alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Target PAD Retribusi Pasar di Kab Probolinggo Kurang 17 Persen

KRAKSAAN, Radar Bromo – Target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo dari retribusi pasar, hampir 100 persen. Kini capaiannya telah 83 persen. Membaiknya level PPKM, diharapkan mampun mendongkrak realisasi capaian retribusi pasar.

Kasi Pengelola Pasar Disperindag Kabupaten Probolinggo Aditya Arya Guntoro mengatakan, kekurangan target PAD yang harus dikejar sudah tidak terlalu berat. Transaksi di pasar mulai membaik. Adanya kelonggaran aturan yang berlaku pada PPKM level 2, perlahan mengembalikan gelit perekonomian.

“Dibandingkan dengan beberapa bulan lalu, pada saat PPKM membaik menjadi level 2, aturan yang ada juga semakin melonggar. Imbasnya pada pasar yang tampak lebih hidup, karena banyak pembeli yang datang,” katanya.

Aditya mengatakan, tahun ini pihaknya mendapat target Rp 3,9 miliar. Sampai akhir September, capaiannya sudah 83 persen. Karenanya, pada sisa bulan berjalan pihaknya terus berupaya mengejar kekurangannya. Diprediksi target itu akan tercapai sebelum akhir tahun.

“Optimistis bisa tercapai. Sebab, tahun ini kondisinya sudah lebih baik daripada tahun sebelumnya,” katanya.

Disperindag juga masih memantau perkembangan transaksi jual beli di pasar. Mengingat, saat ini beberapa pasar di Kabupaten Probolinggo tetap menjalankan sistem penjualan barang pasar secara online.

Upaya itu dilakukan untuk menaikkan omzet pedagang pasar yang hingga saat ini belum sepenuhnya membaik. Adanya kelonggaran PPKM Level 2, juga diharapkan dapat memberikan efek pada pedagang. Utamanya mampu meningkatkan pendapatan mereka.

“Sejauh ini transaksi pasar sudah baik, namun belum dapat dikatakan normal. Dengan adanya kelonggaran karena membaiknya status level PPKM, diharapkan dapat berdampak pada kenaikan omzet,” harapnya. (ar/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo dari retribusi pasar, hampir 100 persen. Kini capaiannya telah 83 persen. Membaiknya level PPKM, diharapkan mampun mendongkrak realisasi capaian retribusi pasar.

Kasi Pengelola Pasar Disperindag Kabupaten Probolinggo Aditya Arya Guntoro mengatakan, kekurangan target PAD yang harus dikejar sudah tidak terlalu berat. Transaksi di pasar mulai membaik. Adanya kelonggaran aturan yang berlaku pada PPKM level 2, perlahan mengembalikan gelit perekonomian.

“Dibandingkan dengan beberapa bulan lalu, pada saat PPKM membaik menjadi level 2, aturan yang ada juga semakin melonggar. Imbasnya pada pasar yang tampak lebih hidup, karena banyak pembeli yang datang,” katanya.

Aditya mengatakan, tahun ini pihaknya mendapat target Rp 3,9 miliar. Sampai akhir September, capaiannya sudah 83 persen. Karenanya, pada sisa bulan berjalan pihaknya terus berupaya mengejar kekurangannya. Diprediksi target itu akan tercapai sebelum akhir tahun.

“Optimistis bisa tercapai. Sebab, tahun ini kondisinya sudah lebih baik daripada tahun sebelumnya,” katanya.

Disperindag juga masih memantau perkembangan transaksi jual beli di pasar. Mengingat, saat ini beberapa pasar di Kabupaten Probolinggo tetap menjalankan sistem penjualan barang pasar secara online.

Upaya itu dilakukan untuk menaikkan omzet pedagang pasar yang hingga saat ini belum sepenuhnya membaik. Adanya kelonggaran PPKM Level 2, juga diharapkan dapat memberikan efek pada pedagang. Utamanya mampu meningkatkan pendapatan mereka.

“Sejauh ini transaksi pasar sudah baik, namun belum dapat dikatakan normal. Dengan adanya kelonggaran karena membaiknya status level PPKM, diharapkan dapat berdampak pada kenaikan omzet,” harapnya. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/