alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Belum Separo, Target Perikanan Tangkap Berat Tercapai

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo berupaya mengejar capaian target perikanan tangkap. Cuaca yang tidak menentu berdampak pada minimnya capaian perikanan. Untuk memenuhi target tangkapan pun dirasa cukup berat.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, cuaca yang susah ditebak banyak mempengaruhi aktivitas nelayan. Pasalnya potensi terjadinya angin kencang dan gelombang tinggi air laut, membuat nelayan berpikir dua kali untuk melaut menangkap ikan.

“Akhir-akhir ini cuaca sulit diprediksi. Mulanya diprediksi panas, tapi hujan deras terjadi. Ini jadi pertimbangan nelayan untuk melaut,” katanya.

Minimnya capaian target perikanan tangkap yang saat ini terjadi karena cuaca yang kurang mendukung. Musim hujan merupakan puncak produktivitas dan hasil tangkapan ikan cenderung lebih banyak. Namun demikian juga kerap terjadi cuaca buruk, sehingga membuat nelayan enggan melaut. Hal ini tentunya mengakibatkan capaian belum maksimal.

“Capaian target perikanan tangkap tergantung kondisi alam. Jadi, jika tidak memungkinkan, ya tidak melaut. Selain itu juga alat yang dipakai juga harus dapat menjaga ekosistem laut agar populasi ikan tetap terjaga,” ungkapnya.

Hari mengatakan jika target perikanan tangkap tahun ini adalah 28.889 ton. Sementara capaian target hingga kini masih belum sampai separo target. Karenanya perlu ada upaya ekstra yang harus dilakukan. Termasuk melakukan evaluasi upaya yang saat ini sudah dilakukan.

“Sampai dengan Juli capaian perikanan tangkap sebanyak 13.600 ton. Bulan Agustus masih kami rekap. Tapi kami prediksi belum sampai separo dari total target,” pungkasnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo berupaya mengejar capaian target perikanan tangkap. Cuaca yang tidak menentu berdampak pada minimnya capaian perikanan. Untuk memenuhi target tangkapan pun dirasa cukup berat.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, cuaca yang susah ditebak banyak mempengaruhi aktivitas nelayan. Pasalnya potensi terjadinya angin kencang dan gelombang tinggi air laut, membuat nelayan berpikir dua kali untuk melaut menangkap ikan.

“Akhir-akhir ini cuaca sulit diprediksi. Mulanya diprediksi panas, tapi hujan deras terjadi. Ini jadi pertimbangan nelayan untuk melaut,” katanya.

Minimnya capaian target perikanan tangkap yang saat ini terjadi karena cuaca yang kurang mendukung. Musim hujan merupakan puncak produktivitas dan hasil tangkapan ikan cenderung lebih banyak. Namun demikian juga kerap terjadi cuaca buruk, sehingga membuat nelayan enggan melaut. Hal ini tentunya mengakibatkan capaian belum maksimal.

“Capaian target perikanan tangkap tergantung kondisi alam. Jadi, jika tidak memungkinkan, ya tidak melaut. Selain itu juga alat yang dipakai juga harus dapat menjaga ekosistem laut agar populasi ikan tetap terjaga,” ungkapnya.

Hari mengatakan jika target perikanan tangkap tahun ini adalah 28.889 ton. Sementara capaian target hingga kini masih belum sampai separo target. Karenanya perlu ada upaya ekstra yang harus dilakukan. Termasuk melakukan evaluasi upaya yang saat ini sudah dilakukan.

“Sampai dengan Juli capaian perikanan tangkap sebanyak 13.600 ton. Bulan Agustus masih kami rekap. Tapi kami prediksi belum sampai separo dari total target,” pungkasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/