alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Koperasi Syariah Belum Tumbuh di Setiap Desa di Kab Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 berdampak ke berbagai sektor ekonomi. Tak terkecuali lembaga pembiayaan syariah, seperti koperasi syariah. Jumlahnya masih stagnan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pasuruan Trijono Isdijanto mengungkapkan, koperasi pola syariah sebenarnya semakin banyak diminati. Khususnya, masyarakat Kabupaten Pasuruan. Sebab, masyarakat Kabupaten Pasuruan memang agamis. Nah, pandemi Covid-19 berdampak pada pertumbuhan koperasi syariah.

”Pandemi membuat pertumbuhan koperasi berbasis syariah tersendat,” ungkapnya.

Buktinya, lembaga koperasi syariah ini belum mampu tumbuh di semua desa dan kelurahan di Pasuruan. Sejauh ini, baru ada sekitar 90 koperasi syariah. Lembaga tersebut tersebar di 80 desa atau kelurahan.

Artinya, masih banyak desa yang belum punya koperasi syariah. Mengingat, di Kabupaten Pasuruan ada 365 desa dan kelurahan. Trijono berharap ada pertumbuhan koperasi. Namun, dampak Covid-19 membuat pertumbuhan koperasi cenderung stagnan. Baik konvensional ataupun syariah. ”Padahal, pertumbuhan ini diperlukan agar masyarakat bisa memiliki banyak pilihan dan kemudahan,” ujarnya. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 berdampak ke berbagai sektor ekonomi. Tak terkecuali lembaga pembiayaan syariah, seperti koperasi syariah. Jumlahnya masih stagnan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pasuruan Trijono Isdijanto mengungkapkan, koperasi pola syariah sebenarnya semakin banyak diminati. Khususnya, masyarakat Kabupaten Pasuruan. Sebab, masyarakat Kabupaten Pasuruan memang agamis. Nah, pandemi Covid-19 berdampak pada pertumbuhan koperasi syariah.

”Pandemi membuat pertumbuhan koperasi berbasis syariah tersendat,” ungkapnya.

Buktinya, lembaga koperasi syariah ini belum mampu tumbuh di semua desa dan kelurahan di Pasuruan. Sejauh ini, baru ada sekitar 90 koperasi syariah. Lembaga tersebut tersebar di 80 desa atau kelurahan.

Artinya, masih banyak desa yang belum punya koperasi syariah. Mengingat, di Kabupaten Pasuruan ada 365 desa dan kelurahan. Trijono berharap ada pertumbuhan koperasi. Namun, dampak Covid-19 membuat pertumbuhan koperasi cenderung stagnan. Baik konvensional ataupun syariah. ”Padahal, pertumbuhan ini diperlukan agar masyarakat bisa memiliki banyak pilihan dan kemudahan,” ujarnya. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/