alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Lantai II Pasar Semampir Terbengkalai, Mau Dijadikan Pusat Kuliner

KRAKSAAN, Radar Bromo – Meja, kayu, dan amben bambu teronggok di dinding. Sebagian terlihat sengaja dibalik oleh pemiliknya. Termasuk, dua timbangan yang ditaruh begitu saja di lantai. Hanya angin dan hawa panas yang terasa di lantai II Pasar Semampir. Tak ada jual beli. Sepi.

Kondisi itu hari-hari ini terlihat di pasar milik Pemkab Probolinggo tersebut. Lantai II bangunan pasar belum digunakan. Pengelola pasar telah menempuh berbagai cara demi membujuk pedagang. Mereka diminta mau menempati lapak-lapak yang telah disiapkan.

Mengapa mereka enggan menempati lantai II? Ada beberapa alasan. Tempat itu dirasa kurang strategis. Para pedagang khawatir dagangan mereka tidak laku. Sebab, pembeli cenderung memilih berbelanja di lantai I saja. Lebih mudah dijangkau.

Misalnya Yusuf. Lelaki yang sehari-hari berdagang sayur di lantai I Pasar Semampir itu mengatakan, pedagang susah kalau harus menaruh stok dagangan di lantai II. Harus naik dulu.

”Lebih nyaman di lantai I. Dari parkiran pembeli bisa langsung masuk berbelanja. Pedagang lebih mudah menaruh barang. Tidak perlu naik-turun tangga,” ujarnya.

PERNAH DIFUNGSIKAN: Lantai II di pasar ini pernah ditempati, tapi ditinggalkan pedagang karena sepi. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Hal senada dikatakan Halima. Pedagang sayur itu juga tidak mau naik ke lantai II. Khawatir dagangannya tidak laku. Sebab, pengunjung pasar hanya akan datang sekali. Cuma melihat jualan mereka, sayur-sayuran. Sementara di lantai I, dagangan lebih bervariasi. Pembeli cukup sekali jalan saat berkeliling pasar.

”Dagangan sayuran harus cepat laku. Ada batas waktu segarnya,” ujar Halima.

Menurut pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kondisi lantai II Pasar Semampir begitu lengang. Sisi timur kosong. Di sisi barat, beberapa bedak milik pedagang tidak digunakan. Suasananya tampak seperti gudang penitipan barang. Di keramik lantai II tampak bekas nomor. Itu bekas nomor bedak masing-masing pedagang.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Meja, kayu, dan amben bambu teronggok di dinding. Sebagian terlihat sengaja dibalik oleh pemiliknya. Termasuk, dua timbangan yang ditaruh begitu saja di lantai. Hanya angin dan hawa panas yang terasa di lantai II Pasar Semampir. Tak ada jual beli. Sepi.

Kondisi itu hari-hari ini terlihat di pasar milik Pemkab Probolinggo tersebut. Lantai II bangunan pasar belum digunakan. Pengelola pasar telah menempuh berbagai cara demi membujuk pedagang. Mereka diminta mau menempati lapak-lapak yang telah disiapkan.

Mengapa mereka enggan menempati lantai II? Ada beberapa alasan. Tempat itu dirasa kurang strategis. Para pedagang khawatir dagangan mereka tidak laku. Sebab, pembeli cenderung memilih berbelanja di lantai I saja. Lebih mudah dijangkau.

Misalnya Yusuf. Lelaki yang sehari-hari berdagang sayur di lantai I Pasar Semampir itu mengatakan, pedagang susah kalau harus menaruh stok dagangan di lantai II. Harus naik dulu.

”Lebih nyaman di lantai I. Dari parkiran pembeli bisa langsung masuk berbelanja. Pedagang lebih mudah menaruh barang. Tidak perlu naik-turun tangga,” ujarnya.

PERNAH DIFUNGSIKAN: Lantai II di pasar ini pernah ditempati, tapi ditinggalkan pedagang karena sepi. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Hal senada dikatakan Halima. Pedagang sayur itu juga tidak mau naik ke lantai II. Khawatir dagangannya tidak laku. Sebab, pengunjung pasar hanya akan datang sekali. Cuma melihat jualan mereka, sayur-sayuran. Sementara di lantai I, dagangan lebih bervariasi. Pembeli cukup sekali jalan saat berkeliling pasar.

”Dagangan sayuran harus cepat laku. Ada batas waktu segarnya,” ujar Halima.

Menurut pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kondisi lantai II Pasar Semampir begitu lengang. Sisi timur kosong. Di sisi barat, beberapa bedak milik pedagang tidak digunakan. Suasananya tampak seperti gudang penitipan barang. Di keramik lantai II tampak bekas nomor. Itu bekas nomor bedak masing-masing pedagang.

MOST READ

BERITA TERBARU

/