alexametrics
24.2 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Dua Bulan Produksi, Garam di Kota Pasuruan Tembus Seribu Ton

PASURUAN, Radar Bromo – Petani garam di Kota Pasuruan benar-benar lega. Waktu yang mereka nantikan untuk memproduksi garam sudah tiba. Aktivitas produksi garam mulai berjalan di beberapa tambak. Setelah beberapa bulan menunggu datangnya musim kemarau. Meski produksi baru berjalan dua bulan, hasilnya bisa dibilang melimpah.

Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan Imam Subekti menyatakan, produksi garam memang terkendala cuaca. Lantaran musim hujan yang berlangsung cukup panjang. Sehingga petani tambak banyak yang belum memulai produksi. Mereka baru melakukan aktivitas produksi di tambak mulai Juli lalu.

“Pada Juli itu pun belum semuanya memulai aktivitas produksi di tambak garam. Ada beberapa yang belum produksi,” kata Imam.

Kekhawatiran akan datangnya hujan saat itu, masih membayang-bayangi para petani garam. Sehingga mereka menunggu sampai musim kemarau penuh, baru memulai produksi. Tak heran jika hasil produksi garam pada Juli masih sedikit. Yakni 135.316 kilogram. Menurut Imam, produksi garam baru berjalan efektif ketika memasuki Agustus.

“Begitu masuk Agustus, tambak yang ada di wilayah Gadingrejo, Panggungrejo dan Bugul Kidul mulai produksi semua,” kata Imam.

Dalam sebulan, tambak garam bisa dipanen antara dua hingga tiga kali. Menurut Imam, hasil produksi bulan Agustus lalu cukup melimpah. Garam dari hasil panen itu tercatat sebanyak 930.472 kilogram. “Sehingga hasil produksi garam sampai akhir Agustus kemarin mencapai 1.065 ton,” ungkap Imam.

Dinasnya terus mendorong agar tambak garam di Kota Pasuruan tetap produktif. Sehingga produksi garam yang dilakukan di 122,24 hektare lahan tambak bisa melimpah. Sehingga pasokam garam ke pasar tetap terjamin. Dan perekonomian petani garam terus bergerak. Tahun ini, dinasnya menargetkan produksi garam bisa melampaui tahun lalu yang mencapai 2.808 ton. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Petani garam di Kota Pasuruan benar-benar lega. Waktu yang mereka nantikan untuk memproduksi garam sudah tiba. Aktivitas produksi garam mulai berjalan di beberapa tambak. Setelah beberapa bulan menunggu datangnya musim kemarau. Meski produksi baru berjalan dua bulan, hasilnya bisa dibilang melimpah.

Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan Imam Subekti menyatakan, produksi garam memang terkendala cuaca. Lantaran musim hujan yang berlangsung cukup panjang. Sehingga petani tambak banyak yang belum memulai produksi. Mereka baru melakukan aktivitas produksi di tambak mulai Juli lalu.

“Pada Juli itu pun belum semuanya memulai aktivitas produksi di tambak garam. Ada beberapa yang belum produksi,” kata Imam.

Kekhawatiran akan datangnya hujan saat itu, masih membayang-bayangi para petani garam. Sehingga mereka menunggu sampai musim kemarau penuh, baru memulai produksi. Tak heran jika hasil produksi garam pada Juli masih sedikit. Yakni 135.316 kilogram. Menurut Imam, produksi garam baru berjalan efektif ketika memasuki Agustus.

“Begitu masuk Agustus, tambak yang ada di wilayah Gadingrejo, Panggungrejo dan Bugul Kidul mulai produksi semua,” kata Imam.

Dalam sebulan, tambak garam bisa dipanen antara dua hingga tiga kali. Menurut Imam, hasil produksi bulan Agustus lalu cukup melimpah. Garam dari hasil panen itu tercatat sebanyak 930.472 kilogram. “Sehingga hasil produksi garam sampai akhir Agustus kemarin mencapai 1.065 ton,” ungkap Imam.

Dinasnya terus mendorong agar tambak garam di Kota Pasuruan tetap produktif. Sehingga produksi garam yang dilakukan di 122,24 hektare lahan tambak bisa melimpah. Sehingga pasokam garam ke pasar tetap terjamin. Dan perekonomian petani garam terus bergerak. Tahun ini, dinasnya menargetkan produksi garam bisa melampaui tahun lalu yang mencapai 2.808 ton. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/