alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Target Tercapai, Tahun Ini Retribusi Pasar Diprediksi Naik

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo memprediksi target retribusi pasar tahun ini naik. Pasalnya hingga tutup tahun 2021, retribusi pasar telah melebihi target yang ditetapkan.

Kabid Pasar Disperindag Kabupaten Probolinggo Andi Wiroso mengatakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar tahun 2021 sebesar Rp 3,9 miliar. Tapi berhasil dilampaui hingga Rp 4,3 miliar.

Dengan capaian yang melebihi target ini. Pihaknya memprediksi target PAD pasar pada tahun ini akan mengalami kenaikan. Terlebih lagi kondisi pandemi terus membaik. Sehingga membuat aktivitas pasar berangsur-angsur normal.

“Untuk pastinya kami masih belum tahu karena masih belum diputuskan,” terangnya.

Walaupun demikian sejatinya masih ada retribusi pasar di tahun 2021 yang masih belum tuntas tertagih. Sehingga, sisa PAD tersebut akan dimasukkan di buku kas piutang di tahun 2022 ini.

“Ada yang belum tertagih tuntas. Itu retribusi bulan Desember. Meski sebenarnya pembayaran terakhir setiap tanggal 20 per bulannya, masih ada saja pedagang yang telat pembayarannya,” katanya.

Untuk pedagang yang masih memiliki tunggakan pembyaran retribusi, akan diberi waktu untuk melakukan pembayaran hingga 20 Januari. Jika masih belum melakukan pembayaran, pihaknya akan melakukan teguran dengan mengirimkan surat peringatan.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo memprediksi target retribusi pasar tahun ini naik. Pasalnya hingga tutup tahun 2021, retribusi pasar telah melebihi target yang ditetapkan.

Kabid Pasar Disperindag Kabupaten Probolinggo Andi Wiroso mengatakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar tahun 2021 sebesar Rp 3,9 miliar. Tapi berhasil dilampaui hingga Rp 4,3 miliar.

Dengan capaian yang melebihi target ini. Pihaknya memprediksi target PAD pasar pada tahun ini akan mengalami kenaikan. Terlebih lagi kondisi pandemi terus membaik. Sehingga membuat aktivitas pasar berangsur-angsur normal.

“Untuk pastinya kami masih belum tahu karena masih belum diputuskan,” terangnya.

Walaupun demikian sejatinya masih ada retribusi pasar di tahun 2021 yang masih belum tuntas tertagih. Sehingga, sisa PAD tersebut akan dimasukkan di buku kas piutang di tahun 2022 ini.

“Ada yang belum tertagih tuntas. Itu retribusi bulan Desember. Meski sebenarnya pembayaran terakhir setiap tanggal 20 per bulannya, masih ada saja pedagang yang telat pembayarannya,” katanya.

Untuk pedagang yang masih memiliki tunggakan pembyaran retribusi, akan diberi waktu untuk melakukan pembayaran hingga 20 Januari. Jika masih belum melakukan pembayaran, pihaknya akan melakukan teguran dengan mengirimkan surat peringatan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/