alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Evaluasi Total 37 Ribu Penerima BLT-DD di Kab Probolinggo

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai bersumber Dana Desa (BLT-DD) kepada seluruh desa di Kabupaten Probolinggo masih berlanjut. Sampai akhir September terdata 37.645 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah KPM saat ini terus dievaluasi.

Kasi Perencanaan dan Evaluasi DPMD Kabupaten Probolinggo, Farhan Hidayat mengatakan, jumlah KPM yang saat ini terdaftar memungkinkan dilakukan evaluasi. Pasalnya ada penambahan syarat yang harus dipenuhi, yakni telah melakukan vaksinasi.

“Jumlah KPM cukup banyak. Penyaluran akan dilakukan sampai akhir tahun. Evaluasi secara berkala juga turut dilakukan,” ungkapnya.

Namun evaluasi yang dilakukan tetap menjadi kewenangan pemerintah desa (Pemdes) yang bertindak sebagai penyalur. Pemdes mengerti kondisi perekonomian warganya. Mana yang lebih membutuhkan karena kondisi ekonominya benar-benar terdampak. Selain itu juga lebih tau mana warganya yang telah divaksin.

Namun demikian sampai dengan saat ini masih belum ada laporan dari Desa terkait dengan perubahan data penerima bantuan. “Berkaitan dengan perubahan penerima, tetap ada mekanisme Musyawarah Desa Khusus. Nanti perubahan dilaporkan kepada kami, sejauh ini datanya masih tetap sama,” ucapnya.

Setiap pelaksanaan kegiatan penyaluran di desa pihaknya selalu meminta laporan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui progres penyaluran yang telah dilakukan kepada KPM.

“Untuk yang sudah melakukan penyaluran BLT-DD kami selalu meminta laporan. Namun kadang memang desa belum mengirim langsung. Jadi, data yang terekap dalam progres penyaluran adalah desa yang sudah menyalurkan sekaligus melaporkannya,” tuturnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai bersumber Dana Desa (BLT-DD) kepada seluruh desa di Kabupaten Probolinggo masih berlanjut. Sampai akhir September terdata 37.645 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah KPM saat ini terus dievaluasi.

Kasi Perencanaan dan Evaluasi DPMD Kabupaten Probolinggo, Farhan Hidayat mengatakan, jumlah KPM yang saat ini terdaftar memungkinkan dilakukan evaluasi. Pasalnya ada penambahan syarat yang harus dipenuhi, yakni telah melakukan vaksinasi.

“Jumlah KPM cukup banyak. Penyaluran akan dilakukan sampai akhir tahun. Evaluasi secara berkala juga turut dilakukan,” ungkapnya.

Namun evaluasi yang dilakukan tetap menjadi kewenangan pemerintah desa (Pemdes) yang bertindak sebagai penyalur. Pemdes mengerti kondisi perekonomian warganya. Mana yang lebih membutuhkan karena kondisi ekonominya benar-benar terdampak. Selain itu juga lebih tau mana warganya yang telah divaksin.

Namun demikian sampai dengan saat ini masih belum ada laporan dari Desa terkait dengan perubahan data penerima bantuan. “Berkaitan dengan perubahan penerima, tetap ada mekanisme Musyawarah Desa Khusus. Nanti perubahan dilaporkan kepada kami, sejauh ini datanya masih tetap sama,” ucapnya.

Setiap pelaksanaan kegiatan penyaluran di desa pihaknya selalu meminta laporan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui progres penyaluran yang telah dilakukan kepada KPM.

“Untuk yang sudah melakukan penyaluran BLT-DD kami selalu meminta laporan. Namun kadang memang desa belum mengirim langsung. Jadi, data yang terekap dalam progres penyaluran adalah desa yang sudah menyalurkan sekaligus melaporkannya,” tuturnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/