alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Target Rp 5 Miliar dari Retribusi Pasar-Uji Tera

BANGIL, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar daerah dan uji tera bisa mencapai Rp 5 miliar. Meski berat, namun target tersebut diyakini bisa tercapai.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Diano Vf Santoso mengungkapkan, pandemi Covid-19 memang mempengaruhi perekonomian masyarakat. Upaya untuk menghimpun PAD dari retribusi pasar pun tak mudah.

Sebab, tidak sedikit pedagang yang sempat menutup usahanya diawal pandemi. Ditambah, beberapa pembangunan pasar, membuat pedagang yang ada, belum bisa beroperasi normal.

“Namun, kondisi saat ini, mulai membaik. Tingkat transaksi juga mulai agak normal dibanding awal pandemi tahun lalu,” ujar Diano.

Ia menargetkan, tahun ini bisa merealisasikan pendapatan hingga Rp 5 miliar. Perolehan tersebut ditargetkan bisa diperoleh dari 14 pasar daerah yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Mulai Pasar Bangil, Pandaan, Sukorejo, Gempol, Prigen, Wonorejo, Gondangwetan, Ngempit, Warungdowo, Pasrepan, Winongan, Grati, Purwosari, serta Nguling. Serta, juga diperoleh dari uji tera.

“Kami targetkan, bisa menghimpun PAD, total Rp 5 miliar. Baik dari retribusi pasar, juga dari pengujian tera,” sampainya.

Nilai tersebut tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana pada 2020 lalu, Pemkab juga menargetkan perolehan PAD dari retribusi pasar dan tera sekitar Rp 5 miliar.

Menurut Diano, hingga saat ini memang perolehan PAD tersebut, masih jauh dari target. Hanya sekitar Rp 1,6 miliar. Namun, pihaknya optimis target tersebut bisa teralisasi.

“Masih ada waktu untuk mengejar target. Meski realisasi kami, sejauh ini baru 30 persen,” bebernya. (one/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar daerah dan uji tera bisa mencapai Rp 5 miliar. Meski berat, namun target tersebut diyakini bisa tercapai.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Diano Vf Santoso mengungkapkan, pandemi Covid-19 memang mempengaruhi perekonomian masyarakat. Upaya untuk menghimpun PAD dari retribusi pasar pun tak mudah.

Sebab, tidak sedikit pedagang yang sempat menutup usahanya diawal pandemi. Ditambah, beberapa pembangunan pasar, membuat pedagang yang ada, belum bisa beroperasi normal.

“Namun, kondisi saat ini, mulai membaik. Tingkat transaksi juga mulai agak normal dibanding awal pandemi tahun lalu,” ujar Diano.

Ia menargetkan, tahun ini bisa merealisasikan pendapatan hingga Rp 5 miliar. Perolehan tersebut ditargetkan bisa diperoleh dari 14 pasar daerah yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Mulai Pasar Bangil, Pandaan, Sukorejo, Gempol, Prigen, Wonorejo, Gondangwetan, Ngempit, Warungdowo, Pasrepan, Winongan, Grati, Purwosari, serta Nguling. Serta, juga diperoleh dari uji tera.

“Kami targetkan, bisa menghimpun PAD, total Rp 5 miliar. Baik dari retribusi pasar, juga dari pengujian tera,” sampainya.

Nilai tersebut tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana pada 2020 lalu, Pemkab juga menargetkan perolehan PAD dari retribusi pasar dan tera sekitar Rp 5 miliar.

Menurut Diano, hingga saat ini memang perolehan PAD tersebut, masih jauh dari target. Hanya sekitar Rp 1,6 miliar. Namun, pihaknya optimis target tersebut bisa teralisasi.

“Masih ada waktu untuk mengejar target. Meski realisasi kami, sejauh ini baru 30 persen,” bebernya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU