alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 28 January 2022

Harga Cabai di Pasuruan Naik Segini, Hujan jadi Pemicu

PASURUAN, Radar Bromo – Harga salah satu komoditas bahan dapur kembali mengalami kenaikan. Kali ini lonjakan harga cabai rawit cukup memusingkan para pedagang pasar. Bukan saja karena kenaikannya yang secara tiba-tiba. Kualitas barangnya juga buruk sehingga membuat pedagang cemas akan mempengaruhi daya beli konsumen.

Kenaikan harga cabai rawit itu terjadi sejak akhir pekan lalu. Dalam beberapa waktu sebelumnya, harga cabai rawit yang dipasok ke pasar tradisional di Kota Pasuruan cukup stabil. Per kilogramnya biasanya dibanderol dengan harga sekitar Rp 38 ribu.

“Tiba-tiba saja mulai Kamis kemarin naik,” kata Radiyah, pedagang di Pasar Kebonagung.

Selama ini, dia dan pedagang lainnya bisa maklum apabila kenaikan harga komoditas hanya kisaran Rp 2 ribu atau Rp 5 ribu. Tapi kali ini, harga cabai rawit menembus angka Rp 55 ribu perkilogram. Karena itu, para pedagang mengeluh. “Belum lagi kualitasnya juga jelek. Sebagian mulai membusuk,” katanya.

Kondisi tersebut membuat pedagang tak bisa berbuat banyak selain geleng-geleng kepala. Sebab, dengan harga yang didapat dari penyuplai yang tinggi, tentu konsumen juga akan mengurangi jumlah pembelian mereka. Di sisi lain, kualitas barang yang buruk juga menjadi kekhawatiran pedagang akan keuntungan yang didapat.

PASURUAN, Radar Bromo – Harga salah satu komoditas bahan dapur kembali mengalami kenaikan. Kali ini lonjakan harga cabai rawit cukup memusingkan para pedagang pasar. Bukan saja karena kenaikannya yang secara tiba-tiba. Kualitas barangnya juga buruk sehingga membuat pedagang cemas akan mempengaruhi daya beli konsumen.

Kenaikan harga cabai rawit itu terjadi sejak akhir pekan lalu. Dalam beberapa waktu sebelumnya, harga cabai rawit yang dipasok ke pasar tradisional di Kota Pasuruan cukup stabil. Per kilogramnya biasanya dibanderol dengan harga sekitar Rp 38 ribu.

“Tiba-tiba saja mulai Kamis kemarin naik,” kata Radiyah, pedagang di Pasar Kebonagung.

Selama ini, dia dan pedagang lainnya bisa maklum apabila kenaikan harga komoditas hanya kisaran Rp 2 ribu atau Rp 5 ribu. Tapi kali ini, harga cabai rawit menembus angka Rp 55 ribu perkilogram. Karena itu, para pedagang mengeluh. “Belum lagi kualitasnya juga jelek. Sebagian mulai membusuk,” katanya.

Kondisi tersebut membuat pedagang tak bisa berbuat banyak selain geleng-geleng kepala. Sebab, dengan harga yang didapat dari penyuplai yang tinggi, tentu konsumen juga akan mengurangi jumlah pembelian mereka. Di sisi lain, kualitas barang yang buruk juga menjadi kekhawatiran pedagang akan keuntungan yang didapat.

MOST READ

BERITA TERBARU