alexametrics
27C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

BPS: Isu Impor Pengaruhi Harga Gabah Petani

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KADEMANGAN, Radar Bromo- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo mencatat, beras mengalami deflasi tertinggi kedua setelah mobil selama bulan Maret 2021. Selain mulai memasuki awal panen, beberapa isu nasional seperti masalah impor beras, membuat harga beras serta produk pertanian seperti gabah mengalami penurunan harga.`

“Saat ini memang masih awal panen, namun dari segi kuantitas jumlah beras meningkat. Meskipun kualitasnya masih belum bagus. Kondisi hujan ini membuat kualitas gabah hasil panen petani tidak bagus. Ini yang membuat harga turun,” ujar Moch Machsus, Kasie Statistik Distribusi, BPS Kota Probolinggo kemarin (1/4).

Machsus mengungkapkan bahwa BPS menggunakan harga beras konsumen untuk proses penghitungan inflasi komoditas beras. Namun produk beras seperti gabah juga tetap dipantau pergerakan harganya.

“Kalau Maret, April seperti ini, yang dipantau ini harga gabah kering panen. Nanti sekitar bulan Juli, Agustus itu yang dipantau harga gabah kering giling. Di bulan Juli, Agustus ini hasil panen kualitasnya lebih bagus,” ujarnya,

Pada Maret 2021, selain berkaitan dengan masa panen, isu impor beras juga cukup berpengaruh pada harga gabah petani. “Isu impor ini cukup berpengaruh juga pada harga gabah, meskipun akhirnya memang tidak dilakukan impor. Tapi pedagang menahan diri untuk membeli sehingga harga gabah juga turun,” ujarnya.

Kondisi ini pun diakui hasan Prasojo, Ketua Kelompok Tani Lestari Jaya. Dia menyebutkan bahwa harga gabah kering panen tahun lalu Rp 3500 per kg, saat ini kisaran Rp 3250 per kg.

Meskipun komoditas beras mengalami deflasi, untuk Kota Probolinggo selama bulan Maret 2021 mengalami inflasi sebesar 0,18 persen. Beberapa komoditas pertanian ikut menyumbang inflasi yang cukup besar yaitu Cabai rawit sebesar 0,1685 persen.

“Berdasrkan adta terakhir akhir maret 2021, harga cabai rawit pantauan BPS Rp 90 ribu per kg. Kalau sekarang sudah di kisaran Rp 70 ribu per kg,” terangnya. (put/fun)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

KADEMANGAN, Radar Bromo- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo mencatat, beras mengalami deflasi tertinggi kedua setelah mobil selama bulan Maret 2021. Selain mulai memasuki awal panen, beberapa isu nasional seperti masalah impor beras, membuat harga beras serta produk pertanian seperti gabah mengalami penurunan harga.`

“Saat ini memang masih awal panen, namun dari segi kuantitas jumlah beras meningkat. Meskipun kualitasnya masih belum bagus. Kondisi hujan ini membuat kualitas gabah hasil panen petani tidak bagus. Ini yang membuat harga turun,” ujar Moch Machsus, Kasie Statistik Distribusi, BPS Kota Probolinggo kemarin (1/4).

Machsus mengungkapkan bahwa BPS menggunakan harga beras konsumen untuk proses penghitungan inflasi komoditas beras. Namun produk beras seperti gabah juga tetap dipantau pergerakan harganya.

Mobile_AP_Half Page

“Kalau Maret, April seperti ini, yang dipantau ini harga gabah kering panen. Nanti sekitar bulan Juli, Agustus itu yang dipantau harga gabah kering giling. Di bulan Juli, Agustus ini hasil panen kualitasnya lebih bagus,” ujarnya,

Pada Maret 2021, selain berkaitan dengan masa panen, isu impor beras juga cukup berpengaruh pada harga gabah petani. “Isu impor ini cukup berpengaruh juga pada harga gabah, meskipun akhirnya memang tidak dilakukan impor. Tapi pedagang menahan diri untuk membeli sehingga harga gabah juga turun,” ujarnya.

Kondisi ini pun diakui hasan Prasojo, Ketua Kelompok Tani Lestari Jaya. Dia menyebutkan bahwa harga gabah kering panen tahun lalu Rp 3500 per kg, saat ini kisaran Rp 3250 per kg.

Meskipun komoditas beras mengalami deflasi, untuk Kota Probolinggo selama bulan Maret 2021 mengalami inflasi sebesar 0,18 persen. Beberapa komoditas pertanian ikut menyumbang inflasi yang cukup besar yaitu Cabai rawit sebesar 0,1685 persen.

“Berdasrkan adta terakhir akhir maret 2021, harga cabai rawit pantauan BPS Rp 90 ribu per kg. Kalau sekarang sudah di kisaran Rp 70 ribu per kg,” terangnya. (put/fun)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2