alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Bayar Sewa Stan Pasar Tradisional di Kota Pasuruan Pakai Aplikasi

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PURWOREJO, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan mulai menerapkan e-retribusi di pasar tradisional. Pedagang kini membayar retribusi secara online. Terobosan itu diyakini mampu menutup kebocoran pendapatan daerah dari sektor retribusi. Namun, penerapannya belum bisa serentak di seluruh pasar.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Lucky Danardono menjelaskan, e-retribusi baru diawali di Pasar Kebonagung. Khususnya bagi pedagang yang harus membayar retribusi bulanan. Jumlahnya, 280 pedagang. Mereka menempati kios-kios pasar.

”Mulai hari ini sudah diterapkan, tetapi sifatnya masih uji coba,” katanya.

Menurut Lucky, e-retribusi itu diterapkan atas kerja sama dengan Bank Jatim. Caranya, menggunakan aplikasi yang terkoneksi dengan pihak bank. Pedagang hanya perlu memindai barcode melalui aplikasi di ponselnya. Tidak ada lagi pembayaran tunai melalui petugas pasar.

Retribusi yang dibayar senilai Rp 108 ribu per bulan setiap kios secara otomatis tercatat dalam pendapatan daerah. Dengan begitu, pembayaran retribusi bisa lebih efisien. ”Tentu ini lebih akuntabel dan efisien dibandingkan dengan memungut retribusi secara manual,” beber Lucky.

Plt Kepala Pasar Ridho Wijaya menambahkan, di hari pertama uji coba e-retribusi itu memang masih terjadi kendala. Tapi, kendala yang ditemukan bersifat teknis. Yakni, karena jaringan pada aplikasi yang digunakan. Meski begitu, Ridho yakin gangguan itu tidak akan menghambat penarikan retribusi secara online.

”Kami yakin ini akan berjalan lancar. Uji coba sepertinya tidak butuh waktu sampai satu bulan,” katanya.

Dengan begitu, Ridho bisa menambah layanan e-retribusi bagi semua pedagang di pasar tradisional lain. ”Setelah uji coba ini selesai, kami berupaya menerapkannya juga di pasar lain,” pungkasnya. (tom/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

PURWOREJO, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan mulai menerapkan e-retribusi di pasar tradisional. Pedagang kini membayar retribusi secara online. Terobosan itu diyakini mampu menutup kebocoran pendapatan daerah dari sektor retribusi. Namun, penerapannya belum bisa serentak di seluruh pasar.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Lucky Danardono menjelaskan, e-retribusi baru diawali di Pasar Kebonagung. Khususnya bagi pedagang yang harus membayar retribusi bulanan. Jumlahnya, 280 pedagang. Mereka menempati kios-kios pasar.

”Mulai hari ini sudah diterapkan, tetapi sifatnya masih uji coba,” katanya.

Mobile_AP_Half Page

Menurut Lucky, e-retribusi itu diterapkan atas kerja sama dengan Bank Jatim. Caranya, menggunakan aplikasi yang terkoneksi dengan pihak bank. Pedagang hanya perlu memindai barcode melalui aplikasi di ponselnya. Tidak ada lagi pembayaran tunai melalui petugas pasar.

Retribusi yang dibayar senilai Rp 108 ribu per bulan setiap kios secara otomatis tercatat dalam pendapatan daerah. Dengan begitu, pembayaran retribusi bisa lebih efisien. ”Tentu ini lebih akuntabel dan efisien dibandingkan dengan memungut retribusi secara manual,” beber Lucky.

Plt Kepala Pasar Ridho Wijaya menambahkan, di hari pertama uji coba e-retribusi itu memang masih terjadi kendala. Tapi, kendala yang ditemukan bersifat teknis. Yakni, karena jaringan pada aplikasi yang digunakan. Meski begitu, Ridho yakin gangguan itu tidak akan menghambat penarikan retribusi secara online.

”Kami yakin ini akan berjalan lancar. Uji coba sepertinya tidak butuh waktu sampai satu bulan,” katanya.

Dengan begitu, Ridho bisa menambah layanan e-retribusi bagi semua pedagang di pasar tradisional lain. ”Setelah uji coba ini selesai, kami berupaya menerapkannya juga di pasar lain,” pungkasnya. (tom/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2