kerja sama antardaerah. Saling barter barang atau jasa tanpa perantaraan uang bila ada komoditas yang surplus atau jumlah penerimaan lebih besar dari pengeluaran. Demikian juga sebaliknya.

Faktor lainnya adalah lantaran hukum ekonomi. Yakni, keseimbangan antara permintaan dan stok barang. “Kami tetap pantau ketersediaan barang dan memastikan harga terjangkau,” ujarnya.

Di sisi lain, tingginya harga telur disambut gembira oleh peternak ayam petelur. Seperti yang disampaikan peternak asal Dusun Sambisirah, Desa/Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Irfa’u Asro.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/