26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

PNM PKU Cetak Rekor MURI Webinar Pembangunan oleh Perempuan Terbanyak

JAKARTA, Radar Bromo- PT Per­modalan Nasional Madani (PNM) melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) meng­gelar webinar. Kegiatan ini berhasil mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kategori Webinar Pembangunan Keberlanjutan oleh Perempuan Terbanyak.

Program ini bertujuan mening­katkan pemahaman kepada na­sabah terhadap pentingnya pen­didikan berkualitas bagi anak untuk membangun karakter dan meningkatkan taraf hidup untuk kesejahteraan keluarga. Rabu (8/8), kegiatan ini dihadiri 30.000 pe­serta yang merupakan nasabah PNM Mekaar. Meliputi dari wi­layah DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan, dan Sumatera.

Direktur Operasional PT PNM Su­nar Basuki hadir langsung dalam kegiatan ini. Begitu juga dengan Senior Customer Relation Ma­nager MURI Andre Pur­wan­dono.

Webinar ini tidak terlepas dari ko­mitmen pendampingan PNM dalam membangun hubungan emo­sional. Serta, memberikan du­kungan kepada para nasabah PNM untuk mendapatkan pe­ngetahuan dan informasi baru yang dapat berdampak baik ter­hadap kemajuan usaha UMKM di seluruh Indonesia.

Erick Thohir, Menteri BUMN RI

Dalam kesempatan ini, Menteri BUMN RI Erick Thohir me­nyam­paikan pesan melalui video khu­sus peserta webinar terkait pen­tingnya peranan perempuan untuk terus belajar mengem­ba­ng­kan diri. Begitu juga dengan Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati, yang juga hadir secara virtual.

“Saya percaya bahwa kita sebagai perempuan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan dan mem­ba­ngun usaha untuk kesejahteraan ke­luarga,” ujarnya.

Webinar ini juga menghadirkan Najwa Shihab. Seorang jurnalis Pen­diri Narasi dan Pegiat Literasi. Ia hadir secara virtual sebagai narasumber.

“Tidak mudah untuk menjadi wanita yang multiperan, kita sesama perempuan harus saling me­nguatkan. Mari saling men­du­kung dan menguatkan satu sa­ma lain sesama perem­puan di Indonesia. Insyaallah itu akan mewujudkan kita men­ca­pai keinginan-keinginan kita,” katanya.

I Gusti Ayu Bintang Darmawati,
Menteri PPPA

Peran usaha mikro, kecil, dan menengah, untuk merealisasikan tujuan Pembangunan Berke­lanjutan (Sustainable Develop­ment Goals/SDGs) di Indonesia be­gitu besar. PNM sebagai salah satu holding ultra mikro yang di­bentuk pemerintah, khusus untuk memberikan pember­dayaan UMKM untuk terus mendukung dan mening­kat­kan kemampuan serta kualitas na­sabahnya agar terus ber­kembang dan naik kelas.

Materi yang disampaikan meli­puti pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan yang bergeser ke arah pem­bangunan berkelanjutan. Berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup.

Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi me­ngajak peserta untuk selalu se­mangat. Serta, senantiasa ber­pikir positif untuk masa depan keluarga dan anak-anak yang lebih baik. “Karena, menurut ka­mi fondasi utama dari keluarga ada­lah ibu-ibu ini,” ujar perem­puan yang juga hadir secara vir­tual itu.

Sebagai penutup, Direktur Ope­rasional PT PNM Sunar Basuki mengatakan webinar ini juga merupakan pemberdayaan melalui 3 Modal PNM. Meliputi, finansial, intelektual, dan sosial.

Modal finansial, kata Basuki, merupakan program modal usaha tanpa jaminan pinjaman dan bersifat kelompok. Serta, mempunyai sistem tertanggung. Modal intelektual merupakan pro­gram PKU melalui pelatihan yang diberikan kepada nasabah un­tuk bisa upgrade dan ber­kem­bang, sehingga bisa naik ke­las dan mandiri.

Modal sosial merupakan pro­gram pelatihan kepada nasabah. Agar dapat berinteraksi dan me­lakukan pertukaran bisnis eko­nomi dalam satu ekosistem. Tu­juannya, mendorong para na­sabah agar mam­pu mem­ber­da­yakan masya­ra­kat di sekitar me­reka.

Sebagai informasi, hingga 3 Agustus 2022, PNM telah me­nyalurkan pembiayaan sebesar Rp 131,80 triliun kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 12,31 juta nasabah. Saat ini, PNM memiliki 3.500 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor la­yanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 provinsi, 422 kabupaten/kota, dan 5.640 kecamatan. (*)

 

 

JAKARTA, Radar Bromo- PT Per­modalan Nasional Madani (PNM) melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) meng­gelar webinar. Kegiatan ini berhasil mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kategori Webinar Pembangunan Keberlanjutan oleh Perempuan Terbanyak.

Program ini bertujuan mening­katkan pemahaman kepada na­sabah terhadap pentingnya pen­didikan berkualitas bagi anak untuk membangun karakter dan meningkatkan taraf hidup untuk kesejahteraan keluarga. Rabu (8/8), kegiatan ini dihadiri 30.000 pe­serta yang merupakan nasabah PNM Mekaar. Meliputi dari wi­layah DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan, dan Sumatera.

Direktur Operasional PT PNM Su­nar Basuki hadir langsung dalam kegiatan ini. Begitu juga dengan Senior Customer Relation Ma­nager MURI Andre Pur­wan­dono.

Webinar ini tidak terlepas dari ko­mitmen pendampingan PNM dalam membangun hubungan emo­sional. Serta, memberikan du­kungan kepada para nasabah PNM untuk mendapatkan pe­ngetahuan dan informasi baru yang dapat berdampak baik ter­hadap kemajuan usaha UMKM di seluruh Indonesia.

Erick Thohir, Menteri BUMN RI

Dalam kesempatan ini, Menteri BUMN RI Erick Thohir me­nyam­paikan pesan melalui video khu­sus peserta webinar terkait pen­tingnya peranan perempuan untuk terus belajar mengem­ba­ng­kan diri. Begitu juga dengan Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati, yang juga hadir secara virtual.

“Saya percaya bahwa kita sebagai perempuan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan dan mem­ba­ngun usaha untuk kesejahteraan ke­luarga,” ujarnya.

Webinar ini juga menghadirkan Najwa Shihab. Seorang jurnalis Pen­diri Narasi dan Pegiat Literasi. Ia hadir secara virtual sebagai narasumber.

“Tidak mudah untuk menjadi wanita yang multiperan, kita sesama perempuan harus saling me­nguatkan. Mari saling men­du­kung dan menguatkan satu sa­ma lain sesama perem­puan di Indonesia. Insyaallah itu akan mewujudkan kita men­ca­pai keinginan-keinginan kita,” katanya.

I Gusti Ayu Bintang Darmawati,
Menteri PPPA

Peran usaha mikro, kecil, dan menengah, untuk merealisasikan tujuan Pembangunan Berke­lanjutan (Sustainable Develop­ment Goals/SDGs) di Indonesia be­gitu besar. PNM sebagai salah satu holding ultra mikro yang di­bentuk pemerintah, khusus untuk memberikan pember­dayaan UMKM untuk terus mendukung dan mening­kat­kan kemampuan serta kualitas na­sabahnya agar terus ber­kembang dan naik kelas.

Materi yang disampaikan meli­puti pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan yang bergeser ke arah pem­bangunan berkelanjutan. Berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup.

Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi me­ngajak peserta untuk selalu se­mangat. Serta, senantiasa ber­pikir positif untuk masa depan keluarga dan anak-anak yang lebih baik. “Karena, menurut ka­mi fondasi utama dari keluarga ada­lah ibu-ibu ini,” ujar perem­puan yang juga hadir secara vir­tual itu.

Sebagai penutup, Direktur Ope­rasional PT PNM Sunar Basuki mengatakan webinar ini juga merupakan pemberdayaan melalui 3 Modal PNM. Meliputi, finansial, intelektual, dan sosial.

Modal finansial, kata Basuki, merupakan program modal usaha tanpa jaminan pinjaman dan bersifat kelompok. Serta, mempunyai sistem tertanggung. Modal intelektual merupakan pro­gram PKU melalui pelatihan yang diberikan kepada nasabah un­tuk bisa upgrade dan ber­kem­bang, sehingga bisa naik ke­las dan mandiri.

Modal sosial merupakan pro­gram pelatihan kepada nasabah. Agar dapat berinteraksi dan me­lakukan pertukaran bisnis eko­nomi dalam satu ekosistem. Tu­juannya, mendorong para na­sabah agar mam­pu mem­ber­da­yakan masya­ra­kat di sekitar me­reka.

Sebagai informasi, hingga 3 Agustus 2022, PNM telah me­nyalurkan pembiayaan sebesar Rp 131,80 triliun kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 12,31 juta nasabah. Saat ini, PNM memiliki 3.500 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor la­yanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 provinsi, 422 kabupaten/kota, dan 5.640 kecamatan. (*)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/