26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Wabah PMK Buat Produksi Susu di Pasuruan Turun Hampir Separo

PASURUAN, Radar Bromo – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) berdampak serius terhadap produksi susu sapi di Kabupaten Pasuruan. Produktivitas sapi perah sampai anjlok hingga berkurang 48 persen.

Data yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, produksi susu pada Juli 2022 mencapai 142.927 liter. Padahal, pada 2021 bulan yang sama sapi perah peternak mampu menghasilkan 274.391 liter. Artinya, ada penurunan sekitar 48 persen.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Diana Lukita Rahayu melalui Kepala Bidang Uspet Anna mengatakan, dampak pandemi tidak hanya terhadap kesehatan hewan, tetapi juga produksi susunya.

”Berdampak sekali. Jadi, hewan yang sakit itu tidak mau memproduksi susu,” katanya.

Salah seorang peternak sapi Desa Panditan, Kecamatan Lumbang, mengatakan punya 14 ekor sapi. Semuanya kena PMK. Alhasil, sapi perah tersebut tidak mau mengeluarkan susu sama sekali. Seluruhnya enggan makan. Tidak mau makan, susu tidak keluar. Sapi-sapi itu sekarang sembuh. Ada satu yang mati. Para petani berharap kondisi ini cepat berakhir. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) berdampak serius terhadap produksi susu sapi di Kabupaten Pasuruan. Produktivitas sapi perah sampai anjlok hingga berkurang 48 persen.

Data yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, produksi susu pada Juli 2022 mencapai 142.927 liter. Padahal, pada 2021 bulan yang sama sapi perah peternak mampu menghasilkan 274.391 liter. Artinya, ada penurunan sekitar 48 persen.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Diana Lukita Rahayu melalui Kepala Bidang Uspet Anna mengatakan, dampak pandemi tidak hanya terhadap kesehatan hewan, tetapi juga produksi susunya.

”Berdampak sekali. Jadi, hewan yang sakit itu tidak mau memproduksi susu,” katanya.

Salah seorang peternak sapi Desa Panditan, Kecamatan Lumbang, mengatakan punya 14 ekor sapi. Semuanya kena PMK. Alhasil, sapi perah tersebut tidak mau mengeluarkan susu sama sekali. Seluruhnya enggan makan. Tidak mau makan, susu tidak keluar. Sapi-sapi itu sekarang sembuh. Ada satu yang mati. Para petani berharap kondisi ini cepat berakhir. (sid/far)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/