alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Catat Ada 200 Koperasi Masih Aktif di Kota Probolinggo

KANIGARAN, Radar Bromo – Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo mencatat, jumlah koperasi resmi saat ini tercatat 200 buah. Jumlah ini usai ada 36 koperasi yang di bubarkan tahun 2021 lalu.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo, Fitriawati memastikan, 200 koperasi resmi yang ada saat ini tidak akan berubah hingga akhir tahun 2022. Sebab, tahun ini tidak ada usulan untuk pembubaran koperasi. Pihaknya berharap 200 koperasi yang ada saat ini bisa tetap aktif.

“Kalau tahun 2021 lalu ada 36 koperasi yang dibubarkan. Kalau tahun ini tidak ada. Karena tidak ada usulan pembubaran,” ungkapnya.

Ia menerangkan pihaknya rutin memantau koperasi di secara berkala. Agar koperasi bisa menjalankan aturan sesuai ketentuan, pemkot juga melakukan pendampingan dan pembinaan. Pembinaan ini dengan melakukan arahan agar koperasi bisa jadi unit usaha yang tangguh.

Setiap koperasi itu harus menjalankan rapat anggota tahunan (RAT). Kalau tidak ada, maka dinyatakan tidak aktif. Jika RAT ini tidak berjalan selama tiga tahun, maka bisa diusulkan untuk dilakukan pembubaran. “Jadi tidak serta merta dibubarkan. Acuannya itu RAT, kalau tidak ada selama tiga tahun berturut-turut ya berarti tidak aktif,” sebut Fitri. (riz/fun)

KANIGARAN, Radar Bromo – Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo mencatat, jumlah koperasi resmi saat ini tercatat 200 buah. Jumlah ini usai ada 36 koperasi yang di bubarkan tahun 2021 lalu.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo, Fitriawati memastikan, 200 koperasi resmi yang ada saat ini tidak akan berubah hingga akhir tahun 2022. Sebab, tahun ini tidak ada usulan untuk pembubaran koperasi. Pihaknya berharap 200 koperasi yang ada saat ini bisa tetap aktif.

“Kalau tahun 2021 lalu ada 36 koperasi yang dibubarkan. Kalau tahun ini tidak ada. Karena tidak ada usulan pembubaran,” ungkapnya.

Ia menerangkan pihaknya rutin memantau koperasi di secara berkala. Agar koperasi bisa menjalankan aturan sesuai ketentuan, pemkot juga melakukan pendampingan dan pembinaan. Pembinaan ini dengan melakukan arahan agar koperasi bisa jadi unit usaha yang tangguh.

Setiap koperasi itu harus menjalankan rapat anggota tahunan (RAT). Kalau tidak ada, maka dinyatakan tidak aktif. Jika RAT ini tidak berjalan selama tiga tahun, maka bisa diusulkan untuk dilakukan pembubaran. “Jadi tidak serta merta dibubarkan. Acuannya itu RAT, kalau tidak ada selama tiga tahun berturut-turut ya berarti tidak aktif,” sebut Fitri. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/