alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 28 January 2022

Okupansi Hotel Bisa Naik Jika Tak Ada Penyekatan saat Nataru

PASURUAN, Radar Bromo– Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pasuruan tetap optimistis liburan Natal dan tahun baru (nataru) akan menjadi berkah. Bahkan, yakin okupansi hotel bisa meningkat hingga 50 persen. Meski ada penerapan PPKM Level 3, seperti direncanakan Pemerintah Pusat.

Ketua PHRI Pasuruan Fuji Subagyo mengatakan, sejauh ini okupansi hotel cukup baik. Semenjak kasus Covid-19 menurun, hotel-hotel di daerahnya sudah banyak pengunjung. Mereka sudah berani menginap untuk liburan. “Alhamdulillah, okupansi bulan-bulan ini sudah bagus,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Peningkatan okupansi hotel cukup menarik. Bisa mencapai 70-80 persen. Menurutnya, hampir semua hotel di Pasuruan merasakannya. Selain pengunjung secara umum, juga karena banyak instansi pemerintah yang mengadakan kegiatan di hotel. “Bagi kami ini sangat membantu. Karena itu, okupansi hotel meningkat,” ujarnya.

Terkait rencana pemerintah menerapkan PPKM Level 3 ketika Natal dan tahun baru, Subagyo mengatakan, hal itu tidak begitu berarti. Apalagi, jika tidak ada penyekatan seperti ketika awal-awal diterapkan PPKM Darurat. Saat itu semua hotel diwajibkan tutup sementara.

Seiring berjalannya waktu, pada penerapan PPKM level aturan dilonggarkan. Penyekatan ditiadakan, sehingga pengusaha hotel bisa bernapas lega. Bahkan, PHRI memprediksi okupasi hotel akan meningkat 50 persen ketika Nataru.

“Yang pasti bisa lebih baik dari tahun kemarin. Kalau tahun kemarin memang sepi. Tetapi, kali ini prediksi kami terjadi peningkatan 50 persen. Sekarang sudah ada yang booking,” terangnya. (sid/rud)

PASURUAN, Radar Bromo– Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pasuruan tetap optimistis liburan Natal dan tahun baru (nataru) akan menjadi berkah. Bahkan, yakin okupansi hotel bisa meningkat hingga 50 persen. Meski ada penerapan PPKM Level 3, seperti direncanakan Pemerintah Pusat.

Ketua PHRI Pasuruan Fuji Subagyo mengatakan, sejauh ini okupansi hotel cukup baik. Semenjak kasus Covid-19 menurun, hotel-hotel di daerahnya sudah banyak pengunjung. Mereka sudah berani menginap untuk liburan. “Alhamdulillah, okupansi bulan-bulan ini sudah bagus,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Peningkatan okupansi hotel cukup menarik. Bisa mencapai 70-80 persen. Menurutnya, hampir semua hotel di Pasuruan merasakannya. Selain pengunjung secara umum, juga karena banyak instansi pemerintah yang mengadakan kegiatan di hotel. “Bagi kami ini sangat membantu. Karena itu, okupansi hotel meningkat,” ujarnya.

Terkait rencana pemerintah menerapkan PPKM Level 3 ketika Natal dan tahun baru, Subagyo mengatakan, hal itu tidak begitu berarti. Apalagi, jika tidak ada penyekatan seperti ketika awal-awal diterapkan PPKM Darurat. Saat itu semua hotel diwajibkan tutup sementara.

Seiring berjalannya waktu, pada penerapan PPKM level aturan dilonggarkan. Penyekatan ditiadakan, sehingga pengusaha hotel bisa bernapas lega. Bahkan, PHRI memprediksi okupasi hotel akan meningkat 50 persen ketika Nataru.

“Yang pasti bisa lebih baik dari tahun kemarin. Kalau tahun kemarin memang sepi. Tetapi, kali ini prediksi kami terjadi peningkatan 50 persen. Sekarang sudah ada yang booking,” terangnya. (sid/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU