alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Stok Elpiji di Pasuruan Aman hingga Lebaran Kupat

GADINGREJO, Radar Bromo – Masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan elpiji. Hiswana Migas Pasuruan memastikan stok elpiji di wilayah Pasuruan terpenuhi sampai Lebaran berakhir. Bahkan sampai H+7 atau hari raya kupatan, stok terbilang aman.

Koordinator Hiswana Migas Pasuruan, Dwi Hardono mengungkapkan, permintaan elpiji selama Ramadan, tidak ada kenaikan. Justru selama ini, kenaikan biasanya terjadi pada H-3 sampai H+7 Lebaran. Setelah itu, permintaan elpiji kembali normal.

“Biasanya menjelang Lebaran hingga hari raya kupat yang terjadi kenaikan. Kenaikan berkisar tiga sampai lima persen,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, selama ramadan pihaknya terus memantau stok setiap daerah. Sehingga saat ada kekosongan, maka daerah dengan permintaannya lebih kecil akan ditarik ke daerah yang permintaannya lebih tinggi. Kalau memang ada kelangkaan, masyarakat bisa langsung ke agen atau pangkalan di daerahnya.

“Apalagi saat ini ada program dari pemerintah satu kelurahan/desa itu satu agen atau pangkalan elpiji. Jadi, kelangkaan tidak sampai terjadi yang memicu kenaikan harga,” jelas Hardono.

Menurutnya, selama ini, peningkatan permintaan terjadi musiman. Di luar hari raya keaagamaan, permintaan elpiji juga terjadi saat musim ikan. Sebab, saat tangkapan tinggi, nelayan akan cenderung mengolah ikan mereka dengan pengasapan. Jika begitu, pihaknya biasanya menambah stok sampai 100 persen.

“Misalnya, saat hari normal, kami distribusikan tiga truk, maka saat momen seperti itu, kami tambah tiga truk lagi. Distribusi tidak sekaligus, bisa dua truk dulu, baru satu truk lagi,” sebutnya. (riz/fun)

GADINGREJO, Radar Bromo – Masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan elpiji. Hiswana Migas Pasuruan memastikan stok elpiji di wilayah Pasuruan terpenuhi sampai Lebaran berakhir. Bahkan sampai H+7 atau hari raya kupatan, stok terbilang aman.

Koordinator Hiswana Migas Pasuruan, Dwi Hardono mengungkapkan, permintaan elpiji selama Ramadan, tidak ada kenaikan. Justru selama ini, kenaikan biasanya terjadi pada H-3 sampai H+7 Lebaran. Setelah itu, permintaan elpiji kembali normal.

“Biasanya menjelang Lebaran hingga hari raya kupat yang terjadi kenaikan. Kenaikan berkisar tiga sampai lima persen,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, selama ramadan pihaknya terus memantau stok setiap daerah. Sehingga saat ada kekosongan, maka daerah dengan permintaannya lebih kecil akan ditarik ke daerah yang permintaannya lebih tinggi. Kalau memang ada kelangkaan, masyarakat bisa langsung ke agen atau pangkalan di daerahnya.

“Apalagi saat ini ada program dari pemerintah satu kelurahan/desa itu satu agen atau pangkalan elpiji. Jadi, kelangkaan tidak sampai terjadi yang memicu kenaikan harga,” jelas Hardono.

Menurutnya, selama ini, peningkatan permintaan terjadi musiman. Di luar hari raya keaagamaan, permintaan elpiji juga terjadi saat musim ikan. Sebab, saat tangkapan tinggi, nelayan akan cenderung mengolah ikan mereka dengan pengasapan. Jika begitu, pihaknya biasanya menambah stok sampai 100 persen.

“Misalnya, saat hari normal, kami distribusikan tiga truk, maka saat momen seperti itu, kami tambah tiga truk lagi. Distribusi tidak sekaligus, bisa dua truk dulu, baru satu truk lagi,” sebutnya. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/