alexametrics
26.5 C
Probolinggo
Thursday, 19 May 2022

Covid Naik Lagi, Pengusaha Travel Khawatir Umrah Dibatasi Lagi

PASURUAN, Radar Bromo- merebaknya kasus Covid-19 belakangan ini membuat pengusaha perjalanan travel umrah khawatir. Mereka takut kebijakan penutupan perjalanan umrah terulang.

Wawan Budi Setiawan, pimpinan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) PT Dimas Brian Taktis mengatakan, memiliki jadwal pemberangkatan pada minggu ketiga Maret.

”Insyaallah 23 Maret, sekitar 40 jamaah kami berangkat,” katanya.

Wawan mengakui ada kekhawatiran muncul. Apalagi, saat ini, kasus Covid-19 di Indonesia kembali naik. Di Kabupaten Pasuruan pun,  yang terkonfirmasi sudah lebih dari angka 100. Belum lagi, varian Omicron yang penyebarannya sangat cepat.

“Khawatirnya kebijakan berubah lagi. Ini kan baru dibuka,” ungkapnya.

Wawan berharap tidak ada perubahan regulasi. Sehingga Maret jamaahnya bisa berangkat ke tanah suci Makkah dan Madinah. Perjalanan ibadah ini sangat ditunggu jamaah yang telah mendaftar. Sebab, mereka telah menanti selama 2 tahun untuk bisa menjalanlan ibadah tersebut.

Dia juga berharap, saat hendak berangkat nanti, semua jamaah sehat. Dengan begitu, tidak ada halangan. “Semoga semua negatif dan ada kebijakan penghapusan karantina menjadi karantina mandiri,” tuturnya. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo- merebaknya kasus Covid-19 belakangan ini membuat pengusaha perjalanan travel umrah khawatir. Mereka takut kebijakan penutupan perjalanan umrah terulang.

Wawan Budi Setiawan, pimpinan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) PT Dimas Brian Taktis mengatakan, memiliki jadwal pemberangkatan pada minggu ketiga Maret.

”Insyaallah 23 Maret, sekitar 40 jamaah kami berangkat,” katanya.

Wawan mengakui ada kekhawatiran muncul. Apalagi, saat ini, kasus Covid-19 di Indonesia kembali naik. Di Kabupaten Pasuruan pun,  yang terkonfirmasi sudah lebih dari angka 100. Belum lagi, varian Omicron yang penyebarannya sangat cepat.

“Khawatirnya kebijakan berubah lagi. Ini kan baru dibuka,” ungkapnya.

Wawan berharap tidak ada perubahan regulasi. Sehingga Maret jamaahnya bisa berangkat ke tanah suci Makkah dan Madinah. Perjalanan ibadah ini sangat ditunggu jamaah yang telah mendaftar. Sebab, mereka telah menanti selama 2 tahun untuk bisa menjalanlan ibadah tersebut.

Dia juga berharap, saat hendak berangkat nanti, semua jamaah sehat. Dengan begitu, tidak ada halangan. “Semoga semua negatif dan ada kebijakan penghapusan karantina menjadi karantina mandiri,” tuturnya. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/