alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Unggahan Polri soal Larangan Gunakan HP saat Isi BBM pada 2015 “Diserbu”

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Unggahan Divisi Humas Polri di Facebook pada 12 Maret 2015 lalu, kini banjir komentar. Hal itu menyusul adanya rencana pemerintah menerapkan penggunaan aplikasi MyPertamina saat pengisian pertalite dan solar di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum).

Unggahan Divisi Humas Polri itu sendiri memang berisi, larangan mengoperasikan handphone (HP) saat mengisi bahan bakar di SPBU. Unggahan itu hingga Minggu pagi (3/7) mendapat 14 ribu komentar. Serta dibagikan hingga 16 ribu kali. Serta mendapat tanggapan hingga 13 ribu.

Unggahan itu jadi sorotan karena bertolak belakang dengan rencana penerapan aplikasi MyPertamina saat mengisi solar dan Pertalite. Yang otomatis mengaktifkan Handphone di area SPBU.

“Udh ganti lagi aturanya… Semua aturan tergantung kebutuhan,” ujar akun Gunanto Gunipedrosa.

“Seharusnya di tambahkan informasi mengenai siapa yang bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat menggunakan HP di sekitar SPBU terkait kondisi saat ini,” ujar pemilik akun Sonny Firdaus.

“Kita tonton aja dulu jalan ceritanya,, bagaimanakah kisah selanjut nya,, tunggu aja sampai akhir bulan ini.. Anggap aja ini sebuah acara sinetron yg berjudul MY PERTAMINA,,Tinggal nonton ajah sesuai narasi yg ada dari pemerintah,,

Semoga durasi kisah nya gak lebih dari 2 bulan,,   ,” timpal pemilik akun Arifin Nugraha.

Unggahan Divisi Humas Polri sendiri berisi seperti ini:

“INFO

MENGAPA KITA DILARANG MENGOPERASIKAN HANDPHONE DISAAT MENGISI BAHAN BAKAR DI SPBU?

Selain mengeluarkan frekwensi yang cukup tinggi, ternyata HP juga mengeluarkan bunga api (meskipun kecil sekali, hanya seukuran 1 mikron. 1 mikron = 1/100 mm). Percikan api ini timbul disekitaran antena koil, akibat beda potensial tegangan yang cukup tinggi.

LED (Light Emitting Diode) yang dipakai pada HP berbeda dengan LED yang dijual di pasaran elektronika. LED pada HP ternyata ‘telanjang’ (langsung terlihat filamen diodanya kontak dengan udara bebas) beda dangan LED toko yang diberi selubung tabung dari plastik sehingga filamennya terlindung.

Pada saat LED menyala, maka akan timbul pijar. Nah pijar dan percikan api dari koil tadi yang kadang-kadang membuat orang jadi berpikir paranoid meledak.

Percikan api dan LED tersebut sebenarnya tidak cukup untuk menyulut uap bensin (benzena C4H8O12) di udara terbuka. tapi Lain cerita jika udara yang ada sudah cukup jenuh sekali dengan uap bensin tersebut.

Jika cukup jenuh, maka uap bensin tersebut akan dapat terbakar oleh percikan yang cukup kecil tersebut. Efeknya ya ledakan, (jadi tidak ada salahnya kita tidak menggunakan HP saat pengisian bahan bakar).

Semoga bermanfaat..”

Pihak Pertamina juga buka suara terkait keamanan bertransaksi dengan HP di pom bensin. Dalam akun instagram MyPertamina, disebutkan perangkat boleh digunakan dari dalam mobil atau berjarak 1,5 meter dari dispenser.

Namun, tetap larangan menggunakan HP di SPBU untuk berkomunikasi. Unggahan itu juga menyebutkan tempat yang dilarang menggunakan HP saat di pom bensin.

“Penggunaan handphone di SPBU hanya boleh untuk transaksi pembayaran dari dalam mobil atau 1,5 meter dari dispenser SPBU dan tidak boleh melakukan komunikasi telepon. Dilarang menggunakan HP di area tangki, pembongkaran SPBU, dan terlalu dekat dengan pompa pengisian,” tulis akun itu, dikutip Kamis (30/6/2022) lewat CNBC. (mie)

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Unggahan Divisi Humas Polri di Facebook pada 12 Maret 2015 lalu, kini banjir komentar. Hal itu menyusul adanya rencana pemerintah menerapkan penggunaan aplikasi MyPertamina saat pengisian pertalite dan solar di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum).

Unggahan Divisi Humas Polri itu sendiri memang berisi, larangan mengoperasikan handphone (HP) saat mengisi bahan bakar di SPBU. Unggahan itu hingga Minggu pagi (3/7) mendapat 14 ribu komentar. Serta dibagikan hingga 16 ribu kali. Serta mendapat tanggapan hingga 13 ribu.

Unggahan itu jadi sorotan karena bertolak belakang dengan rencana penerapan aplikasi MyPertamina saat mengisi solar dan Pertalite. Yang otomatis mengaktifkan Handphone di area SPBU.

“Udh ganti lagi aturanya… Semua aturan tergantung kebutuhan,” ujar akun Gunanto Gunipedrosa.

“Seharusnya di tambahkan informasi mengenai siapa yang bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat menggunakan HP di sekitar SPBU terkait kondisi saat ini,” ujar pemilik akun Sonny Firdaus.

“Kita tonton aja dulu jalan ceritanya,, bagaimanakah kisah selanjut nya,, tunggu aja sampai akhir bulan ini.. Anggap aja ini sebuah acara sinetron yg berjudul MY PERTAMINA,,Tinggal nonton ajah sesuai narasi yg ada dari pemerintah,,

Semoga durasi kisah nya gak lebih dari 2 bulan,,   ,” timpal pemilik akun Arifin Nugraha.

Unggahan Divisi Humas Polri sendiri berisi seperti ini:

“INFO

MENGAPA KITA DILARANG MENGOPERASIKAN HANDPHONE DISAAT MENGISI BAHAN BAKAR DI SPBU?

Selain mengeluarkan frekwensi yang cukup tinggi, ternyata HP juga mengeluarkan bunga api (meskipun kecil sekali, hanya seukuran 1 mikron. 1 mikron = 1/100 mm). Percikan api ini timbul disekitaran antena koil, akibat beda potensial tegangan yang cukup tinggi.

LED (Light Emitting Diode) yang dipakai pada HP berbeda dengan LED yang dijual di pasaran elektronika. LED pada HP ternyata ‘telanjang’ (langsung terlihat filamen diodanya kontak dengan udara bebas) beda dangan LED toko yang diberi selubung tabung dari plastik sehingga filamennya terlindung.

Pada saat LED menyala, maka akan timbul pijar. Nah pijar dan percikan api dari koil tadi yang kadang-kadang membuat orang jadi berpikir paranoid meledak.

Percikan api dan LED tersebut sebenarnya tidak cukup untuk menyulut uap bensin (benzena C4H8O12) di udara terbuka. tapi Lain cerita jika udara yang ada sudah cukup jenuh sekali dengan uap bensin tersebut.

Jika cukup jenuh, maka uap bensin tersebut akan dapat terbakar oleh percikan yang cukup kecil tersebut. Efeknya ya ledakan, (jadi tidak ada salahnya kita tidak menggunakan HP saat pengisian bahan bakar).

Semoga bermanfaat..”

Pihak Pertamina juga buka suara terkait keamanan bertransaksi dengan HP di pom bensin. Dalam akun instagram MyPertamina, disebutkan perangkat boleh digunakan dari dalam mobil atau berjarak 1,5 meter dari dispenser.

Namun, tetap larangan menggunakan HP di SPBU untuk berkomunikasi. Unggahan itu juga menyebutkan tempat yang dilarang menggunakan HP saat di pom bensin.

“Penggunaan handphone di SPBU hanya boleh untuk transaksi pembayaran dari dalam mobil atau 1,5 meter dari dispenser SPBU dan tidak boleh melakukan komunikasi telepon. Dilarang menggunakan HP di area tangki, pembongkaran SPBU, dan terlalu dekat dengan pompa pengisian,” tulis akun itu, dikutip Kamis (30/6/2022) lewat CNBC. (mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/