alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Harga Relatif Stabil, Pasar Murah Tak Perlu Ditambah

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) rutin memantau pergerakan bahan pokok. Intensitasnya bahkan lebih rutin di akhir Ramadan. Hasilnya, menjelang Lebaran ini, harga komoditi di pasar yang berada di Kabupaten Probolinggo masih terpantau stabil. Sehingga tak perlu adanya tambahan pasar murah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Taufik Alami menyebutkan, harga komoditi yang ada di pasaran, masih stabil. Sehingga Disperindag menilai belum perlu melakukan menambah pasar murah.

“Alhamdulillah harga kebutuhan pokok hingga H-7 Idul Fitri, sangat stabil. Sehingga belum perlu dilaksanakan operasi pasar murah,” ujarnya, Kamis (6/5).

Dia menyebutkan, jika terjadi lonjakan pada harga komoditi di pasaran maka pihaknya akan segera mengantisipasi. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan menggelar pasar murah tersebut. Sementara ini pasar murah sudah digelar di 5 Kecamatan di 5 pasar.

Taufik menambahkan bahwa pihaknya telah melaksanakan sidak harga di awal Ramadan lalu. Selain itu pengawasan terus dilakukan secara intensif di seluruh pasar di wilayah kerjanya.

“Kami sudah melaksanakan sidak harga di awal Ramadan. Selain itu kami melakukan pemantauan harga tiap hari secara integrasi dengan 34 koordinator pasar se-Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Selain itu guna mengontrol harga pihaknya juga terus melakukan kajian, meski bersifat temporary. Kajian maupun antisipasinya nanti dilakukan dengan langkah-langkah yang bersifat sementara. Untuk kajian dan antisipasinya sebenarnya tidak hanya sementara saja, namun langkah jangka panjang juga ada.

Dari hasil kajian itulah diketahui, apakah diperlukan digelar pasar murah atau tidak.

Sementara itu harga pada beberapa komoditi di pasaran per Kamis (6/5). Sebagai berikut. Beras premium RP 10.000, beras medium Rp 9.000, gula pasir Rp 12.000, minyak curah Rp 14.000. Sementara itu, telur ayam 22.000, daging ayam Rp 36.000, raging sapi Rp 100.000. Dilanjut dengan cabai besar Rp 35.000, cabai rawit Rp 50.000, bawang merah Rp 20.000 dan bawang putih Rp 22.000. Semua harga komoditi tersebut hitungannya per kilogram. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) rutin memantau pergerakan bahan pokok. Intensitasnya bahkan lebih rutin di akhir Ramadan. Hasilnya, menjelang Lebaran ini, harga komoditi di pasar yang berada di Kabupaten Probolinggo masih terpantau stabil. Sehingga tak perlu adanya tambahan pasar murah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Taufik Alami menyebutkan, harga komoditi yang ada di pasaran, masih stabil. Sehingga Disperindag menilai belum perlu melakukan menambah pasar murah.

“Alhamdulillah harga kebutuhan pokok hingga H-7 Idul Fitri, sangat stabil. Sehingga belum perlu dilaksanakan operasi pasar murah,” ujarnya, Kamis (6/5).

Dia menyebutkan, jika terjadi lonjakan pada harga komoditi di pasaran maka pihaknya akan segera mengantisipasi. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan menggelar pasar murah tersebut. Sementara ini pasar murah sudah digelar di 5 Kecamatan di 5 pasar.

Taufik menambahkan bahwa pihaknya telah melaksanakan sidak harga di awal Ramadan lalu. Selain itu pengawasan terus dilakukan secara intensif di seluruh pasar di wilayah kerjanya.

“Kami sudah melaksanakan sidak harga di awal Ramadan. Selain itu kami melakukan pemantauan harga tiap hari secara integrasi dengan 34 koordinator pasar se-Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Selain itu guna mengontrol harga pihaknya juga terus melakukan kajian, meski bersifat temporary. Kajian maupun antisipasinya nanti dilakukan dengan langkah-langkah yang bersifat sementara. Untuk kajian dan antisipasinya sebenarnya tidak hanya sementara saja, namun langkah jangka panjang juga ada.

Dari hasil kajian itulah diketahui, apakah diperlukan digelar pasar murah atau tidak.

Sementara itu harga pada beberapa komoditi di pasaran per Kamis (6/5). Sebagai berikut. Beras premium RP 10.000, beras medium Rp 9.000, gula pasir Rp 12.000, minyak curah Rp 14.000. Sementara itu, telur ayam 22.000, daging ayam Rp 36.000, raging sapi Rp 100.000. Dilanjut dengan cabai besar Rp 35.000, cabai rawit Rp 50.000, bawang merah Rp 20.000 dan bawang putih Rp 22.000. Semua harga komoditi tersebut hitungannya per kilogram. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/