24.7 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Dianggap Mampu Kendalikan Inflasi, Pemkot Probolinggo Dapat Rp 10,4 Miliar

MAYANGAN, Radar Bromo – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo dianggap berhasil melawan inflasi. Sebagai ganjarannya, Kota Probolinggo digelontor Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 10,4 miliar. Kepastian itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, terkait Kota Probolinggo mendapatkan DID sebesar Rp 10,4 miliar.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, tidak semua daerah mendapatkan DID. Kota Probolinggo, mendapatkan DID karena dinilai pemerintah pusat karena kinerjanya menekan laju inflasi.

Untuk penilaian tersebut, Pemkot Probolinggo melaporkan terkait dampak-dampak inflasi dan kenaikan bahan pokok. Serta upaya pengendaliannya. Inilah yang menjadi penilaian kinerja oleh pemerintah pusat.

”Alhamdulillah, kami sambut baik DID ini untuk membantu masyarakat. Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan DID dari pemerintah pusat atas kinerja pemkot. Apalagi tidak semua pemerintah daerah mendapatkan DID ini,” katanya.

Wali Kota menerangkan, dana senilai Rp 10,4 miliar ini, sesuai amanat Permenkeu bakal digunakan untuk pemulihan ekonomi. Antara lain berupa bantuan sosial. Pihaknya tengah siapkan sasaran penggunaannya. Mulai rapat awal dengan perangkat daerah terkait seperti Dinas Sosial, DKUPP dan Dinas Pertanian KPP sudah dilakukan. Tetapi masih ada pembahasan lanjutan.

”Bantuan ekonomi ini nanti akan diinventarisir. Mana UMKM atau kelompok yang masuk di dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) di Dinsos. Akan dipadukan nanti datanya,” imbuh Habib Hadi.

Kapan realisasi bantuan akan disalurkan kepada masyarakat? Habib Hadi mengaku masih menunggu waktu kapan DID akan ditransfer pemerintah pusat ke daerah. Sambil menunggu DID dikirimkan, pihaknya akan merumuskan secara terinci bentuk bantuan sosial serta memvalidkan data penerima bantuan.

MAYANGAN, Radar Bromo – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo dianggap berhasil melawan inflasi. Sebagai ganjarannya, Kota Probolinggo digelontor Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 10,4 miliar. Kepastian itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, terkait Kota Probolinggo mendapatkan DID sebesar Rp 10,4 miliar.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, tidak semua daerah mendapatkan DID. Kota Probolinggo, mendapatkan DID karena dinilai pemerintah pusat karena kinerjanya menekan laju inflasi.

Untuk penilaian tersebut, Pemkot Probolinggo melaporkan terkait dampak-dampak inflasi dan kenaikan bahan pokok. Serta upaya pengendaliannya. Inilah yang menjadi penilaian kinerja oleh pemerintah pusat.

”Alhamdulillah, kami sambut baik DID ini untuk membantu masyarakat. Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan DID dari pemerintah pusat atas kinerja pemkot. Apalagi tidak semua pemerintah daerah mendapatkan DID ini,” katanya.

Wali Kota menerangkan, dana senilai Rp 10,4 miliar ini, sesuai amanat Permenkeu bakal digunakan untuk pemulihan ekonomi. Antara lain berupa bantuan sosial. Pihaknya tengah siapkan sasaran penggunaannya. Mulai rapat awal dengan perangkat daerah terkait seperti Dinas Sosial, DKUPP dan Dinas Pertanian KPP sudah dilakukan. Tetapi masih ada pembahasan lanjutan.

”Bantuan ekonomi ini nanti akan diinventarisir. Mana UMKM atau kelompok yang masuk di dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) di Dinsos. Akan dipadukan nanti datanya,” imbuh Habib Hadi.

Kapan realisasi bantuan akan disalurkan kepada masyarakat? Habib Hadi mengaku masih menunggu waktu kapan DID akan ditransfer pemerintah pusat ke daerah. Sambil menunggu DID dikirimkan, pihaknya akan merumuskan secara terinci bentuk bantuan sosial serta memvalidkan data penerima bantuan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/