alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pandemi, PAD UPT PPP Mayangan Anjlok Rp 1 Miliar

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MAYANGAN, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 membuat PAD dari UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Kota Probolinggo anjlok. Dibandingkan tahun 2019, PAD tahun 2020 turun hampir Rp 1 Miliar.

Kepala UPT PPP Mayangan, Siswanto sempat menyampaikan penuruan PAD itu saat kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, Minggu (2/5) siang dengan didampingi Dirjen Perikanan Tangkap, Muhammad Zaini.

Menurut Siswanto, pada tahun 2018 PAD UPT PPP Mayangan mencapai Rp 2.437.391.668. Di tahun 2019 naik menjadi Rp 3.223.167.545. Namun, pada tahun 2020 turun menjadi Rp 2.303.473.790.

Penurunan PAD menurutnya terjadi karena dampak pandemi. Dia pun berharap, tahun ini PAD tidak turun lagi. “Untuk 2021 masih berjalan, jadi belum diketahui berapa nilai PAD yang masuk,” katanya.

Di sisi lain, jumlah tangkapan ikan nelayan juga menurun di akhir tahun 2020. Padahal selama empat tahun terakhir, grafik tangkapan ikan selalu naik.

Pada 2015, jumlah tangkapan ikan 15.329 ton, tahun 2016 mencapai 18.053 ton, tahun 2017 jumlahnya 18.524 ton, tahun 2018 ada 16.031 ton dan tahun 2019 sebanyak 17.634 ton. Lalu pada tahun 2020, jumlah tangkapan ikan hanya 12.365 Ton.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pun menawarkan agar pelabuhan yang dikelolah Pemprov Jatim ini dapat menjadi model sentra perekonomian perikanan. Sebab, hasil tangkapan ikan di UPT PPP Mayangan bagus.

“Saya juga sudah bicara pada bupati dan wali kota untuk bisa dikembangkan. Bahkan ini saya juga hadirkan Dirjen Perikanan Tangkap (Muhammad Zaini, red). Sehingga ke depan nantinya bisa menjadi sentra tangkap,” katanya

Dirjen Perikanan Tangkap Muhammad Zaini menegaskan, anggaran untuk program itu akan menggunakan APBN. Namun, jumlahnya belum diketahui. Mengingat desainya juga masih belum diterima.

“Untuk pengembangannya nantinya kami pakai dari APBN. Nilainya belum diketahui, sebab desainya juga masih belum kami terima,” tambahnya. (rpd/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANGAN, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 membuat PAD dari UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Kota Probolinggo anjlok. Dibandingkan tahun 2019, PAD tahun 2020 turun hampir Rp 1 Miliar.

Kepala UPT PPP Mayangan, Siswanto sempat menyampaikan penuruan PAD itu saat kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, Minggu (2/5) siang dengan didampingi Dirjen Perikanan Tangkap, Muhammad Zaini.

Menurut Siswanto, pada tahun 2018 PAD UPT PPP Mayangan mencapai Rp 2.437.391.668. Di tahun 2019 naik menjadi Rp 3.223.167.545. Namun, pada tahun 2020 turun menjadi Rp 2.303.473.790.

Mobile_AP_Half Page

Penurunan PAD menurutnya terjadi karena dampak pandemi. Dia pun berharap, tahun ini PAD tidak turun lagi. “Untuk 2021 masih berjalan, jadi belum diketahui berapa nilai PAD yang masuk,” katanya.

Di sisi lain, jumlah tangkapan ikan nelayan juga menurun di akhir tahun 2020. Padahal selama empat tahun terakhir, grafik tangkapan ikan selalu naik.

Pada 2015, jumlah tangkapan ikan 15.329 ton, tahun 2016 mencapai 18.053 ton, tahun 2017 jumlahnya 18.524 ton, tahun 2018 ada 16.031 ton dan tahun 2019 sebanyak 17.634 ton. Lalu pada tahun 2020, jumlah tangkapan ikan hanya 12.365 Ton.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pun menawarkan agar pelabuhan yang dikelolah Pemprov Jatim ini dapat menjadi model sentra perekonomian perikanan. Sebab, hasil tangkapan ikan di UPT PPP Mayangan bagus.

“Saya juga sudah bicara pada bupati dan wali kota untuk bisa dikembangkan. Bahkan ini saya juga hadirkan Dirjen Perikanan Tangkap (Muhammad Zaini, red). Sehingga ke depan nantinya bisa menjadi sentra tangkap,” katanya

Dirjen Perikanan Tangkap Muhammad Zaini menegaskan, anggaran untuk program itu akan menggunakan APBN. Namun, jumlahnya belum diketahui. Mengingat desainya juga masih belum diterima.

“Untuk pengembangannya nantinya kami pakai dari APBN. Nilainya belum diketahui, sebab desainya juga masih belum kami terima,” tambahnya. (rpd/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2