alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Okupansi Hotel di Kab Pasuruan Mulai Meningkat Lagi

PASURUAN, Radar Bromo- Selama masa pandemi Covid-19, okupansi hotel di Kabupaten Pasuruan, sempat terpuruk. Syukur, kini mulai menggeliat. Meski masih ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pasuruan Fuji Subagio mengatakan, prediksinya terkait perpanjangan PPKM meleset. Sebelumnya, pihaknya mengira diperpanjang PPKM akan membuat pengusaha hotel dan restoran semakin terpuruk.

“Sebelumnya, saat PPKM Darurat dan diperpanjang level, mengakibatkan kami sangat terdampak. Jadi, prediksi kami kalau diperpanjang lagi bakalan kolaps,” ujarnya.

Ternyata, PPKM benar-benar diperpanjang sejak 9-16 Agustus. Namun, syukur okupansi hotel mulai menggeliat. Jika sebelumnya okupansi hanya 2 persen, pada PPKM perpanjangan ini menjadi rata-rata 10 persen. Jumlah ini terbesar selama penerapan PPKM. “Kami tidak menyangka. Dengan adanya ini (naiknya okupasi) kami bersyukur sekali,” ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil Bagio itu menuturkan, pergerakan itu salah satunya adanya kelonggaran aturan. Meski dalam aturan operasi hotel 50 persen, tetapi kelonggaran penyekatan di beberapa daerah sangat berdampak. Banyak warga dari luar daerah sudah mulai menginap di hotel. “Yang paling besar adalah kelonggaran penyekatan. Banyak (kendaraan) plat L yang mulai menginap,” jelasnya.

Ia berharap PPKM tidak lagi diperpanjang. Sebab, selama PPKM diterapkan, pengusaha hotel dan restoran sangat terdampak. Banyak kegiatan yang sejatinya akan digelar di hotel, di-cancel. “Harapan kami juga ada stimulus. Misalnya, keringanan pembayaran listrik dan stimulus, sehingga kami bisa bernapas sedikit lega,” ujarnya. (sid/rud)

PASURUAN, Radar Bromo- Selama masa pandemi Covid-19, okupansi hotel di Kabupaten Pasuruan, sempat terpuruk. Syukur, kini mulai menggeliat. Meski masih ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pasuruan Fuji Subagio mengatakan, prediksinya terkait perpanjangan PPKM meleset. Sebelumnya, pihaknya mengira diperpanjang PPKM akan membuat pengusaha hotel dan restoran semakin terpuruk.

“Sebelumnya, saat PPKM Darurat dan diperpanjang level, mengakibatkan kami sangat terdampak. Jadi, prediksi kami kalau diperpanjang lagi bakalan kolaps,” ujarnya.

Ternyata, PPKM benar-benar diperpanjang sejak 9-16 Agustus. Namun, syukur okupansi hotel mulai menggeliat. Jika sebelumnya okupansi hanya 2 persen, pada PPKM perpanjangan ini menjadi rata-rata 10 persen. Jumlah ini terbesar selama penerapan PPKM. “Kami tidak menyangka. Dengan adanya ini (naiknya okupasi) kami bersyukur sekali,” ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil Bagio itu menuturkan, pergerakan itu salah satunya adanya kelonggaran aturan. Meski dalam aturan operasi hotel 50 persen, tetapi kelonggaran penyekatan di beberapa daerah sangat berdampak. Banyak warga dari luar daerah sudah mulai menginap di hotel. “Yang paling besar adalah kelonggaran penyekatan. Banyak (kendaraan) plat L yang mulai menginap,” jelasnya.

Ia berharap PPKM tidak lagi diperpanjang. Sebab, selama PPKM diterapkan, pengusaha hotel dan restoran sangat terdampak. Banyak kegiatan yang sejatinya akan digelar di hotel, di-cancel. “Harapan kami juga ada stimulus. Misalnya, keringanan pembayaran listrik dan stimulus, sehingga kami bisa bernapas sedikit lega,” ujarnya. (sid/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/