alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Mau Beli Sayur di Pasar, Warga Kota Pasuruan Cukup Pesan Chat Saja

PASURUAN, Radar Bromo– Empat pasar tradisional di Kota Pasuruan sudah melayani belanja online. Masing-masing pasar memiliki tim untuk memaksimalkan layanan yang memang dibuka selama pandemi Covid-19. Pemkot Pasuruan mengklaim sudah banyak konsumen yang memanfaatkan layanan itu sejak dilakukan uji coba sebulan terakhir.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah mengatakan bahwa dinasnya sengaja mengoptimalkan layanan belanja online itu mengingat situasi saat ini. Dia mengakui, perkembangan ekonomi di masa pandemi mereduksi aktifitas masyarakat. Khususnya ketika mobilitas masyarakat dibatasi demi mencegah penyebaran Covid-19.

“Karena itu kami merasa perlu mempertemukan pedagang dan pembeli dengan memanfaatkan teknologi berupa WhatsApp dan Instagram,” ujar Yanuar.

Dengan begitu, kegiatan jual beli di pasar tradisional tetap berjalan. Tentu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab, konsumen tidak perlu lagi datang ke pasar untuk berbelanja. Cukup memesan melalui petugas pasar dan barang belanjaan akan diantar ke rumah. Sedangkan pembayarannya menggunakan sistem cash on delivery.

“Agar konsumen tetap penuhi kebutuhan. Dan penjualan pedagang pasar bisa tetap berjalan,” bebernya.

Dia menyebut, layanan itu sudah dibuka di Pasar Kebonagung, Karangketug, Gadingrejo dan Pasar Besar. Masing-masing pasar memiliki tim yang berbeda. Yakni admin yang berkomunikasi dengan konsumen, pencatat pesanan, kurir dan kurir cadangan. Untuk wilayah kota dikenakan ongkos kirim sebesar Rp 7 ribu.

“Dalam setiap pesanan kami upayakan tidak sampai satu jam sudah diantar ke rumah konsumen,” bebernya.

Sebelumnya, Disperindag sudah melakukan uji coba layanan belanja online tersebut. Yanuar menyebut, rata-rata setiap harinya ada lebih dari 15 konsumen yang memanfaatkan program Madinah Mart tersebut. Jumlah konsumen meningkat dua kali lebih banyak ketika akhir pekan. Dalam sehari, bisa ada lebih dari 25 konsumen.

LIBATKAN KURIR: Pasar tradisional melibatkan kurir yang ongkosnya begitu terjangkau. (Foto M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, program tersebut diharapkan bisa menggeliatkan perekonomian di pasar tradisional ketika masa pandemi. Menurutnya, Madinah Mart merupakan jembatan antara penjual dan pembeli ketika ada pembatasan mobilitas warga. Sejauh ini, dia menilai ada perkembangan baik dari hari ke hari.

“Respons dari masyarakat juga positif, bisa diterima dengan baik dan tentu akan membantu pedagang pasar,” sebut Gus Ipul saat meresmikan layanan Madinah Mart tersebut.

Ketatnya pembatasan mobilitas selama pandemi, kata Gus Ipul, mengharuskan semua pihak terus berinovasi. Baik pemerintah maupun pelaku usaha. Karena itu, Madinah Mart disebut sebagai salah satu inovasi yang mengintegrasikan layanan dengan teknologi. Sehingga bisa lebih efisien dan memangkas waktu dan tenaga bagi konsumen.

“Kami harapkan program ini terus berjalan. Jangan sampai berhenti ketika sudah diresmikan begini. Kami juga memastikan petugasnya amanah, harganya yang sesuai dan ukurannya jangan sampai dikurangi. Prinsipnya konsumen harus terlayani dengan baik,” bebernya. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo– Empat pasar tradisional di Kota Pasuruan sudah melayani belanja online. Masing-masing pasar memiliki tim untuk memaksimalkan layanan yang memang dibuka selama pandemi Covid-19. Pemkot Pasuruan mengklaim sudah banyak konsumen yang memanfaatkan layanan itu sejak dilakukan uji coba sebulan terakhir.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah mengatakan bahwa dinasnya sengaja mengoptimalkan layanan belanja online itu mengingat situasi saat ini. Dia mengakui, perkembangan ekonomi di masa pandemi mereduksi aktifitas masyarakat. Khususnya ketika mobilitas masyarakat dibatasi demi mencegah penyebaran Covid-19.

“Karena itu kami merasa perlu mempertemukan pedagang dan pembeli dengan memanfaatkan teknologi berupa WhatsApp dan Instagram,” ujar Yanuar.

Dengan begitu, kegiatan jual beli di pasar tradisional tetap berjalan. Tentu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab, konsumen tidak perlu lagi datang ke pasar untuk berbelanja. Cukup memesan melalui petugas pasar dan barang belanjaan akan diantar ke rumah. Sedangkan pembayarannya menggunakan sistem cash on delivery.

“Agar konsumen tetap penuhi kebutuhan. Dan penjualan pedagang pasar bisa tetap berjalan,” bebernya.

Dia menyebut, layanan itu sudah dibuka di Pasar Kebonagung, Karangketug, Gadingrejo dan Pasar Besar. Masing-masing pasar memiliki tim yang berbeda. Yakni admin yang berkomunikasi dengan konsumen, pencatat pesanan, kurir dan kurir cadangan. Untuk wilayah kota dikenakan ongkos kirim sebesar Rp 7 ribu.

“Dalam setiap pesanan kami upayakan tidak sampai satu jam sudah diantar ke rumah konsumen,” bebernya.

Sebelumnya, Disperindag sudah melakukan uji coba layanan belanja online tersebut. Yanuar menyebut, rata-rata setiap harinya ada lebih dari 15 konsumen yang memanfaatkan program Madinah Mart tersebut. Jumlah konsumen meningkat dua kali lebih banyak ketika akhir pekan. Dalam sehari, bisa ada lebih dari 25 konsumen.

LIBATKAN KURIR: Pasar tradisional melibatkan kurir yang ongkosnya begitu terjangkau. (Foto M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, program tersebut diharapkan bisa menggeliatkan perekonomian di pasar tradisional ketika masa pandemi. Menurutnya, Madinah Mart merupakan jembatan antara penjual dan pembeli ketika ada pembatasan mobilitas warga. Sejauh ini, dia menilai ada perkembangan baik dari hari ke hari.

“Respons dari masyarakat juga positif, bisa diterima dengan baik dan tentu akan membantu pedagang pasar,” sebut Gus Ipul saat meresmikan layanan Madinah Mart tersebut.

Ketatnya pembatasan mobilitas selama pandemi, kata Gus Ipul, mengharuskan semua pihak terus berinovasi. Baik pemerintah maupun pelaku usaha. Karena itu, Madinah Mart disebut sebagai salah satu inovasi yang mengintegrasikan layanan dengan teknologi. Sehingga bisa lebih efisien dan memangkas waktu dan tenaga bagi konsumen.

“Kami harapkan program ini terus berjalan. Jangan sampai berhenti ketika sudah diresmikan begini. Kami juga memastikan petugasnya amanah, harganya yang sesuai dan ukurannya jangan sampai dikurangi. Prinsipnya konsumen harus terlayani dengan baik,” bebernya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/