alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Aktivitas di Pasar Tradisional Tak Kunjung Pulih

KRAKSAAN, Radar Bromo – Diperpanjangnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berimbas pada aktivitas pedagang pasar tradisional. Tilik saja di Pasar Semampir. Hanya sebagian besar pedagang bahan pokok yang banyak buka.

Kepala Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Joeli Santoso mengatakan, saat ini aktivitas di Pasar Semampir masih didominasi pedagang bahan pokok. Sementara untuk pedagang lainya masih banyak yang tidak membuka toko atau lapaknya.

“Kalau penjual kebutuhan pokok sudah mulai normal. Misal seperti pedagang kain, itu masih 60 persen saja yang buka,” ujarnya, Kamis (12/8).

Meski beberapa pedagang sudah mulai buka kembali, pendapatan para pedagang masih minim. Hal itu lantaran para pembeli di pasar masih minim. “Dengan adanya perpanjangan PPKM ini, masyarakat sudah banyak yang mengerti pembatasan. Sehingga konsumen pasar masih sedikit,” ujarnya.

Belum stabilnya aktivitas di Pasar Semampir, seperti pedagang kain disebabkan konsumen masih belum banyak yang membutuhkan. “Sepeti sekolah saja sekarang kan masih belum buka. Jadi banyak pedagang kain yang merasa kurang untung, sehingga tidak buka,” ujarnya.

Sementara itu, Sumiati salah satu pengunjung pasar Semampir mengatakan, sepinya konsumen dan belum normalnya aktivitas pedagang ini sudah terjadi sejak awal pandemi. Ditambah lagi Pasar Semampir sering menjadi tempat operasi yustusi.

“Pembeli banyak yang takut. Sebab takut di swab itu. Operasi itukan tidak selalu diketahui. Mungkin karena itu, pembelinya memilih tidak datang ke pasar agar tidak di-swab,” ujarnya. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Diperpanjangnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berimbas pada aktivitas pedagang pasar tradisional. Tilik saja di Pasar Semampir. Hanya sebagian besar pedagang bahan pokok yang banyak buka.

Kepala Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Joeli Santoso mengatakan, saat ini aktivitas di Pasar Semampir masih didominasi pedagang bahan pokok. Sementara untuk pedagang lainya masih banyak yang tidak membuka toko atau lapaknya.

“Kalau penjual kebutuhan pokok sudah mulai normal. Misal seperti pedagang kain, itu masih 60 persen saja yang buka,” ujarnya, Kamis (12/8).

Meski beberapa pedagang sudah mulai buka kembali, pendapatan para pedagang masih minim. Hal itu lantaran para pembeli di pasar masih minim. “Dengan adanya perpanjangan PPKM ini, masyarakat sudah banyak yang mengerti pembatasan. Sehingga konsumen pasar masih sedikit,” ujarnya.

Belum stabilnya aktivitas di Pasar Semampir, seperti pedagang kain disebabkan konsumen masih belum banyak yang membutuhkan. “Sepeti sekolah saja sekarang kan masih belum buka. Jadi banyak pedagang kain yang merasa kurang untung, sehingga tidak buka,” ujarnya.

Sementara itu, Sumiati salah satu pengunjung pasar Semampir mengatakan, sepinya konsumen dan belum normalnya aktivitas pedagang ini sudah terjadi sejak awal pandemi. Ditambah lagi Pasar Semampir sering menjadi tempat operasi yustusi.

“Pembeli banyak yang takut. Sebab takut di swab itu. Operasi itukan tidak selalu diketahui. Mungkin karena itu, pembelinya memilih tidak datang ke pasar agar tidak di-swab,” ujarnya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/