alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Tambah Sinkron Box di 23 Titik agar Pendapatan Daerah Kian Terukur

PASURUAN, Radar Bromo– Pemkot Pasuruan menargetkan penerimaan dari sektor pajak daerah sebesar Rp 46 miliar pada 2022 ini. Penambahan sinkron box menjadi salah satu strategi agar target itu bisa terpenuhi. Potensi pendapatan akan semakin terukur jika semakin banyak alat pendeteksi pajak dipasang di area wajib pajak seperti hotel dan restoran.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pasuruan Siti Zuniati mengaku terus berupaya memperbanyak sinkron box bagi wajib pajak. Dengan begitu, potensi kebocoran pajak dapat dihindari. Bahkan mempersempit peluang wajib pungut pajak untuk bertindak curang dalam membayar pajak.

“Karena dengan alat ini bisa memonitor transaksi di setiap wajib pungut pajak. Khususnya mengenai besaran pajak yang sudah dikeluarkan konsumen. Dan wajib disetorkan ke pemerintah,” katanya.

Zuniati bilang, keberadaan sinkron box tidak hanya dapat mencegah potensi kebocoran pajak yang mesti dibayar ke pemerintah. Akan tetapi, juga memudahkan wajib pajak. Karena pengeluaran pajak yang mesti dibayarkan sudah terdata dalam sistem tersebut. Sehingga pemasangan sinkron box saling menguntungkan bagi pemerintah maupun wajib pajak.

“Selama ini yang sudah berjalan ada 13 sinkron box yang terpasang di hotel dan restoran. Kami terus upayakan bertambah,” kata Zuniati.

Dia mengaku sudah mendata lokasi mana saja yang akan dipasangi sinkron box. Sebelumnya, ia menurunkan tim untuk mensurvei potensi pendapatan dari wajib pajak. Tujuannya untuk menghitung asumsi omset tempat usaha, baik hotel maupun restoran dalam setiap bulan. Dengan begitu bisa diproyeksikan besaran pajak senilai 10 persen dari omset tempat usaha tersebut.

“Dan adanya alat itu memang lumayan membawa dampak positif. Ada kenaikan pendapatan dari pajak hotel restoran,” katanya.

Dia menggambarkan pendapatan pajak hotel dan restoran pada 2020.Dari Rp 1,7 miliar yang ditargetkan pemkot, terealisasi sebesar Rp 2,3 miliar. Kemudian realisasi pajak hotel dan restoran kembali naik pada 2021. Dimana pemkot hanya menargetkan Rp 2 miliar. Akan tetapi tercapai Rp 3 miliar.

“Makanya setelah pendataan, kami usulkan ke Bank Jatim untuk pemasangan di 23 titik baru,” katanya. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo– Pemkot Pasuruan menargetkan penerimaan dari sektor pajak daerah sebesar Rp 46 miliar pada 2022 ini. Penambahan sinkron box menjadi salah satu strategi agar target itu bisa terpenuhi. Potensi pendapatan akan semakin terukur jika semakin banyak alat pendeteksi pajak dipasang di area wajib pajak seperti hotel dan restoran.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pasuruan Siti Zuniati mengaku terus berupaya memperbanyak sinkron box bagi wajib pajak. Dengan begitu, potensi kebocoran pajak dapat dihindari. Bahkan mempersempit peluang wajib pungut pajak untuk bertindak curang dalam membayar pajak.

“Karena dengan alat ini bisa memonitor transaksi di setiap wajib pungut pajak. Khususnya mengenai besaran pajak yang sudah dikeluarkan konsumen. Dan wajib disetorkan ke pemerintah,” katanya.

Zuniati bilang, keberadaan sinkron box tidak hanya dapat mencegah potensi kebocoran pajak yang mesti dibayar ke pemerintah. Akan tetapi, juga memudahkan wajib pajak. Karena pengeluaran pajak yang mesti dibayarkan sudah terdata dalam sistem tersebut. Sehingga pemasangan sinkron box saling menguntungkan bagi pemerintah maupun wajib pajak.

“Selama ini yang sudah berjalan ada 13 sinkron box yang terpasang di hotel dan restoran. Kami terus upayakan bertambah,” kata Zuniati.

Dia mengaku sudah mendata lokasi mana saja yang akan dipasangi sinkron box. Sebelumnya, ia menurunkan tim untuk mensurvei potensi pendapatan dari wajib pajak. Tujuannya untuk menghitung asumsi omset tempat usaha, baik hotel maupun restoran dalam setiap bulan. Dengan begitu bisa diproyeksikan besaran pajak senilai 10 persen dari omset tempat usaha tersebut.

“Dan adanya alat itu memang lumayan membawa dampak positif. Ada kenaikan pendapatan dari pajak hotel restoran,” katanya.

Dia menggambarkan pendapatan pajak hotel dan restoran pada 2020.Dari Rp 1,7 miliar yang ditargetkan pemkot, terealisasi sebesar Rp 2,3 miliar. Kemudian realisasi pajak hotel dan restoran kembali naik pada 2021. Dimana pemkot hanya menargetkan Rp 2 miliar. Akan tetapi tercapai Rp 3 miliar.

“Makanya setelah pendataan, kami usulkan ke Bank Jatim untuk pemasangan di 23 titik baru,” katanya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/